Harga Setetes Benih (Dinikahi Om Duda)

Harga Setetes Benih (Dinikahi Om Duda)
Bab 54 Benarkah?


__ADS_3

Malam pun telah tiba, saat itu Silla dan Rass sudah tertidur dengan lelapnya. Namun tiba-tiba saja ponsel Silla berdering berulang-ulang. Entah siapa yang menelpon hingga membangunkan tidur Silla.


"Siapa, Sil?" Tanya Rass, yang ternyata juga ikut terbangun.


"Gak tahu, Om."


Silla menggapai ponsel di atas nakas sambil mengucek-ngucek kedua matanya agar dapat melihat dengan jelas siapa gerangan pemanggilnya.


"Papa Yudha, Om."


"Kalau gitu cepat angkat siapa tahu ini penting."


Silla pun menurut dan segera menghubungan sambungan ke tempat kediaman Yudha dan istri barunya itu.


"Ada apa sih, Pa? Jam berapa ini kok nelpon tengah malem sih, Silla ngantuk tauk?"

__ADS_1


Kamu gak tahu apa pura-pura gak tahu sih, Sil? Mama kamu itu ke pergok selingkuh dengan Bosnya oleh salah satu keluarga pria itu...


"Apa! Kok bisa Pa?"


Ya, malam ini mereka akan menikah. Seharusnya kamu mencegah itu terjadi Sil. Karena Papa akan kembali rujuk sama Mama...


"Lah, gimana sih Papa ini? Bukannya sekarang udah bahagia ya sama Tante bawel itu?"


Papa gak bahagia sama dia, jadi rencananya Papa bakal ceraian dia secepatnya...


Silla terperangah mendengar jawaban Yudha. Bagaimana mungkin pria dewasa selalu menggampangkan sesuatu.


Yudha bingung harus menjawab apa. Pasalnya Ia sendiri tidak tahu apakah Bos Nadya itu sudah menikah atau belum.


Ah, taulah sebaiknya kamu segera kesana, Sil. Untuk ngegagalin pernikahan mereka!...

__ADS_1


"Besok ajalah Pa, sekarang kan masih jam satu dini hari. Lagian Silla kan lagi hamil. Atau Papa urus saja sendiri lah, Mama bukan anak kecil lagi Pa," timpal Silla dengan malas sambil mematikan ponselnya sebelah pihak.


"Ada masalah apa, Sil?" Tanya Rass yang juga jadi ikut penasaran.


"Papa, Om. Dia bilang Mama selingkuh sama Bosnya. Jadi malam ini juga mereka akan menikah. Terus Papa minta Silla untuk datang kesana dan menggagalkan pernikahan mereka. Ya kalik Silla mau keluar semalam ini, Om?"


Rass yang mengerti pun mengangguk, "Ya udah besok aja kita temui Mama Nadya bagaimana caranya. Toh ini masih kabar burung yang belum jelas junjrungannya!"


"Iya Om. Silla ngantuk mau tidur aja lagi deh. Malas ngurusin mereka terus. Kapan sih mereka gak bikin Silla pusing terus?" Gerutu Silla sambil kembali berbaring memunggungi Rass.


Suaminya itu pun mendekap Silla berharap pelukannya bisa merendakan emosi Silla.


"Tidur yang nyenyak ya, Ibu hamil gak boleh stress kan?" Bisik Rass di telinga Silla. Jujur dalam hati Rass sangat senang karena sebentar lagi mereka bakal punya bayi dan itu akan menjadi pengalaman pertamanya dalam hidup.


Sebenarnya Silla sendiri kesulitan untuk memejamkan matanya lagi. Pasalnya Ia jadi kepikiran dengan ucapan Papanya tentang persingkuhan yang di lakukan Mama Nadya.

__ADS_1


Belum lagi, sore tadi saat di pemakaman Silla teringat ulang dengan noda Merah yang ada di leher Mamanya. Ia yakin noda itu bukan bekas kerokan tapi sesuatu yang berbeda.


Ya Allah apa mungkin Mama jadi pelakor? Jika iya, lalu bagaimana perasaan istri Bos Mama itu setelah mengetahui perbuatan mereka? Ada apa sih sama Mama? Kenapa dia jadi seperti ini? Aku tidak percaya Mama berani melakukan hal serendah itu demi kelangsungan hidupnya dan aku selama ini?...


__ADS_2