Harga Setetes Benih (Dinikahi Om Duda)

Harga Setetes Benih (Dinikahi Om Duda)
Bab 44 Nostalgia Menyedihkan


__ADS_3

"Udah pinter ya sekarang!"


Jonathan membelai rambut Miranda, dimana pemandangan itu membuat Silla merasa iri lalu menoleh ke arah Rass yang masih berdiam diri.


Rass juga punya perasaan yang sama. Ia sangat ingin memanjakan Silla tapi kenyataannya sang istri belum mau di ajak kompromi.


"Ya udah, ayo kita pulang. Kamu pernah istirahat Rass!" Jonathan merangkul Rass ke arah mobil karena Ia lebih kuat ketimbang Silla.


Setelah semuanya siap, Jonathan menggerakkan laju mobilnya membantai jalanan. Dimana suasana yang sedikit siang ini banyak orang lalu lalang.


Sesaat Rass melihat sebuah taman yang mereka lewati. Taman itu menyisakan kenangan yang sangat sulit untuk di lupakan.


"Jo, bisakah kita berhenti di taman itu sebentar?"


Jonathan pun menurut dan menepikan mobilnya di badan jalan, "Ada perlu apa Rass?"


"Bernostalgia sebentar."

__ADS_1


Silla merundung. Apa maksudnya dengan kata bernostalgia. Apakah taman itu adalah taman dimana Rass teringat akan istrinya Kirana.


Rass mengedarkan tatapan keseluruh penjuru taman yang terjangkau. Tempat itu sudah sangat berubah. Bahkan bangku tempat mereka biasa duduk sudah tak ada lagi.


Rass teringat akan masa kecilnya dimana kedua orang tua masih ada saat itu. Iya, Rass merindukan mereka. Tapi sekarang mereka sudah ada di surga.


"Jo, tempat ini menyimpan sejuta cinta dan kenangan. Aku tidak bisa melupakannya. Jika aku tengah menghadapi keputus asaan. Aku akan selalu datang ke tempat ini dan meluapkan dengan cara berteriak?"


"Oya? Apa itu artinya hatimu sedang gundah gulana sekarang?" Jonathan ikut tertarik dengan cerita Rass.


Pria itu hanya tersenyum, "Kamu mau ikuti caraku. Anggap saja teriakan ini bentuk kebahagiaan kita. Karena terbebas dari masa lalu?"


Aaa....


Aaa...


Kedua pria yang beberapa tahun lagi itu akan menginjak kepala empat bereaksi bersama.

__ADS_1


Sedang Miranda sangat senang melihatnya, tapi kelu bagi Silla. Jujur Ia tidak akan pernah suka. Jika Rass mengajaknya ketempat dimana itu menjadi saksi sejarah kisah cinta Rass dan istrinya.


"Apa yang membuatmu selalu merindukan tempat ini, Rass?" Pertanyaan yang tersimpan dalam hati Silla terwakilkan oleh Jonathan.


"Orang tua, ini adalah tempat mereka sering sekali mengadakan annyversary pernikahan."


Jawaban Rass membuat Silla melongo, bagaimana mungkin pemikirannya bersimpangan dengan kejujuran Rass.


"Orang tua?" Jonathan juga tentu punya cerita di balik hal itu.


"Iya, aku sangat kanget mendengar kabar tentang mereka. Keduanya meninggal karena kecelakaan. Sedang aku tidak pernah bisa melihat jasadnya karena hilang di dasar lautan saat mereka melakukan penerbangan ke mekkah untuk melaksakan ibadah umroh!"


Silla mengusap dada, sungguh miris cerita suaminya itu hingga Ia merasa sangat bersalah.


Jonathan menepuk-nepuk bahu Rass, agar selalu sabar menghadapi rasa sakit itu, "Sabar ya Rass, doakan saja yang terbaik untuk mereka. Aku yakin meski jasad mereka tidak di temukan. Mereka meninggal dalam keadaan Syahid."


"Iya Jo, itu sudah terjadi sangat lama. Sebelum aku mengenalmu. Itu sebabnya waktu kau tanya aku masih punya keluarga atau tidak. Aku tidak bisa menjawabnya saat itu. Karena hatiku terlalu pedih untuk mengingatnya kembali!"

__ADS_1


Silla yang tak kuasa membendung air matanya pun langsung berlari memeluk Rass dari belakang. Tentu saja hal itu sangat mengejutkan Jonathan dan Miranda yang ikut tenggelam dalam kisah menyakitkan itu.


"Om, yang kuat ya. Kehilangan orang tua pasti sudah membuat Om hancur!"


__ADS_2