Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
episode. 69


__ADS_3

Zoya menyipitkan matanya, terkena sinar matahari yang masuk melewati jendela. Tangan nya meraba raba di samping, tak lama kemudian keningnya mengkerut tak mendapati suaminya.


Kemudian ia membuka matanya lebar-lebar mengingat jika hari ini adalah hari pesta pertunangan suami dan Kartika. Ia lalu mendudukan tubuhnya, matanya melirik ke sana kemari mencari keberadaan David.


Tes....


Zoya tak bisa membendung air matanya begitu saja. Ia sendiri di kamar rawat ini. Itu artinya suaminya sudah pergi meninggalkan dirinya. Dia pergi bertunangan dengan wanita lain.


Zoya jangan biarkan suami mu di rebut oleh wanita lain lagi. Jangan lemah dia suami mu...


Tak lama kemudian ia melepaskan jarum infus di tangan nya. Ia akan pergi ke pesta pertunangan mereka. Akan membawa suaminya kembali padanya. Tak perduli dengan status dirinya yang hanya siri. Dia tetap istri sah nya. Padahal Zoya sendiri tak tau dimana pesta pertunangan itu di gelar.


Ssstttt...


Ia mendesis merasakan sakit saat melepaskan jarum infus di tangan nya.


"Mas David gak boleh ninggalin Zoya. Mas David milikku, meski mas David menikahi Zoya secara siri aku tetap istrinya."


Sambil menangis segukan ia menurunkan kakinya pada lantai dingin dan berbicara sendiri. Sementara di luar pintu...


Deg.....


Dada David seperti di hantam batu besar. Mendengar istrinya menangis yang mengatakan jika dia istri siri nya. Matanya memerah menahan tangis. Jadi ini yang Zoya takutkan selama ini. Zoya mengatakan jika dia istri sirinya. David mengusap pipinya yang basah. Ia baru ingat, jika itu memang benar. Mereka menikah siri dan ia belum mendaftarkan pernikahan mereka. Ia sama sekali tak ingat, dengan semua ini. Rasa bahagia yang telah menemukan Zoya dan menikahinya. Membuat ia lupa dengan hal penting ini.


"Mass....."


Zoya memekik saat membuka pintu mendapati David di depan pintu. Ia menubrukkan dirinya memeluk tubuh tinggi David. Dan David sendiri melingkarkan tangannya pada Zoya. Ia sungguh bodoh, tak tau dengan istrinya sendiri yang mungkin saja berpikir ia telah membohonginya.


"Mas, jangan tinggalkan Zoya. Aku mencintaimu mas....."


Zoya mengungkapkan perasaannya pada David sangat lirih bahkan hampir tak terdengar efek menangis. Tapi David dapat mendengar dengan jelas Zoya mengatakan jika dia mencintai nya. David mengeratkan pelukannya pada istrinya. Ia menyesali perbuatannya yang bodoh. Ia yakin karna ini Zoya memancingnya agar marah. Hingga ia menyentuh Zoya brutal dengan bercinta kasar. Pasti istrinya sangat kesakitan.


"Mas jangan tinggalkan Zoya... Kumohon, Almira menyayangimu. Maafkan aku yang serakah, tapi Zoya tak ingin berbagi."


David melepaskan pelukannya, tangan nya menangkup wajah cantik istrinya, yang sudah tak sepucat kemarin.


"Aku tak akan pernah meninggalkan mu Zoya. Maafkan aku, aku juga mencintaimu."


Cup....

__ADS_1


Rasa membuncah mendengar istrinya mencintai nya. Ia labuhkan ciuman panasnya pada bibir Zoya. Ia bahkan tak ingat sedang di mana. Memperdalam ciuman panas nya, mengobrak abrik rongga mulut istrinya.


Hemm..


Rey salah tingkah, yang berdiri tak jauh dari pasangan suami istri tersebut. Apa tuannya itu lupa padanya. Bukankah mereka berdua dari tadi duduk di sini. Dan baru saja membicarakan perusahaan bersama. Lalu kenapa tuannya harus lupa, jika ia masih di sini, dan menunggu nya.


"Apakah aku tak terlihat oleh tuan dan nona.?"


Rey bergumam lirih, menyadari jika memang ia mungkin tak terlihat oleh mereka.


