Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
episode. 56


__ADS_3

"Ya Tika, tante yang akan menanggung biaya pengobatan ayahmu."


Kartika menggeleng kan kepalanya mendengar kata ibu David. Bukan ini yang ia mau. Apa boleh buat, ia akan mengikat David apapun caranya.


"Tante, apa David benar benar tak bisa bertunangan dengan Tika. Setidaknya hanya untuk reputasi Tika dan David. David akan di cap buruk, oleh rekan bisnisnya. David sudah dua kali mempermainkan wanita. Apa tante tak merasa bersalah juga."


Kartika mendongak lalu berdiri dari tempatnya. Sementara Sinta mendesah lirih, ia sudah menduga jika Kartika tak akan menerima keputusan nya.


*


Nafas keduanya saling memburu, David menatap wajah lelah Zoya. Ia terkekeh sambil mengusap kening Zoya yang di banjiri keringat.


Wajah Zoya memerah menahan malu, saat sadar ia masih di kamar putrinya. Dia menjerit dan mendesah tanpa tau, bagaimana jika putri nya bangun. Apalagi saat ini tubuh mereka berdua masih polos dan menyatu.


"Mas.."


"Apa..?"


David justru menggoda Zoya, tau jika Zoya pasti masih malu. Tangan nya meraba lagi dua gunung kembar yang sudah belang. David meremasnya lagi, dan memainkan ujungnya.


"Masss...."


Zoya melenguh sambil berteriak kecil. Sedangkan David terkekeh lagi, ia lalu melepaskan penyatuan mereka berdua.


"Untung Al tak bangun sayang!. Kalau bangun bagaimana kita menjawabnya."


David terbahak mendapatkan cubitan kecil dari istrinya. Ia juga tak menyangka akan bercinta di hadapan putrinya. Kemarin saja waktu mereka berciuman ia tak tau mau menjawab apa?. Bagaimana dengan yang ini, lebih gila lagi.


" Sayang kau ke kamar dulu, hm.. Aku akan turun ke bawah ambil minum."


Zoya mengangguk mengerti dan berjalan ke kamarnya. Sementara David turun ke bawah, berjalan ke arah dapur. Sebelum sampai dapur, telinga nya mendengar suara wanita yang sedang menangis. Tak mungkin itu suara ibunya. David membelokkan dirinya ke arah sumber suara, dan itu ada di ruang tamu.


"Ada apa?"

__ADS_1


Suara Bas David mengagetkan mereka berdua. Begitupun dengan David sendiri, kaget melihat Kartika ada di rumahnya malam malam. Ia pikir siapa wanita yang bersama ibunya. Mau apa dia ke rumah nya malam malam.


Sedangkan Kartika yang melihat David langsung mengusap wajahnya. Membuang rasa takut pada David.


"Dav, kamu tak bisa membatalkannya begitu saja. Daddy ku sakit, dia terkena stroke. Jangan seperti ini padaku Dav. Kau juga tak bisa membatalkan begitu saja, kau pasti tau jika itu akan berdampak pada perusahaan mu. Apalagi kau sudah pernah membatalkan pernikahanmu Dav. Lagipula ini baru bertunangan, setidaknya kau pikirkan lagi."


Tanpa berbasa-basi Kartika mengungkapkan perasaan nya. Matanya tak berani menatap mata tajam David.


"Jika Daddy mu sakit itu bukan karna diriku. Lagi pula pernikahan ku yang gagal juga itu bukan urusan mu Kartika."


David berteriak keras hingga menggema di sudut ruangan. Nafasnya memburu karna Kartika mengusik dan mengancamnya. Bukan karna ia takut jika Kartika menjatuhkan harga dirinya. Tapi ini tentang ibunya. Ya ibunya yang menerima perjodohan ini. Ia tak mau masyarakat atau pun media menjelekkan ibunya.


"Gak Dav, Daddy ku sakit karna kau yang membatalkan pertunangan kita."


Biarkan saja ia mengemis pada David, pada dasarnya ia memang mencintai nya.


"Lalu kau mengancam ku," David tersenyum miring, melihat wajah Kartika, yang ragu.


Ia lalu pergi meninggalkan rumah mewah David. Sedangkan David yang mendengar ancaman Kartika mengepalkan tangannya.


