Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
episode. 91


__ADS_3

David menatap wajah tua yang tak berdaya di depannya. Dalam hati kecilnya ia sangat kasihan melihat pria yang menjadikan nya ada di dunia, sekarat seperti ini. Tapi mengingat perlakuannya sangat tidak manusiawi.


" Dav...."


Masih tak bergeming sedikitpun, sudah berkali kali pria di depannya ini mengatakan jika ingin bertemu ibunya. Tapi David sama sekali tak menjawab. Hingga ia melihat pria itu meneteskan air matanya.


Tak lama kemudian David pergi meninggalkan Dewa. Ia mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi menuju rumah mewah nya. David melangkahkan kakinya menuju kamar mommynya.


Tok...Tok....


Sinta menguap berkali-kali, ia menyipitkan matanya melihat sosok David di depan kamarnya.


"Ada apa Dav...?"


"Pria itu,"


Sinta menatap wajah David, ia menunggu siapa yang di maksud dengan pria itu. Tak lama kemudian ia menghembuskan nafasnya perlahan.


"Antar ibu kesana?"


Di sinilah Sinta, di depan pria yang terbaring tak berdaya di ranjang pesakitan. Ia baru tau jika mantan suaminya ini terkena penyakit menjijikkan.


"Apa doaku terkabul, dia benar benar terkena HIV."


"Untuk apa kau mencari ku?"


Dewa membuka matanya perlahan mendengar suara wanita yang di carinya.


Ia menatap wajah cantik yang dulu ia sia sia kan.


"Maaf..."


Sinta tak bisa mendengar suara Dewa. Tapi ia bisa melihat bibir itu bergerak mengatakan maaf padanya.


" Jika aku boleh jujur, aku sangat membenci mu seumur hidupku. Kau sudah memperlakukan aku seperti sampah. Kau juga menyakiti ku seperti budakmu. Dan kau, dengan entengnya meminta maaf pada ku. Apa kau tak malu Dewa."

__ADS_1


Sinta melihat mata Dewa yang tertutup rapat. Tak lama kemudian ia mendengar suara monitor di sampingnya berbunyi nyaring.


Tes....


"Hingga akhir hidupmu pun, kau masih menyakiti ku Dewa."


David menatap nanar punggung kecil ibunya yang bergetar. Ia tau ibunya masih sangat mencintai pria brengsek itu. Jika ia mengijinkan sang ibu kembali bersama suaminya, mungkin juga wanita yang menjadi ibunya ini akan melakukannya. Ia tak perduli jika setiap hari ia di siksa dan menjadi pelampiasan nafsu bejatnya. Tapi David yang tak mengijinkan ibunya menjadi budak pria yang baru saja menghembuskan nafasnya untuk terakhir kalinya.


Sinta berbalik dan mendapati David di depannya. Ia menatap wajah putra kandungan nya yang selama ini menjadikannya kuat dalam hal apapun.


"Maafkan David mom.."


Sinta memeluk tubuh putranya, ia menangis di dada David, mengeluarkan isak tangisnya yang selama ini ia pendam.


*


David menatap gundukan tanah merah di depannya. Di sampingnya ibunya masih menangisi pria brengsek yang menjadi ayah nya.


" Mom..."


"Maafkan ayahmu Dav, ibu mencintai nya."


" Kita pulang mom,"


Sinta melangkah lesu menuju kamar nya berada. Sementara Zoya yang berpapasan dengan ibu mertua nya itu hanya menghembuskan nafasnya perlahan.


" Mas..."


David memeluk tubuh istrinya, ia menyandarkan kepalanya di bahu Zoya. Sementara Zoya sendiri mengelus punggung kokoh David. Ia tau suami dan bundanya sebenarnya menyayangi pria itu. Tapi mungkin rasa sayang itu tertutup oleh kecewa dan sakit hati. Zoya sendiri baru satu kali melihat wajah pria yang menjadi mertua nya itu.


"Aku mencintaimu mas,"


David melepaskan pelukannya pada istrinya. Ia menatap wajah cantik Zoya, ia tau Zoya saat ini sedang menghiburnya.


