Harga Setetes Benih (Dinikahi Om Duda)

Harga Setetes Benih (Dinikahi Om Duda)
Bab 50 Kecewa


__ADS_3

"Sudah katakan saja yang sejujurnya Om, Tante Bella memang harus tahu apa penyebab Om gak akan pernah bisa menikah dengannya," sahut Miranda dengan perasaan yang sangat kesal.


Siapa juga istri yang sudi melihat suaminya diajak menikah oleh wanita lain saat di depan mata. Meski hanya dengar dari orang lain saja kalau suami selingkuh hati istri pasti sangat hancur. Apalagi ini terjadi tepat di depan mata.


Bella yang penasaran dengan ucapan perempuan yang dianggap keponakan Jonathan itu menoleh, "Maksud Miranda apa berkata begitu?"


Merasa benar dengan ucapan Miranda, Jonathan berusaha untuk menghempaskan nafas kasar. Agar mudah saja baginya untuk berbicara dengan Bella.


"Sebenarnya, aku sudah menikah, Bel," ungkap Jonathan kemudian. Seiring tangan kanannya menggenggam lengan Miranda.


"Maksudnya?" Bella tak percaya hal itu. Bola matanya bergerak ke kiri dan ke kanan kearah keduanya secara bergantian.


"Iya, aku sudah menikah tanpa kau ketahui," tambah Jonathan lagi.

__ADS_1


Bella baru tersadar, saat memantik tangan Jonathan dan Miranda tertaut satu sama lain. Yang mana Bella sangat syok.


Berpikir, kalau selama ini Ia sudah merasa di bodohi. Benar tidaknya dugaan Bella kalau Miranda adalah perempuan yang Jonathan maksud.


Sejak awal Bella sudah merasa aneh, pasalnya selama mengenal Jonathan Ia memang tidak tahu kalau Jonathan ternyata punya keponakan. Selain itu perhatian Jonathan yang berlembihan pada Miranda memang kerap kali membuat Bella cemburu.


Selama ini Bella mengalah bukan karena Ia kalah, hanya saja Ia malah di sibukkan dengan mencari perhatian Miranda agar Ia yang dianggap keponakan Jonathan bakal memberi dukungan untuk mereka berdua.


Dengan perasaan tak enak hati, Jonathan pun memaparkan semuanya, "Maaf Bel, aku memang sudah menikah dengan Miranda sejak awal dia berada di rumah ini. Miranda bukanlah keponakanku. Awalnya pernikahan kami terjadi tidak di rencanakan. Karena pada dasarnya Miranda adalah kekasih almarhum Bara. Namun akibat suatu sebab, terpaksa aku menggantikan Bara menikah."


"Apa..?" Bella makin merasa lemas mendengarnya. Ia masih tak mempercayai hal itu. Pantas saja sebesar apa Ia berkorban. Miranda selalu mengacaukan segalanya.


"Tapi kenapa kalian tidak bercerai saja, ha? Toh, Miranda lebih cocok jadi putrimu, Jo?" Pertanyaan berikutnya harus Bella lontarkan lagi. Berharap masih ada keajaiban untuknya bisa memiliki Jonathan.

__ADS_1


Pria berkisar 37 tahun itu menggeleng, "Tidak bisa. Karena sekarang aku menyayangi Miranda."


Bella yang masih tidak terima pun menatap marah pada Miranda. Ia bangkit dari kursi lalu pergi dari tempat itu sambil menabrak pundak Miranda dengan sangat keras.


"Aduh...!" Miranda memekik kesakitan dan Jonathan yang mengerti pun langsung mendekapnya.


"Ya udah, ayo kita masuk saja sekarang!" Jonathan segera membuka pintu agar mereka segera mengalihkan perasaan kacau di hati mereka.


Sedangkan Bella yang belum melangkah terlalu jauh mendengar suara dari kelembutan Jonathan saat berucap pada Miranda langsung menghentikan langkahnya dan menoleh. Hatinya meremang seperti air mendidih melihat tangan kekar Jonathan berada di pundak Miranda yang akhirnya hilang di balik pintu.


Ia masih tidak percaya dengan kenyataan itu. Sungguh sakit hati Bella karena sudah merasa di bohongi dan di permainan oleh sikap mereka selama ini.


"Kenapa kamu tidak jujur saja, Jo? Aku tidak terima akan perlakuanmu padaku setelah apa yang sudah aku korbankan padamu."

__ADS_1


__ADS_2