"Maaf, ini salah bunda.!"


David menghembuskan nafasnya perlahan. Perasaan bahagia nya usai bercinta dengan istrinya, ternyata di kacau kan oleh kedatangan Kartika.


Sementara di sudut ruangan Zoya tak sengaja mendengar mereka. Ia tadi turun ke bawah menyusul suaminya karna merasa lapar, usai bercinta tadi. Ia lalu berbalik pergi, tak ingin David dan bundanya menyadari kehadiran nya.


"Bunda akan mengklarifikasi tentang pembatalan pertunangan kalian. Bunda juga tak mau melihat Zoya menderita lagi. Kau tau dia seperti bunda Dav. Maafkan bunda, bunda yang menerimanya tanpa bertanya dulu padamu. Bunda juga yang akan mengklarifikasi nya sendiri."


David menatap wajah cantik ibunya nanar. Sebenarnya ia juga ikut bersalah, karna menikah tak memberitahukan pada mommynya. Biar bagaimanapun juga David lah yang bersalah. Bagi David mommy nya adalah wanita paling berharga sebelum Zoya tentunya. Wanita ini yang mengasuh dan mendidik dirinya sampai menjadi pria sukses. Dia tak menikah lagi, karna ingin membahagiakan dirinya tentunya. Penghianatan Daddy nya pada mommynya sungguh membekas di hati sang mommy.


Di kamar, Zoya menatap lurus ke depan. Bagaimana jika pernikahan nya gagal lagi. Jangan sampai kemewahan yang David berikan padanya, membuatnya bersikap egois.


Bagaimana jika wanita itu menginginkan suaminya, apa dia akan memberi restu suaminya menikah lagi. Tapi suaminya jelas tak mencintai wanita itu. Lalu bagaimana, jika bunda yang memaksa David menikahi wanita itu. Sedangkan ia dan David hanya menikah di bawah tangan. Cinta bisa datang kapan saja. Seperti dirinya, yang tak mencintai David.

__ADS_1


Tapi entah mengapa akhir akhir ini ia selalu ingin di dekat dengan pria itu. Tak ingin kehilangannya, tak ingin David mengabaikan nya. Apa ini yang namanya cinta?.


Lamunan Zoya buyar, saat tangan kokoh melingkar di pinggang ramping nya. Dan itu tangan suaminya, David.


"Jangan memikirkan sesuatu yang tidak penting. Aku tak akan bertindak bodoh."


Zoya berbalik dan mendongak menatap wajah tampan nya.


"Maaf aku tak sengaja mendengar nya."


David tersenyum, ia lalu mengecup kening istrinya. Ia tau ketakutan Zoya, ia mana mau bertindak bodoh lagi.


"Percayalah padaku. Apapun yang terjadi, aku tidak akan menduakan istri ku. Sampai maut memisahkan, istri ku hanya satu."


Zoya masih menatap lekat wajah David. Benarkah kata suaminya, bolehkah ia senang.? Tapi bagaimana dengan wanita itu. Jelas saja wanita itu akan menggelar pesta pertunangan. Sedangkan dia, menikah diam diam dengan David dan hanya di bawah tangan. Apa David benar benar akan menepati janjinya.


"Jangan memikirkan hal lain nya, aku suamimu."


Zoya menggigit bibir bawahnya, ia ingin menangis mendengar David yang selalu sabar. Padahal yang dia tau ia tak mencintai nya.


"Mas..."


"Tidurlah sayang, hari sudah malam..."


Tanpa banyak bicara Zoya mengangguk mengiyakan. Padahal ia ingin mengatakan jika ia mencintai nya. Ia tak ingin David berpaling dari dirinya.


David membawa Zoya ke ranjang besarnya. Mereka tidur saling berpelukan. Dan Zoya langsung memejamkan matanya tidur, meski pikiran nya masih memikirkan hal lain.


Sementara Kartika, mengusap dadanya yang berdetak. Ya dia sangat takut dan gugup. Apalagi David tau jika ia gugup tadi. Tapi ia harus melakukan apa saja. Ia tak ingin di permalukan begitu saja oleh David. Ia tak ingin menanggung malu.


.


.

__ADS_1


__ADS_2