Harga Setetes Benih (Dinikahi Om Duda)

Harga Setetes Benih (Dinikahi Om Duda)
Bab 21 Di kacangi


__ADS_3

"Euh... Om, nafas Miranda sesak!" Protesnya setelah lama dalam penguasaan Jonathan.


"Tu kan, belum apa-apa udah protes. Ya udah deh, ayo kita mandi sekarang!"


Jonathan berlanjut dengan membopong Miranda ke kamar mandi. Ternyata ada untungnya juga punya istri masih kecil. Jadi Jonathan akan mudah menggendongnya kemana pun Jonathan mau.


"Mau lanjut lagi gak?" Kali ini Jonathan menantang Miranda yang menggigiti bibir imutnya.


"Kan, mau pergi!" Elak Miranda kemudian. Entahlah kenapa tatapan Jonathan membuatnya menjadi grogi seperti ini. Padahal niatnya kan dia yang menggoda.


"Sebenarnya kamu itu masih polos soal ginian, Mir. Belum benar-benar berani. Ya sudahlah nanti kita lanjutkan lagi sepulang dari rumah Tante Nadya!"


Jonathan pun mencampurkan lebih dulu air dalam bathtup yang terasa sangat dingin dengan air hangat lebih dulu.


"Ayo mandi sekarang!" Jonathan meminta Miranda mempercepat ritual mereka.


"Kain yang biasa Miranda pakai dimana ya Om?" Biasanya Miranda menggantungnya di paku.

__ADS_1


"Kurang tahu, sudahlah tidak perlu pakai itu. Kan kita udah halal ini!" Timpal Jonathan.Yang sudah di sibukkan menggosok giginya.


Meski ragu, Miranda pun menananggalkan pakaian dan mandi dengan menyembunyikan rasa malu. Sesekali Jonathan melirik tubuh polos Miranda, akan tetapi pria itu akhirnya fokus mandi saja. Karena kalau tidak, Ia pasti tidak akan bisa menahan diri dan kekhilafan nya otomatis terjadi di sana.


Usai membersihkan diri dengan tubuh yang wangi dan bugar. Keduanya pun memakai pakaian couple yang mereka beli tadi. Tak lupa juga bersama dengan jam tangannya.


"Om, rambut Miranda diapain ya?" Miranda ingin menyesuikan dengan acara.


"Eum... Di apain ya?" Keduanya berpikir dengan keras. Hingga akhirnya Jonathan teringat dengan tutorial mengepang rambut kesamping. Meski sudah menikah, Jonathan ingin Miranda tetap tampil sesuai dengan usianya.


Jonathan mengangguk, lalu mengulurkan tangan pada Miranda menuju keluar, dimana mobil mereka sedang menunggu di halaman.


Memakan kurang lebih sekitar lima belas menit perjalanan, Jonathan menepikan mobilnya ke rumah Bella, dimana perempuan itu sudah cantik dengan pakaian seksi yang di kenakannya.


"Mir, Tante Bella boleh di depan gak? Soalnya agak pusing. Kalau di belakang takut mabuk entar?" Tawar Bella kemudian membuat keduanya saling berpandangan.


"Wah, maaf Tante. Bukan Miranda nolak ya. Tapi Miranda juga malas di belakang. Jadi Tante mau bareng sama kita apa gak?" Timpal Miranda dengan lancangnya. Jelas hal itu membuat Bella sangat kesal akan sikap Miranda.

__ADS_1


Dasar bocah tengil, kenapa gak ngerti banget sih jadi orang. Apa masalahnya sih anak ini sehingga dia gak mau biarin aku PDKT sama Jo?...


"Ayo Bel, entar kita telat lo!" Ajak Jonathan lagi. Berharap Bella tidak akan tersinggung dengan sikap istrinya itu.


"Iya deh Jo, aku masuk ni!"


Terpaksa Bella harus terima saja duduk di kursi belakang sehingga membatasai ruang geraknya untuk mencari perhatian Jonathan.


"Om, Apa Om Rass itu seumuran ya sama Om?"


Miranda malas meladeni Bella. Jadi Miranda sengaja menanyakan hal yang gak penting sama Jonathan.


"Kamu benar Mir, kami cuma berselisih setahun saja."


"Ow... Terus alasan Om Rass menjadi duda apa, Om?" Sambung Miranda lagi masih belum selesai bertanya.


"Hampir sama dengan kisah Om Sih, bedanya istri Rass meninggal seminggu usai menikah."

__ADS_1


__ADS_2