Harga Setetes Benih (Dinikahi Om Duda)

Harga Setetes Benih (Dinikahi Om Duda)
Bab 22 Saling Menguatkan


__ADS_3

"Oh... Begitu ya Om. Kasihan deh Om Rass!" Miranda jadi turut prihatin.


"Apa? Ngapain kamu kasihan sama dia. Emang kamu pernah ketemu sama Rass?" Jonathan agak sensi mendengar ucapan Miranda.


perempuan remaja itu terkekeh kecil akan tampang Jonathan sekarang, yang terkesan sangat takut Miranda memuji lelaki lain.


Tidak perduli dengan Bella yang sewot karena diabaikan disana sampai akhirnya Bella tercenung dengan pakaian mereka yang berwarna senada saat melihat bagian lengannya.


"Eh, baju kalian Couple ya? Kok bisa?"


"Lah, emang kenapa Tan, ada yang salah dengan pakaian kami?" Tanya Miranda balik.


Bella bingung sendiri di buatnya. Bagaimana mungkin bisa seperti itu sedang mereka adalah Paman dan keponakan. Jadi tidak etis saja menurut Bella kalau mereka memakai baju couple.


Setibanya di rumah Nadya, kedatangan mereka langsung di sambut oleh Nadya. Seperti biasa Bella akan berusaha menguatkan Nadya. Karena biasanya Nadya mendengarkan ucapannya.

__ADS_1


"Sabar ya say, jangan sedih lagi dong karena ini," ujar Bella, menguatkan.


"Iya Bel, Jo, ayo masuklah. Sebentar lagi akad akan di mulai!"


"Silla mama, Tante?" Tanya Miranda kemudian. Biar saja menyela obrolan orang dewasa.


"Ada di kamar!"


"Boleh Miranda kesana?"


Nadya menganggukkan kepala tanda mengizinkan. Miranda tak melewatkan kesempatan itu dan segera melangkah cepat ke kamar Silla.


"Sudahlah, jangan pikirkan apa pun Sil, percayaanlah Om Rass akan menyayangi kamu sepenuh hati!"


"Tapi aku belum siap jika harus menikah dengan Om-Om, Mir. Om Rass sudah seperti Ayah bagiku."

__ADS_1


"Kenapa berpikir demikian? Apa kamu tidak tahu kalau suamiku adalah calon mertua dulunya," timpal Miranda, dengan mengulas senyum.


"Lah, emang kamu sudah menikah? Sama siapa?" Sepertinya Silla belum tahu akan hal itu, atau memang tidak peka dengan apa pun.


"Maaf ya Sil, aku memang merahasikan pernikahanku dari semua orang. Karena seperti katamu tadi, aku menikahi calon mertuaku sendiri, saat almarhum Bara mangkir dari pernikahan kami waktu itu!"


"Jadi, apa itu Om Jonathan?" Silla sempat berpikir kalau pria itu Ayah angkat Miranda. Begitu berita yang terdengar di sekolahan.


Miranda membenarkan, "Eh tapi kamu jangan kasih tahu orang dulu ya. Nanti aja kalau sudah saatnya," pinta Miranda penuh harap.


"Kamu tenang aja, Mir. Aku pasti bisa kok jaga rahasia. O ya, bagaimana kehidupan rumah tanggamu sekarang? Apa Om Jo memperlakukanmu dengan baik?"


"Tentu saja, dia bahkan lebih menyayangi aku ketimbang Bara. Tapi walapun sebenarnya aku baru tahu kalau ternyata Bara pergi bukan karena gak cinta sama aku, melainkan karena sakit parah yang ternyata telah merenggut nyawanya!"


"Apa kamu menyesal, Mir?"

__ADS_1


"Sedikit, Sill. Tapi ya mau bagaimana lagi. Mungkin ini cara Tuhan untuk menyatukan aku sama Om Jo. Jadi kamu gak perlu takut lagi Sil, buat nikah sama Om Rass. Percaya aja deh, ini sudah jalan takdir kita nikah sama Om Duda gara-gara setetes benih yang ternyata menghancurkan segalanya!"


Kedua remaja putri itu saling berpelukan. Mereka tidak menyangka juga sih kalau ternyata nasib mereka tak beda jauh. Meski perbandingannya adalah Jonathan memiliki Bara hasil dari pernikahan sebelumnya. Sedang Rass di tinggal saat baru seminggu menikah. Mungkin belum sepenuhnya dapat merasakan apa itu indahnya sebuah pernikahan.


__ADS_2