Harga Setetes Benih (Dinikahi Om Duda)

Harga Setetes Benih (Dinikahi Om Duda)
Bab 46 Yakin Saja Dulu


__ADS_3

"Iya Om, biar bisa barengan sama Silla. Terus nanti anak kita sama anak mereka juga bisa temenan terus Om."


Jonathan tidak tahu harus mengatakan apa pada Miranda. Hanya tangannya yang terulur untuk membelai rambut gadis itu. Dimana dia ingat betul kata Dokter kalau Miranda akan sulit hamil lagi paska keguguran kala itu.


"Kita berdoa saja ya, semoga aja ada keajaiban kedepannya!" Hanya itu yang bisa Jonathan katakan agar Miranda tidak merasa kecewa karenanya.


"Iya Om, Miranda tahu. Pasti Om kepikiran ya dengan kata-kata Dokter kalau Miranda akan sulit punya anak. Tapi Miranda yakin kok Om, Allah itu maha segalanya. Dia bisa merubah sesuatu yang mustahil menjadi mungkin. Jangan dengarkan apa kata Dokter. Mereka itu sama seperti kita. Hanyalah manusia biasa yang cuma bisanya menduga-duga doang!"


"Iya Mir, kamu bener. Om yakin kok. Kamu akan hamil lagi secepatnya. Jadi kamu sabar ya menungu momen itu!"


Jonathan menarik tubuh Miranda masuk dalam dekapannya. Sungguh Jonathan pun mengharapkan hal yang sama. Tapi tetap saja Jonathan takut kalau yang dikatakan Dokter itu benar adanya. Sudah pasti Jonathan tidak akan bisa memmbayangkan betapa sedihnya hati Miranda.


"Iya Om, jangan khawatirkan apa pun. Miranda yakin dengan hati Miranda kok yang mengatakan kalau Miranda akan mudah punya anak."


Jonathan mengangguk lalu berpamitan membersihkan diri, sedangkan Rass sudah mendapatkan sup pesanannya dari seorang pelayan pengantar makanan.

__ADS_1


"Sil, makan dulu ya supnya biar perut kamu terasa hangat!"


Silla mengangguk dan menerima suapan dari tangan Rass. Untuk pertama kalinya Silla dapat merasakan nikmatnya makan dari tangan suami.


"Om...!"


"Kenapa?"


"Maafin Silla ya karena sudah bersikap dingin sama Om selama ini. Silla sangat trauma jika teringat lagi dengan kejadian malam itu!" Ucapnya dengan mata berkaca-kaca. Harusnya Ia bersyukur dengan segala perhatian yang sudah di berikan Rass padanya. Tapi tragedi itu menyisakan rasa takut yang tiada henti bagi Silla.


Silla mengembangkan senyumnya, jujur sekarang hatinya benar-benar sudah mulai berdamai dengan kehadiran Rass.


Dulu saat baru pertama kali Rass memaksanya berhubungan, Silla sangat jijik sama pria itu. Dimana setiap kali teringat dengan wajah Rass, Silla sangat benci dan tidak ingin melihatnya lagi.


Tapi hari ini banyak pelajaran yang Silla dapat baik dari Rass maupun Miranda dan Jonathan. Dimana mereka bisa menerima ke kurangan satu sama lain meski waktu itu yang menghamili Miranda bahkan Bara putra kandung Jonathan sendiri.

__ADS_1


Seharusnya Miranda lebih malu dari pada dia karena menikah dengan calon Ayah mertuanya pada waktu itu.


Ya Allah, jadi selama ini Silla udah jahat banget sama Om Rass. Padahal dia tulus banget dalam memperlakukan Silla selama ini...


Tak sadar air mata yang sempat mengembun tadi menitikan air matanya. Rass yang melihat buliran bening itu dengan cepat menyekanya.


"Apa yang kamu pikirkan ha, kenapa menangis?"


"Gak papa, Om. Silla cuma keinget Mama aja kok. Sekarang dia pasti sendirian di rumah. Gak ada temennya!"


"Kalau begitu sepulangnya dari sini kita berkunjung kesana ya!"


"Om, serius?"


Rass mengangguk. Baginya tak ada yang lebih membahagiakan dari apa pun juga saat ini selain melihat Silla bahagia dengan caranya bersikap.

__ADS_1


__ADS_2