Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
season 2. 57


__ADS_3

Aaron keluar dari ruang pribadi nya, pergi ke lobi di mana Nathan sudah mengumpulkan semua karyawan nya. Ia tak akan membawa Almira datang ke sana. Selain alasan dia yang sedang tidur, karyawan nya juga sebagian besar adalah pria. Ia tak ingin Almira di tatap oleh para karyawan nya.


Semua karyawan yang melihat CEO mereka datang di hadapan mereka menunduk. Sebagian karyawan ada yang merasa takut saat menyadari untuk apa mereka ada di sini. Mereka Ingat pagi tadi saat mereka menatap dan menggosipkan CEO mereka bersama dengan gadis belia yang memakai penutup kepala. Takut akan di hukum dan di usir dari tempatnya bekerja, tak hanya itu tuan Aaron bisa saja membunuhnya kapan pun dia mau.


Tak.....


Terlihat sebuah gambar yang sangat besar di hadapan mereka menyala. Mereka semua mengalihkan pandangannya pada tembok lobi yang menampilkan sosok gadis belia memakai penutup kepala. Tak lama kemudian gambar kembali lagi menghilang.


"Apa kalian bisa melihatnya,?"


Tak ada yang menjawabnya, mereka semua menunduk takut. Apalagi sebagian karyawan yang tadi melihat CEO mereka dan gadis dalam gendongan nya. Mereka yakin jika gadis itu yang terlihat di layar barusan.


" Dia istriku, perlakukan dia dengan baik di perusahaan ini, apa kalian mengerti.!"


Mereka semua shock saat mendengar jika gadis belia itu adalah istri dari CEO mereka. Apalagi mereka sama sekali tak tau kapan CEO mereka menikah, kenapa mereka tak ada yang tau. Tak mungkin rasanya jika tuan Aaron Kenan Galaxy tak mengadakan pesta pernikahannya. Dan setaunya, wanita cantik yang berprofesi sebagai Disainer lah calon istri CEO mereka dan bukan wanita dengan penutup kepala.


Aaron mengeraskan rahangnya saat tak mendengar jawaban mereka.


"Apa kalian mengerti,"


Suara Aaron menggelegar di lobi perusahaan, emosi saat tak mendapatkan jawaban karyawan nya.


"Ya tuan.."


Aaron berbalik dan melangkah ke ruang pribadi nya, ia tak perduli dengan mereka yang bertanya tanya, kapan ia menikah, pertanyaan itu tak penting untuk nya. Hanya Almira yang penting dalam hidupnya, ia belum mau mempublikasikan Almira di hadapan dunia. Takut jika mereka mengincar Almira, cukup ia mengatakan pada karyawan nya saja, agar mereka memperlakukan Almira seperti mereka memperlakukan nya.


*


Queen mengeratkan genggaman nya pada stir kemudi. Aaron sudah keterlaluan padanya. Dia tak mengijinkan masuk ke perusahaan nya sekarang.


"Gadis sialan, aku akan menghancurkan mu, tunggu pembalasanku."

__ADS_1


Queen melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju apartemen miliknya. Ia tak boleh kalah dengan gadis belia itu. Ia harus bisa menyingkirkan Almira di sisi Aaron, Aaron hanya milik nya.


Queen berjalan lunglai menuju apartemen miliknya. Ia sudah tak tau lagi harus melakukan apa untuk mendapatkan Aaron kembali menjadi miliknya.


Tanpa melihat kamar nya Queen mendorong pintu begitu saja saat tau jika pintu terbuka sedikit, ia berpikir jika asisten nya lah yang datang . Tak lama kemudian ia terbelalak saat menyadari jika ini bukanlah apartemen miliknya.


Apalagi saat melihat dua insan yang berbeda, sedang bercumbu di sofa. Seketika nafas Queen memburu, milik nya berkedut saat melihat bibir mereka bertaut. Ia berbalik takut jika mereka menyadari nya.


Sedangkan pria yang bercumbu dengan wanita di pangkuannya tau jika ada seseorang masuk ke dalam apartemen milik nya.


Tak lama kemudian ia melepaskan ciumannya dengan wanita di pangkuannya.