Ia lalu membalikkan tubuhnya tak ingin melihat aksi tuannya. Tapi matanya melotot melihat nyonya besar bersama dengan anak kecil, dan itu putri sambung tuannya.


" Nyonya...."


Sinta melirik tajam ke arah asisten putranya. Ia sungguh geram melihat David dan Zoya berbuat mesum di luar. Dan Rey hanya diam saja.


"Unda, addy..."


Zoya dan David berjengit lalu melepaskan tautan bibir masing-masing. Tak lama kemudian wajah Zoya memerah, mendapati mertuanya dan asisten suaminya ada di sini. Apalagi mereka baru saja berciuman.


"Kalian bisa melakukan nya di dalam.!"


"Unda ngapain sama addy tadi?"


Zoya bertambah kikuk mendengarnya. Ia melirik ke sana kemari, tak lama kemudian ia menunduk lebih dalam lagi karena malu. Sadar jika dirinya ada di luar, meski tak ada orang di sana karna ini ruangan VIP. Tapi tetap saja Rey dan bundanya memergoki dirinya.


"Sayang nya Daddy, kangen gak sama Daddy.?"


David meraih putrinya dan menggendongnya.


Almira mengangguk mengiyakan, ia lalu mengalungkan tangannya pada leher David. Hari ini Sinta dan Almira menjemput Zoya kembali pulang ke rumah.


*


"Mas David, hmm."


Zoya menggigit bibir bawahnya, sudah satu jam lamanya mereka sampai di rumah. Tapi David dan bundanya masih di sini. Apalagi ini sudah siang, bagaimana dengan pertunangan suami nya.


"Ada apa sayang..?"

__ADS_1


Zoya menggelengkan kepalanya, ia tak ingin David marah padanya. Keberaniannya tak ada saat ia berhadapan langsung dengan David. Apalagi melihat mata tajam suaminya.


"Ada apa sayang, hmm. Katakan saja, kau ingin pergi ke pesta pertunangan nya.?"


David memeluk tubuh ringkih istrinya dari belakang, melingkarkan tangannya pada perut istrinya. Matanya terpejam, menyesali kebodohannya sendiri. Di sini, di perut istrinya, kemarin ada buah cintanya bersama Zoya. Dan dia sendiri yang menyakiti istri dan anaknya sendiri.


Tubuh Zoya menegang mendengar penuturan David. Tak lama kemudian ia menggelengkan kepalanya lagi.


"Apa mas David, belum ingin pergi ke sana, aku_"


"Kita tak akan pergi, kau baru sembuh sayang, maafkan mas yang sudah menyakiti mu. Mas sungguh mencintaimu Zoya."


Zoya membalikkan tubuhnya menghadap David. Ia menatap mata suaminya yang basah. Sekali kedip pasti air mata itu langsung jatuh.


"Zoya tak apa apa sendiri,"


David mengerutkan keningnya mendengar penuturan Zoya. Tak lama kemudian ia menghembuskan nafasnya perlahan.


"Aku suami mu bukan, apa kau ingin aku datang kesana?"


Zoya menggelengkan kepalanya, ia menunduk takut.


"Kartika sudah menikah, tapi bersama kekasihnya sendiri." Zoya mendongak menatap wajah suaminya.


"Jangan pikirkan itu sayang, kau harus beristirahat. Tak ada yang akan mengambil suamimu. Aw sayang kenapa di cubit?"


David terkekeh kecil melihat wajah istrinya yang memerah. Ia mendudukkan istrinya lalu membaringkan nya lembut. Ia tak ingin Zoya lelah, dia baru saja keluar dari rumah sakit.


*


"Sah...."


Kartika tak bisa membendung air matanya yang mengalir, mendengar kata sah di telinga nya langsung.


Pesta yang seharusnya menjadi pesta pertunangan nya dengan David, justru menjadi pesta pernikahan nya dengan Reza. Ia tak menyangka akan langsung menikah hari ini.


Lima hari yang lalu, Reza nekat mengatakan pada orang tuanya. Jika dia sudah mengambil kehormatan nya.


Alhasil Daddy nya kembali drop lagi, karna mendengar dirinya yang sudah tak perawan.

__ADS_1


Dan mommynya mengatakan jika Reza harus menikahi nya langsung. Padahal Kartika hanya ingin bertunangan saja. Belum ingin terikat tali pernikahan.


__ADS_2