
Merasa sudah tak ada lagi kepentingan Jonathan dan Miranda pun berpamitan pulang. Begitu juga Bella yang terpaksa harus mendompleng mobil Jonathan lagi.
Awalnya Bella ingin mendahului Miranda untuk naik ke kursi belakang tapi Miranda langsung menyerobot.
"Maaf ya, Tan. Miranda buru-buru. Pengen tidur di mobil?"
"Loh, tapikan? Bukannya enak rebahan di belakang ya?"
"Sayanglah menurut Miranda lebih enak di depan, Tan."
Bella hanya bisa mendengkus dengan kesal akan ulah Miranda. Entah sampai kapan bocah tengil itu terus mengganggu niatnya. Sehingga Bella akan selalu kesulitan untuk mendekati Jonathan.
Malam ini justru begitu indah bagi Miranda. Ia sangat puas bisa membuat Bella sewot dengannya. Dengan begitu, Miranda berharap Bella segera menjaga jarak dengan suaminya itu.
"Tidur aja kalau ngantuk!" Tukas Jonathan yang turut masuk ke mobil untuk mengemudi. Ucapan itu Ia tujukan pada Miranda.
"Is, Jo. Ngapain sih kamu perhatian banget sama Miranda? Emang dia anak kamu ya?"
"Lah, salahnya dimana Bel?"
__ADS_1
"Ya kali, kamu seperhatian seperti itu sama keponakan!" Jengah Bella lagi.
Sedang Miranda kesulitan menyembunyikan tawanya. Pasti Bella cemburu sama dia gara-gara Jonathan memberi perhatian lebih.
Jonathan tak menanggapi apa pun perihal pertanyaan Bella lalu melajukan mobilnya ke arah rumah sahabatnya itu.
"Mampir dulu yuk, Jo. Udah lama kita gak ngobrol bareng!" Ajak Bella kemudian.
Jonathan pun memeriksa Arlojinya, "Waduh udah malam banget, Bel. Sekarang jam sebelas malam. Lain kali aja ya. Miranda juga udah ngantuk soalnya!"
"Ya ampun Jo, biasanya juga kamu betah membuka mata sampai jam dua dini hari. Tapi semenjak ada keponakanku ini, aku jadi susah ngajak kamu ketemu empat mata!" Protes Bella lagi amat kesal.
"Ya udah lain kali gak usah diajakin aja, Jo. Biar kamu gak terbebani!" Saran Bella lagi.
Jonathan terkekeh aneh mendengar ucapan Bella, karena itu hal mustahil yang harus di lakukan, "Gak bisa lah, Bel. Di rumah aku kan gak ada orang. Jadi mana mungkin aku biarin Miranda seorang diri!"
"Ah, payah lo Jo. Ya udah deh, aku masuk dulu. Besok aku ke kantormu ya!"
Bella melenggang pergi tanpa menunggu jawaban dari Jonathan dulu. Tak perduli juga jika Jonathan tidak setuju.
__ADS_1
"Om, Tante Bella ini sahabat apa pacar Om sih? Kok bawel banget, suka ngatur lagi?" Tanya Miranda. Tidak suka. Setelah mobil mereka kembali berjalan.
Jonathan mengembangkan senyum simpulnya yang manis itu sambil menarik tuas saat sedikit ada tanjakan, "Menurutmu apa? Mungkin gak Om pacaran sama Bella di depan kamu?"
"Ya mana Miranda tahu. Pokoknya Om janji ya sama Miranda. Harus jaga jarak dengan cewek itu. Meski beralasan sebagai seorang sahabat!!"
"Hayo, Miranda cemburu ya?" Ledek Jonathan lagi. Nampaknya mereka sangat akrab sekarang.
"Cemburu?" Miranda mengembungkan pipinya. Bingung mau mengaku atau tidak atas tuduhan Jonathan.
"Bener kan? Miranda cemburu?" Desak Jonathan lagi sampai akhirnya Ia melihat Miranda menguam lebar.
"Om, Miranda ngantuk banget." Perempuan tengil itu membenahi posisinya agar lebih nyaman.
"Gak mau temenin Om ngobrol dulu, Mir?Sebentar lagikan nyampek rumah?"
"Udah gak kuat, Om. Miranda tidur bentar ya. Bangunin aja kalau sudah nyampek!"
Hanya dalam waktu singkat, Jonathan sudah melihat kalau Istri kecilnya itu telah terlelap dengan nikmatnya.
__ADS_1