Harga Setetes Benih (Dinikahi Om Duda)

Harga Setetes Benih (Dinikahi Om Duda)
Bab 27 Santai


__ADS_3

Suasana rumah Jonathan nampak sendu. Pemuda 37 tahun itu tengah sibuk memasak di dapur sambil menanti istri kecilnya itu untuk bangun dari tidur.


Miranda sudah benar-benar seperti ratu di rumah suaminya karena tak ada yang marah saat dia bangun terlambat.


Perempuan dengan rambut sebahu itu menguam lebar-lebar saat baru saja membuka mata. Lekas Ia bangkit dari tidurnya lalu merentangkan kedua tangan ke atas supaya tubuhnya yang kaku kembali merenggang.


Selesai dari gerakan ringan itu, Miranda membuka tirai jendela kamarnya agar matahari bisa masuk ke dalam. Ia juga memungut beberapa kertas maupun plastik yang berserakan di lantai.


Sebelum turun ke lantai bawah, Miranda yang hanya mengenakan tanktop tanpa lengan segera mencuci muka. Ia juga menyempatkan diri menjepit rambutnya yang masih berserakan karena tidak disisir.


"Om, biar Miranda gantiin," pintanya setelah sampai di dapur.


"Kamu tata saja makanan itu di meja, ini hampir selesai!" Timpal Jonathan. Karena Ia sedang merebus daun pepaya dan daun singkong.


"Wah, ini enak sekali!"

__ADS_1


Miranda meraih piring berisi ikan goreng dan mangkok berisi sambal tomat yang pasti sangat lezat.


Setelah semua tersaji, Miranda dan Jonathan pun memulai kegiatan mereka tak lain dan tak bukan adalah menikmati sarapan pagi.


"Maaf ya Om, Miranda enak banget tinggal disini cuma bisa makan sama minum aja!" Ucap Miranda disela-sela kunyahannya.


Jonathan membalas dengan tersenyum, "Gak papa, nanti kalau Miranda sudah bisa. Tugas ini Miranda yang kerjakan!"


"Ih, Om. Kapan bisanya kalau gak belajar. Bagaimana kalau Om setuju sana Miranda ikut khursus. Lagian Miranda akan sangat bosan di rumah sendirian. Beda lagi kalau sudah punya anak."


"Apa Om yakin mau nguliahin Miranda?"


"Kenapa enggak? Dengan begitu kan kamu punya kesibukan? Nanti deh Om cari dulu tempat khursus memasak yang bisa di percaya buat kamu? Om gak mau sembarangan memasukkan kamu ke tempat yang asal. Bukan apa-apa. Kadang kala tempat kita menimba ilmu. Tidak akan sesuai dengan harapan kita!" Tukas Jonathan lagi panjang lebar.


"Iya deh, Om. Miranda nurut aja. Pasti hari ini Miranda bakal kesepian lagi di rumah!" gumamnya sedikit kesal.

__ADS_1


"Kata siapa? Om bakal ngajakin kamu buat jalan-jalan ke pantai!"


Bola mata Miranda seketika membulat dengan sempurna mendengarnya, "Benarkah? Miranda tidak tuli kan Om atau sedang halu saja?"


"Enggak lah, ini benar Mir. Om pikir kita butuh healing sesekali supaya gak stress di rumah aja!"


"Asyik, gitu dong Om. Dari kemaren. Bosan tauk dirumah mulu!"


"Ya udah makan yang banyak gih, biar kita gak kesiangan!"


"Oke Om, sambel buatan Om nagihin. Tapi Om gak marahkan gara-gara semalam Miranda tidur, dan gak jadi, em anu...?" Miranda malu mau mengatakannya.


"Ya gak lah Mir, kita kan bisa lanjut kapan pun kalau mau. Kita akan bersama dalam waktu yang lama. Jadi jangan khawatirkan apa pun. Seolah besok gak ketemu lagi dalam waktu yang lama!"


Miranda nyengir kuda, ya begitulah kehidupan yang Miranda jalani saat ini. Tapi entah seperti apa kedepannya. Miranda harap hubungan mereka akan selalu harmonis tanpa kehadiran orang-orang yang berniat mengacaukan segalanya.

__ADS_1


"


__ADS_2