Harga Setetes Benih (Dinikahi Om Duda)

Harga Setetes Benih (Dinikahi Om Duda)
Bab 29 Penjelasan


__ADS_3

"Lah dari pada anaknya ngecas, Mas? Mending kamu turutin aja deh gak usah bawel?" Protes istrinya yang berdiri tepat di sebelah sang suami. Dengan tampang sedikit sewot.


"Lah kan udah di turuti kok, Yang. Kan Mas pernah dengar. Katanya kalau perempuan hamil itu ngidamnya pas anak pertama aja. Nyatanya itu tidak terbukti," jawab sang suami guna membela diri. Tentu karena tak ingin istrinya ngambek nanti.


"Iya aku tahu, kamu pasti keselkan karena mikirnya aku minta ini itu dari kamu hanya karena keegosan diriku saja bukan bawaan dedeknya. Kalau gitu kita tukeran aja Mas, kamu yang hamil aku yang keluar cariin apa pun yang kamu mau," ucap sang istri yang jadi bertambah sewot.


"Ya gak gitu juga, Yang. Kalau Mas yang ngidam terus setiap hari mual dan pusing? Yang nyari uang siapa?"


"Ya akulah namanya juga tukeran," sahut istrinya lagi, menggampangkan.


Silla dan Rass ikut hanyut dalam obrolan keduanya. Jelas mereka merasa terhibur akan kekonyolan pasangan di depannya.


Tidak menunggu waktu yang lama, Silla dan Rass pun di panggil oleh asisten Dokter untuk masuk ke ruangan.

__ADS_1


"Namanya siapa Ibu?" Tanya Dokter perempuan itu dengan ramah.


"Silla, Dok."


Bu Dokter pun menuliskan biodata Silla dan berlanjut menanyai mereka lagi, "Nama suaminya?"


"Prasetyo, Dok." Kali ini Rass yang menjawab.


"Sudah hamil berapa bulan, Bu?"


"Oh.. Ya sudah ayo berbaring!"


Dokter tersebut mengarahkan ke tempat ranjang pemeriksaan yang di peruntukkan khusus USG. Dimana lewat diagnosa itu Dokter akan tahu segalanya.

__ADS_1


"Ayo Pak, ikut saja!" Hatur Bu Dokter lagi. Karena melihat Rass masih duduk saja di kursi. Bukan Rass tak mau melihat hal itu. Hanya saja Ia ingin menjaga amarah Silla yang mungkin tidak menyukainya.


"Baik Dok!"


Rass akhirnya nekat mendekat untuk melihat langsung bagaimana cara Dokter bekerja. Sebab ini baru pertama kalinya Rass menghadapi fase itu. Dimana kala menikahi Kirana, Rass tidak pernah mengalaminya.


"Wah ini sekitar 4 minggu ya, Lihat kan Pak ini kantung bayinya sudah terlihat dengan jelas!" Ucap Dokter itu saat tengahlng sambil menggerak-gerakkan sebuah alat di perut Silla selepas di taburi gel dingin. Lalu menunjukkan pada Rass dimana letak bayi mereka berada saat ini.


"Apakah anak kami sehat, Dok?" Rass nampak sangat senang melihatnya. Sehingga Ia penasaran untuk bertanya lebih jauh.


"Alhamdulilah sangat sehat, Pak. Tapi tentu hal itu akan menjadi tanggung jawab Bapak untuk mengingatkan jadwal minum obat buat Bu Silla jika sewaktu-waktu Bu Silla lupa minum Vitamin. Karena ingin bayi yang sehat juga pasti di karenakan Ibunya juga harus sehat. Jadi pastikan kalau asupan gizi selama kehamilan harus terpenuhi ya, Pak. Kurangi sesuatu yang berat-berat atau terlalu kelelahan dimasa kehamilan yang masih rentan ini!" Papar Dokter itu lagi panjang lebar.


Rass mengangukkan kepala. Tentu saja dia tidak akan lupa dengan yang satu itu karena Silla dan anak yang di perut istrinya itu telah menjadi prioritas utamanya sekarang ini.

__ADS_1


"InsyaAllah, Dok. Saya tidak akan lupa kalau itu untuk kebutuhan Silla. O ya selain rutin minum obat. Apa ada pantangan yang tidak di perbolehkan untuk dimakan Silla, Dok?"


"Yang pasti jauhi paparan asap rokok dan minuman beralkohol karena itu sangat berbahaya bagi perempuan hamil. Selebihnya semua aman saja asal dengan porsi sewajarnya!"


__ADS_2