
Dengan hanya di hadiri beberapa pihak terkait. Malam itu juga acara akad nikah yang hanya di hadari segelintir orang itu pun akhirnya terlaksana. Silla harus terima dengan pesta seadaanya. Tak ada acara mewah yang akan terjadi di rumah itu.
Usai dinyatakan syah, Nadya hanya tertunduk dengan pasrah melihat sahabatnya kini telah menjadi seorang menantu karena telah bersanding dengan putri semata wayangnya sendiri.
Jujur saja Nadya tidak pernah bermimpi kalau ini akan terjadi. Tapi mau bagaimana lagi, kehamilan Silla tentu membutuhkan pendamping yang bisa selalu siaga dalam setiap kesempatan. Sedangkan Nadya tetap harus bekerja agar bisa berlangsung hidup dari peliknya kenyataan dan pahitnya kehidupan.
"Ma...!" Silla menghampiri dan memeluk Mama Nadya, "Maafin Silla ya Ma, belum bisa menjadi anak yang baik buat Mama!" Ucapnya dengan air mata berderai.
Nadya menganggukkan kepalanya dengan lemas, Ia tidak punya kemampuan untuk berbicara saat ini. Tubuhnya benar-benar sangat lesu.
"Nad...!" Rass juga ingin bicara tapi Nadya memalingkan wajahnya.
"Tolong jaga putriku Rass, meski aku sudah tak bisa mempercayaimu lagi seperti dulu!" Ucapnya begitu dingin.
__ADS_1
Bella, Yudha dan semua yang ada disana hanya bisa menyimak percakapan menegangkan diantara kedua sahabatnya itu.
"Aku janji akan menjaga Silla sepenuh hati. Maaf kalau aku sudh mengecewakanmu!"
Nadya tak mau menimpali lagi apa kata Rass, hingga Jonathan turut ambil suara.
"Kamu harus berbesar hati Nad, kalau ternyata jodoh putrimu adalah sahabatmu sendiri. Aku tahu ini terkesan aneh bagi kita. Tapi percayalah ini pasti yang terbaik!"
"Benar kata Jo, Nad. Ikhlasin semuanya. Kamu harus rela melepaskan silla untuk Rass!" Tambah Bella pula.
"Alasan saja kamu ini, Nad. Ngomong saja kalau kamu gak mampu ngurus Silla," Sergah yudha kemudian.
"Maaf Mas, aku gak heran sih kalau ini sampai terjadi. Bagaimana tidak jika Ayahnnya saja suka selingkuh dan mengkhinati istrinya," timpal Nadya. Menatap marah.
__ADS_1
"Alah, ngeles aja kamuu. Kalau begitu seharusnya kamu sadar diri kamu itu banyak kekurangan, Nad. Gak bisa ngurus suami sama anak," tuding Yudha lagi.
"Cukup Pa, Ma, mau sampai kapan sih kalian bertengkar terus seperti ini? Miranda sudah besar bukan anak kecil lagi yang harus diatur-atur!"
Kesal dengan keadaan disana, gadis yang memakai kebaya dengan riasan ala kadarnya itu memilih masuk ke kamar. Rass memutuskan berpamitan pada yang lain untuk menyusul Silla.
Begitu pula Yudha yang tak ingin berlama-lama ada disana, "Urus saja sendiri masalah ini. Aku tidak perduli!" Tukas Yudha lagi dengan kesal.
Melihat suasana tak lagi kondusif, Miranda jadi gak enak sendiri, "Om, kita pulang aja atau gimana ni?" Bisik Miranda pada Jonathan. Sedang Bella berhamburan memeluk Nadya.
"Tunggu sebentar lagi!" Mereka kembali fokus paada Nadya.
"Udah dong, Nad. Jangan begini terus. Aku juga ikut pusing ni liat kalian gak bisa akur. Udah sekarang kamu lupain aja Yudha dengan pelakor itu. Karena sudah saatnya kamu move on untuk menunjukkan kalau kamu bisa lebih baik lagi tanpa Yudha."
__ADS_1
"Iya Bel, Jo, maafin aku ya sudah merepotkan kalian hingga membuat suasana menjadi kaku!"
"Santai saja, Nad. Kamu paham kok dengan kondisimu!"