
David melangkah tertatih menuruni anak tangga. Tak...Tak... Bunyi tongkat penyangga milik David di tangan nya.
"Daddy..."
Kedua putra kembarnya datang ke arahnya dan menuntunnya. Ya David sebenarnya tidak terlalu menggunakan penyangga. Tapi ia takut jatuh ke bawah, ia akan menggunakan penyangga saat di atas tangga.
Kedua anak berusia lima tahun itu membantu menuntunnya. David hanya tersenyum tipis, Arhas dan Asraf, kedua putranya itu memang seperti terlihat dewasa. Zoya mendidik nya agar selalu melindungi dirinya.
"Dav, tinggal lagi di kamar bawah, bunda takut kau akan jatuh nanti."
"David akan terbiasa mom."
Sinta menggelengkan kepalanya, David memang selalu ngeyel kalau di kasih tau.
Ya David kembali lagi ke kamar atas miliknya, sudah terlalu lama ia meninggalkan kamarnya begitu alasannya.
"Dad, tadi Bu guru tanya sama Arhas, Daddy sudah sembuh apa belum, Arhas bilang sudah."
"iya.." Adiknya menimpali.
David tak menjawab, ia tau siapa yang di maksud dengan Bu guru. Dia adalah Arum istri Bisma. Pria yang dulu menjadi saingan nya, dan pria yang dulu ingin Bisma menikahi Zoya. Mengingat itu David mendengus sekaligus tersenyum.
"Kapan dokter mu datang lagi Dav?"
"Besok."
Sinta mengangguk mengerti dan berjalan ke arah dapur. Sementara David sendiri berjalan ke ruang tengah, bersama kedua putranya. Berjalan dengan perlahan tanpa menggunakan penyangga.
"Asraf gak usah lari lari nanti nabrak Daddy,"
Saudara nya mengingatkan adiknya. David sendiri berjalan perlahan mendudukkan tubuhnya di sofa empuk di ruang tengah. Ia menunggu istrinya pulang dari perusahaan. Biasanya Zoya akan pulang jika makan siang.
Ia merogoh saku celananya mengambil ponsel menghubungi dokter pribadinya, Peter.
"Tak bisakah kau datang hari ini,"
"..."
David menghembuskan nafasnya perlahan, mendengar suara di seberang telpon. Tak lama ia mematikan ponselnya sepihak. Ia sudah tak sabar ingin berjalan normal kembali. Matanya menatap kedua putra kembarnya yang bermain di depannya. Ya ini lah David, saat kembali sadar dari koma. Ia hanya di rumah bersama ketiga anaknya. Bukannya David yang mengasuh mereka, tapi mereka lah yang mengasuh dan menjaganya. Mengingat itu David tersenyum masam. Malu rasanya di asuh oleh ketiga anaknya.
Ia membuka kembali ponselnya, yang bergetar. Tak lama ia mengepalkan tangannya melihat pesan dari Reymond.
"Awas saja, aku tak akan membiarkan kau merebut istri ku."
David mengumpat sendiri, ia tau sejak lama jika Aaron memiliki rasa dengan sang istri. Saat pertama kali Aaron dan ayah nya bertemu Zoya. Rey yang mengatakan jika Aaron mengajak istrinya pergi makan malam. Jelas saja David tau tujuan pria itu. Pria berusia dua puluh sembilan tahun itu diam diam menginginkan istrinya. Tentu saja ia marah, apalagi pria itu masih muda, jauh di bawahnya. Tak hanya muda dia sungguh tampan khas pria timur tengah.
"Brengsek.."
__ADS_1
"Dad.." David mendengus mendengar kedua putranya berseru mengingatkannya.
"Ya.. ya.. Daddy lupa." Mereka kembali diam. Mereka berdua akan menegur David jika mengumpat. Zoya yang mengajari anaknya agar tak mengumpat seseorang, itu tak baik. Itu sebabnya, mereka akan protes jika mendengar Daddy nya mengumpat.
*
Aaron tak berhenti melirik ke arah Zoya. Wanita yang sedang berbicara itu sama sekali tak pernah meliriknya sedikitpun. Dia fokus pada lembar kertas di depannya.
"Cantik,"
Zoya menoleh, mendengar pria di depannya ini membuka suara nya.
"Tuan mengatakan sesuatu.?"
