Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
episode. 51


__ADS_3

"Rindu, ..."


Cih..


"Keluar dari sini!"


"Dav..."


"Jangan pernah memanggil nama ku, keluar.."


David membentaknya, ia tak perduli siapa dia. Kecewa dan marah selalu menguasai nya. Apalagi jika mengingat perlakuan pria di depannya ini. Ingin sekali ia mencekik lehernya. David tau pria ini seperti apa di luaran sana. Pria yang sialnya ayah kandungnya sendiri.


Sementara Dewa terkekeh kecil, ia tak menyangka David masih sama. Dia memang benar-benar tak berubah.


"Kau memang benar benar darah daging ku."


"Brengsek sialan...."


Brakk...


David emosi mendengar kenyataan jika ia adalah putra dari pria brengsek seperti nya.


Sedangkan Dewa tertawa terbahak bahak melihat wajah merah David.


Rey dari luar membuka pintu, ia sudah tau pasti akan seperti ini. Ia juga mengumpat pria tua itu. Ia sendiri merasa muak melihat wajah dan tingkahnya, apalagi tuan David.


" Kapan kau akan menikah Dav. Aku akan mencari kan wanita yang cocok untuk mu. Jangan wanita yang miskin, mereka hanya akan mengeruk harta mu. Wanita begitu banyak di luaran sa_"


Sebelum Dewa menyelesaikan kata-katanya. David lebih dulu memotong nya.


"Tentu saja banyak, karna mereka semua adalah bekas mu."


Mendengar kata David, Dewa tertawa terbahak hingga memenuhi ruangan David. Tentu saja sebagai laki-laki ia bangga menjadi pria paling tangguh.


David mengepalkan tangannya melihat wajah puas pria di depannya. Jika bukan ayahnya David sudah dari dulu membunuh pria brengsek ini.


"Keluar dari sini..?"


David masih bersikap sabar, menunggu pria di depannya ini tau diri.


"Beri tau Daddy wanita seperti apa yang kau inginkan. Daddy akan mencarikan untuk mu! Yang pasti bukan wanita miskin seperti Zoya..."


David mengeratkan rahangnya, mendengar nama Zoya keluar dari mulut pria itu.


"Wanita itu sama sekali tak pantas untuk mu Dav. Apalagi dia adalah janda." Lanjutnya lagi.


"Keluar...!"


"Aku tidak pernah setuju kau menikahi dia?"

__ADS_1


Masih tak tau malu, Dewa bersikap seolah tak senang, jika ia memiliki menantu seperti Zoya.


David berang mendengar nya, ia maju dan mencekik leher Dewa hingga pria tua itu melotot.


Rey dengan sigap, mencoba melepaskan tangan David dari leher Dewa.


"Tuan, anda bisa membunuhnya!"


Brukk...


"Seret keluar dia..."


Dewa menatap tak percaya pada David. Baru kali ini anaknya bersikap kurang ajar terhadapnya. Dan itu gara gara membela wanita yang bernama Zoya.


"Sampai kapanpun Daddy tak akan pernah menyetujui pernikahan mu dan wanita itu.!"


"Kau pikir aku perduli brengsek,"


"Tuan sebaiknya anda keluar,"


Rey dengan sigap menyeret pria tua yang menjadi ayah kandung tuannya. Dan Dewa mau tak mau mengikuti langkah Rey.


Sampai di luar, Dewa langsung pergi meninggalkan gedung tertinggi milik David. Ya dia akui, David benar benar pria yang luar biasa. Ia mendirikan perusahaan ini tanpa bantuan orang lain. Apalagi bantuan dari nya.


Sebagai seorang ayah, dia tak mau anaknya mendapatkan barang bekas. Wanita itu sungguh tak cocok untuk putranya. Seminggu yang lalu ia baru tau pernikahan David dan wanita yang bernama AZZOYA. Sungguh dia bukanlah wanita pilihan nya.


Brukk..


Dewa menggelengkan kepalanya, di tabrak oleh gadis cantik. Dan tak lama gadis itu berlalu begitu saja.