"Kau mengganggu ku nona."


Tubuh Queen menegang, ia berbalik lagi dan menunduk.


"Maaf saya salah masuk kemari, apartemen milik ku di sebelah."


Queen berbalik lagi dan pergi secepat kilat ia mengumpat dirinya yang bodoh. Kenapa ia bisa salah masuk ke apartemen milik orang lain. Ia pikir pintu apartemen miliknya terbuka karna adanya asisten nya datang, ternyata dirinya datang ke tempat orang lain.


"Pergilah.."


Wanita itu mengangguk mengiyakan, ia mengambil uang yang di sodorkan padanya lalu meninggalkan pria yang membayarnya. Padahal ia baru saja datang dan belum melakukan apa-apa.


Pria itu berdiri keluar dari apartemen milik nya, ia yakin jika apartemen milik wanita itu ada di sebelah nya. Ia melangkah mendekati pintu apartemen yang tak jauh dari apartemen nya.


Ting Tong...


Queen yang baru saja melemparkan tas nya dan duduk di sofa mengerutkan keningnya. Ia berdiri ke arah pintu dan membukanya, seketika matanya terbelalak melihat pria yang baru saja bercumbu dengan wanita di apartemen nya.


"Tuan,..."

__ADS_1


Queen menunduk, takut jika pria ini marah padanya karna ia yang mengganggunya.


"Maaf nona, ku pikir kau juga sama dengan ku."


Queen tak mengerti apa yang di katakan dengan pria di depannya ini. Tak lama kemudian, ia menerobos masuk dan mendorong Queen begitu saja yang membuat Queen kaget.


"Hey, apa yang kau lakukan brengsek."


Teriak Queen pada pria di depannya ini, ia beringsut menjauh dari nya. Tapi tangan nya di tarik paksa dan Queen di dorong di atas sofa lalu menindihnya.


" Aku tau kau menginginkan pria menyentuh mu nona. Aku sudah mengusir wanita yang bersama ku tadi. Itu semua karena kau, jadi kau harus membayar nya nona."


Cup....


Queen meronta di bawah kungkungan pria tak dikenal nya. Tapi tak lama kemudian Queen melenguh merasakan panas di tubuhnya yang meningkat, akibat sentuhan bibir dan tangan pria yang tak di kenalnya. Apalagi ia sudah lama tak mendapat kan sentuhan seorang pria di tubuhnya. Terakhir bercinta dengan Aaron dulu di ruang CEO milik Aaron.


Pria itu tersenyum penuh kemenangan mendengar lenguhan Queen.


"Ahhh..."


Queen mendesah saat tangan itu masuk kedalam rok milik nya.


"Nona apa kau menginginkan ku, milikmu sudah basah."


Queen mengangguk mengiyakan. Ia merindukan sentuhan tangan pria di tubuhnya. Apalagi saat tangan pria itu menyentuh inti tubuhnya. Seketika tubuhnya semakin panas dan menginginkan lebih. Ia baru merasakan saat milik nya di belai dengan tangan, Aaron tak pernah melakukannya, Aaron tak pernah menyentuh milik nya dengan tangan nya.


Pria itu tersenyum, tanpa menunggu lama ia melepaskan semua pakaian yang menempel di tubuhnya nya. Tak lama ia melepaskan kain yang menempel di tubuh Queen. Queen sendiri merasa terbang melayang mendapatkan sentuhan tangan di tubuhnya.


Tangan itu bergerilya kesana-kemari dan masuk ke dalam miliknya yang basah dan lembab. Ia mendesah hebat di bawah kungkungan pria yang tak di kenalnya. Queen tak pernah, merasakan bercinta senikmat ini dengan Aaron. Aaron tak pernah membuka pakaian milik nya, apalagi sampai mendaratkan tangan nya di bukit milik nya yang basah dan lembab.


Jeritan dan ******* Queen, pertanda jika Queen sangat menikmati percintaan panasnya.

__ADS_1


Hingga satu jam lamanya mereka baru mengakhiri percintaan panas mereka di kamar Queen. Ya mereka bercinta dari ruang tamu pindah ke kamar Queen.


.


__ADS_2