Aaron gelagapan mendengar nya. Ia mengutuk mulutnya yang kelepasan.
"Apa ada yang anda ingin tanyakan tuan." Rey menatap tak suka pada Aaron. Ia juga menatap pria yang berdiri di samping Aaron yang terlihat menyeramkan.
"Tidak ada"
Zoya menggangguk, ia kembali lagi pada lembar kertas di depannya. Sebenarnya ia risih melihat Aaron yang tak mengalihkan pandangannya pada nya. Tapi mau bagaimana lagi, tuan Malik yang mengutus putranya. Mau tidak mau Zoya harus sering berinteraksi dengan nya.
Ponsel Zoya berdering di tas miliknya. Ia tersenyum lebar, pasti suami nya yang menelponnya.
"Ya mas."
Rey tersenyum tipis, melihat wajah merah padam pria di depannya ini. Ia tau Aaron tak suka dan cemburu, melihat David menelpon Zoya.
"Ya mas, tunggu Zoya pulang sebentar lagi meeting selesai, assalamualaikum mas David."
Aaron mengepalkan tangannya mendengar penuturan Zoya. Ia menatap tajam pada wanita di depannya ini. Pulang, pria brengsek itu menyuruh istrinya pulang.
"Sepertinya suami anda tak punya etika. Bagaimana mungkin dia menelpon di saat jam kerja, nona."
Zoya tersenyum manis pada pria di depannya ini. Sementara Aaron yang melihat senyum manis Zoya salah tingkah.
"Maaf tuan, suami saya tak salah, dia punya etika kapan saat dia akan menelpon saya."
Zoya melirik ke arah jarum jam, melihat Zoya yang melirik ke arah kanan, ia mengikuti arah pandang mata Zoya.
"Dua belas.."
Zoya tersenyum dan pamit undur diri meninggalkan Aaron. Aaron sendiri merasa malu, dia mengumpat dirinya yang tak fokus. Hingga wanita di depannya ini mengetahui kebodohan nya.
"Nona, meeting kita belum selesai. Anda tak bisa pergi begitu saja, jangan terlalu meremehkan kerja sama kita, nona. Aku tak akan rugi jika perjanjian kita di batalkan. Tapi bagaimana dengan perusahaan ini."
Aaron tersenyum penuh kemenangan melihat Zoya yang menghentikan langkahnya. Zoya sendiri mengutuk pria di depannya ini. Bagaimana mungkin dia mau membatalkan perjanjian mereka dengan entengnya.
__ADS_1
Dengan berat hati Zoya mengurung kan niatnya.
Melihat Zoya yang berbalik lagi, ia tersenyum pada wanita yang mencuri hatinya.
"Tuan bisa kah kita lanjutkan lagi setelah makan siang. Maaf jika sebelumnya saya lancang, tapi suami saya menunggu saya pulang."
Zoya sendiri menatap penuh harap pada pria di depannya ini. Melihat mata Zoya yang memelas, Aaron menghembuskan nafasnya kasar. Ia tak bisa menolak permintaan wanita cantik incaran nya ini.
"Ya,"
Zoya tersenyum, ia meminta karyawan nya menjamu tamu nya ini. Sementara dirinya akan pulang terlebih dahulu.
"Maaf kan saya tuan." Aaron tersenyum tipis pada Zoya. Tak lama Zoya berbalik meninggalkan Aaron.
"Aku akan memiliki mu nona,"
Aaron tersenyum miring, tak ada yang yang tak bisa ia dapatkan. Ia bisa mendapatkan apa saja termasuk wanita.
Aaron Kenan Galaxy pria yang setiap malam berganti wanita yang menghangatkan ranjang nya. Ia akan membuang wanita seperti sampah. Akibat penghianatan sang istri dua tahun lalu, ia merajalela menjadikan wanita sebagai pelampiasan nya. Istri yang baru saja di nikahi sebulan lamanya berhianat. Dia memanfaatkannya untuk memanjat popularitasnya di dunia modeling.
Tak hanya itu, wanita itu ternyata mempunyai kekasih, dan dia sengaja menjebaknya dulu agar ia menikahinya.
.
Mampir di karya otor yang lainnya ya.
My CEO Love
Hati AZZOYA.
Janda dua kali
__ADS_1
Minta dukungan nya juga❤️