Kartika sungguh ingin menemui David. Ia akan bicara tentang pertunangan mereka. Dari lobi tadi ia sudah tak di izinkan masuk. Mereka bilang tak mau ambil resiko jika mengijinkan seseorang yang tak membuat janji terlebih dahulu. Tapi ia nekat menerobos begitu saja. Ia tak perduli jika mereka di pecat, karna dia yang memaksa masuk.


Clek....


Kartika mengedarkan pandangannya melihat kertas yang berhamburan di lantai. Ada apa,?


Sedangkan David menatap sinis wanita yang datang tanpa di undang.


"Kau sungguh tak sopan nona,"


Kartika menggigit bibir bawahnya gugup. Tangannya saling meremas, takut melihat wajah tak bersahabat David. Tentu saja pria itu tak suka, ada yang masuk tanpa mengetuk pintu. Tapi ia sudah tidak sabar untuk segera menanyakan, kenapa David mempermainkan nya.


Ia juga sudah tau, David tak pernah sekalipun menyambutnya baik. David akan selalu menampilkan wajah datarnya padanya. Tapi tidak dengan yang ini, dia seperti di kuasai oleh amarah nya.


"Dav aku mau tau, kenapa kau tega memberikan harapan palsu padaku? Apa kurang dan salahnya aku."


Kartika sungguh menghiba pada David. Semoga saja David terketuk hatinya untuk melanjutkan pertunangan mereka.


"Beri tau aku, kau mau apa? Asal jangan permalukan aku di depan banyak orang. Apalagi Daddy ku sudah menyebarkan undangan untuk pertunangan kita."

__ADS_1


Kartika mengusap pipinya yang basah. Ia tak bisa membayangkan bagaimana jika David benar benar akan membatalkan pertunangan mereka. Sehari setelah undangan itu di sebar, mereka baru mengetahui bahwa David sudah menikah. Dan ayah nya langsung jatuh sakit.


David mengeraskan rahangnya, entah dia harus marah dengan siapa. Tak mungkin dia akan memarahi ibunya.


Ibunya memang sudah mengatakan jika ia akan di jodohkan dengan Kartika. Tapi ia tak pernah mendengarnya. Dan Kartika beserta keluarganya akan menggelar acara pertunangan yang mewah.


"Kau tau nona, aku tidak pernah menyetujui pertunangan kita. Aku sama sekali tak mengenalmu."


"Tapi ibumu yang menyetujui pertunangan kita Dav."


"Keluar.."


Kartika menatap wajah David iba. Ia tak boleh pergi dari sini sebelum mendapatkan jawaban yang pasti.


"Bagaimana dengan orang tua aku Dav. Mereka sakit seminggu yang lalu karna memikirkan pertunangan kita.!"


"Brengsek, apa kau benar benar tuli nona. Aku sama sekali tak tau menau. Dan kau sendiri yang membuat pesta nya, lalu kenapa kau harus menanyakan nya padaku."


David terpancing emosi, ia muak melihat Kartika yang bicara tak masuk akal.


"Tapi ibumu yang mengatakan nya, dia menyetujui pertunangan kita Dav."


Kartika masih kekeh David harus menyetujui pertunangan mereka. Ia ingin David menjadi suami nya.


"Keluar..."


Kartika berjengit kaget mendengar bentakan keras David. Tubuhnya bergetar menahan takut. David melangkah mendekati nya.


***...


Kartika meringis menahan sakit di lengannya. Akibat mencengkram erat tangan David.


"Keluar dari sini, selagi aku berbaik hati padamu. Jika orang tua mu sakit, itu bukan urusan ku."


Kartika terhuyung kebelakang, hampir saja ia berakhir di lantai dingin. Jika tak ada kursi di belakangnya. David lalu mencuci tangan nya, lalu mengelapnya dengan tisu.


"David kau tak bisa memperlakukan aku seperti ini."


"Nona sebaiknya anda pergi dari sini. Sebelum tuan David benar benar marah."


"Dav bisakah kita tetap melanjutkan pertunangan kita."


"Nona.."


Kartika melirik ke arah Rey. Ia lalu berbalik meninggalkan kedua pria itu. Harus dengan cara apa ia menyakinkan agar David tak membatalkan pertunangan mereka.


.


.

__ADS_1


__ADS_2