"Apa aku_"

__ADS_1


Sutttt...


"Mas David tidak jahat, jangan terlalu di pikirkan mas. Bunda tidak menyalahkan mas David, percayalah. Bunda hanya ingin sendiri dulu." David mengangguk dan ia berjalan ke arah kamar mandi.


Malam harinya, David termenung di kursi kerjanya. Ia tak menyangka jika ibunya masih mencintai pria brengsek itu. Tak lama kemudian ia mengusap wajahnya kasar. Dan berjalan keluar ia kaget melihat sang ibu sudah di depannya.


" Mom..."


Sinta tersenyum melihat putranya. Ia tau David memberikan yang terbaik untuk nya. Tak lama kemudian ia memeluk tubuh tinggi David.


"Maafkan bunda Dav, bunda tak menyalahkan mu. Bunda hanya tak tau harus apa. Bisakah kau ijinkan bunda pulang Dav. Bunda ingin menghabiskan waktu sendiri dulu. Bunda akan pulang jika bunda sudah bosan disana."


Sinta terkekeh kecil, mencoba menghibur diri nya sendiri. Terlalu sakit mengingat penghianatan almarhum suaminya sendiri.


"Tapi_"


"Bunda baik baik saja, percaya lah."


Sinta menyakinkan David, ia tak ingin David merasa bersalah atas kejadian ini. Ia sendiri ingin menyendiri terlebih dahulu. Ya sebulan yang lalu David telah membeli rumah Dewa. Rumah yang di jual oleh Dewa sendiri karna terlilit hutang. Tapi Dewa tak tau jika putranya sendiri yang membelinya. David juga tak ingin pria itu tau jika dialah yang sudah membantunya. David tak ingin rumah yang pernah ia tinggali bersama ibunya menjadi milik orang lain. Ia yakin ibunya juga tak akan rela.


"Ibu akan ke sana bersama mbok Minah, bunda akan baik baik saja." Lagi lagi Sinta menyakinkan putranya.


David mengangguk mengiyakan.


Di luar pintu Zoya melihat interaksi ibu dan juga suaminya. Rupanya kemewahan tak menjamin keluarga suaminya bahagia. Salah satu nya adalah bundanya. Dia memendam juga rasa sakit hati terhadap suaminya. Hingga meregang nyawa pun, bunda masih mencintai nya. Itu artinya ia dan bunda sama sama wanita yang menjadi korban perasaan cinta terhadap seorang pria.


Zoya terkekeh sambil mengusap air matanya yang mengalir. Ia bersyukur masih mendapatkan pria baik seperti suaminya yang sekarang. Tapi tidak dengan bunda, wanita itu menutup dirinya hingga dia tua.


*


Rania menatap pria yang baru saja keluar dari mobilnya. Ya saat ini Erick dan keluarga nya akan pindah ke ke kota X. Mereka sudah menjual mension mewah yang ia tinggali. Akibat Rania putrinya, Erick jatuh merangkak di bawah. Padahal satu tahun belakangan ini, perusahaan yang tadinya hampir bangkrut sudah mulai stabil. Tapi lagi lagi Rania berbuat ulah dan kali ini David tak memberinya kesempatan.


" Tuan semua sudah siap..?"


Mereka semua menaiki mobil yang di kendarai oleh Bimo. Ya Bimo, sudah lebih tiga tahun lamanya, ia bekerja dengan Erick. Itu sebabnya ia tak rela jika Zoya harus menikah dengan mantan tunangan anak majikannya. Ia baru tau saat berita itu terkuak di publik, jika David membatalkan pernikahan nya dengan wanita yang duduk di kursi belakang.

__ADS_1


Mereka sendiri tak tau jika Bimo mengenal Zoya. Bagi Bimo sendiri itu tak penting.


Sementara di belakang Rania menatap pria yang sudah lama mengikuti ayahnya. Ia pikir pria itu akan pergi mencari pekerjaan lainnya ketika ayahnya bangkrut. Ternyata Bimo masih mengikuti mereka dan sekarang justru menjadi supir. Dari karyawan sang ayah kini menjadi supir ayahnya, yang sudah seminggu ini.


__ADS_2