Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
episode. 72


__ADS_3

David menatap tajam wajah Luna yang telanjang, dan hanya memakai kain tipis.


"Kau sangat menjijikkan nona, menjadi teman ranjang pria tua. Yang seharusnya menjadi ayahmu."


" Bukan urusan mu,!"


Kata kata itu meluncur begitu saja dari bibir Luna. Sementara David, tersenyum miring melihat Luna yang bergetar dan menunduk.


"David, kau tak bisa berbuat seperti ini padaku, aku adalah ayah mu."


Cih...


"Kau pikir aku perduli dengan itu, sama sekali tidak Dewa. Jangan sampai aku melihatmu berkeliaran di sekitar ku dan keluarga ku. Aku akan menghabisi mu dan akan mengubur mu hidup hidup, jika kau melakukannya."


Ssttthhh


Dewa mendesis, saat ujung pecahan kaca menggores lehernya. Dewa menatap wajah David, ia sama sekali tak menyangka bahwa David akan berbuat seperti ini padanya.


Tak lama kemudian David melepaskan Dewa, dan membuang kaca di tangan nya dan berlalu begitu saja meninggalkan mereka berdua.


*


Zoya masih di liputi oleh kebingungan. Siang tadi, dua wanita jadi-jadian datang ke rumah besar David. Dan sekarang satu wanita cantik datang kerumahnya. Dan dia memakai kursi roda. Zoya tak tau siapa dia, tapi sepertinya wajah nya tak asing baginya.


"Rania ini Zoya menantu tante.?"


Deg...


Dada Zoya seperti di hantam batu besar, mendengar bundanya mengatakan nama wanita itu. Itu artinya dia wanita selingkuhan almarhum suaminya Rangga. Ia masih ingat, saat berita tiga tahun lalu yang mencuat.


"Zoya"


Rania mengerutkan keningnya mendengar penuturan Zoya, dia seperti pernah mendengar nya. Tapi ia lupa dimana ia melihatnya. Sementara Zoya, bibir nya bergetar gugup. Ia tak menyangka akan di pertemukan dengan selingkuhan almarhum suaminya. Dan lagi dia tunangan suaminya David. Rania Wilson, nama yang selalu menghantuinya selama ini.


Sinta menghembuskan nafasnya perlahan, ia tak tau harus apa. Ia juga sangat kaget waktu tiba tiba saja Rania berkunjung kemari. Apalagi sudah tiga tahun lamanya Rania tak pernah datang ke rumah ini lagi.


"Tante, bolehkan Nia ke taman. Nia ingin lihat lagi tanaman Nia dulu.?"


"Iya..." Sinta melirik ke arah Zoya, tak lama kemudian mereka bertiga pergi ke taman belakang rumah David.

__ADS_1


Di sini, tiga tahun lalu Rania dan David menanam bunga.


"Tante bunganya subur, dan sudah berbunga. Ya ampun tante Nia ga nyangka bunganya akan secantik ini. David pasti menyukainya, tan."


Zoya menatap bunga yang tertanam di pot. Bukan bunga nya yang menarik perhatian Zoya. Tapi pot yang terukir wajah David dan Rania. Ia yakin itu wajah David dan Rania.


"Iya Nia..."


Zoya meremas gaun nya, apa ini yang di namakan cemburu. Kenapa ia sakit mendengar Rania dan David pernah sangat dekat. Apalagi sampai mereka mengukir wajah mereka di sebuah pot.


"Terima kasih tante sudah merawat nya."


" Iya sayang..."


Zoya tersenyum tipis pada bunda, ia yakin wanita itu tak enak dengan dirinya.


"David pasti senang bunga yang kami tanam tumbuh subur. David dulu pernah bilang bunganya akan di tanam di rumah kami yang baru..."


Sinta hanya tersenyum menanggapi Rania


Tak lama kemudian seorang pelayan menghampiri nya.


"Apa mas David mencintaimu," Tiba tiba saja Rania bersuara memecah keheningan di antara mereka.


"Dulu dia sangat cinta padaku dan akan menuruti semua keinginanku. David juga sudah membuatkan ku rumah mewah di sini. Apa kau pernah melihatnya,? Ah maaf mungkin mas David tak enak menunjukan rumah itu padamu. Aku sendiri yang mendesain rumahnya. David sendiri yang meminta aku mendesain rumah kami.."


Zoya masih tak bergeming sedikitpun, ia meneliti wajah Rania yang memang sangat cantik. Putih bersih khas wanita model. Pantas saja banyak pria tergila-gila pada nya, dan termasuk almarhum Rangga.


"David juga berjanji akan menjadikan aku wanita satu satunya di hatinya. Dan mungkin saat ini dia masih mencintai ku."


Rania tersenyum pada Zoya, ia ingin wanita itu tau jika David sangat mencintai nya.


"Lalu kenapa kau berselingkuh dari nya?" Rania menatap wajah Zoya tak percaya.


"Jika mas David mencintaimu, kenapa kau harus berselingkuh dari nya. Atau kau memang wanita murahan yang melemparkan tubuhnya pada pria beristri."


"Kau..."


Wajah Rania memerah mendengar Zoya menghinanya. Siapa dia, kenapa tau dia pernah berselingkuh dengan pria beristri.

__ADS_1


"Apa tujuan anda datang kemari nona. Kau ingin mengatakan jika dulu suamiku sangat mencintai mu. Apa kau juga akan mengatakan jika kalian sangat romantis. Dan suami ku akan selalu menuruti keinginan mu juga. Jika dia sangat mencintai mu, dan selalu ingin memberikan segalanya untuk mu. Lalu kenapa kau harus berpaling darinya. Dan berselingkuh dengan pria milik wanita lain!"


Zoya masih menampilkan wajah senyum nya. Ia tak ingin terprovokasi oleh wanita ular sepertinya.


"Brengsek, tau apa kau tentang diriku."


Nafas Rania memburu menahan amarah yang menguasai nya. Dari mana wanita ini tau dirinya.


"Rangga Yudistira pria yang kau rebut dari istrinya. Apa kau masih mengingat nya nona?"


"Kau siapa?" Rania gugup, dan shock mendengar pengakuan Zoya.


"Istri almarhum Rangga, istri yang sudah kau rebut suaminya. Istri yang bertahan demi buah hatinya, istri yang ingin suaminya kembali lagi padanya. Kenapa, kau melakukan ini nona,? Tak taukah anda, jika aku hampir setiap malam menginginkan suamiku kembali lagi padaku. Kenapa kau tega merebutnya dari ku, sebelum kau datang aku dan Rangga saling mencintai nona. Aku sangat mencintai Rangga Yudistira apa kau tau nona.?"


Duarrr....


Tubuh tinggi dan tegap seseorang mematung mendengar penuturan Zoya.


David mengepalkan tangannya, mendengar dengan telinganya sendiri, jika Zoya masih mencintai Rangga.


David kembali lagi memutar tubuhnya, ia tak ingin mendengar lagi, jika Zoya masih mencintai almarhum Rangga.


Sakit... Apa ini yang Zoya rasakan saat suaminya memilih wanita lain di luar sana. Kenapa Zoya masih tak menoleh ke arah nya.


"Dav...Sudah pulang,"


"Ya mom... David ke kamar dulu mom."


"Tapi_"


David langsung melangkah meninggalkan ibunya. Sementara Sinta mendesah lirih, ia juga bingung dengan kedatangan Rania. Dan mungkin David belum tau Rania datang ke mari.


"Kau..." Rania meremas kursi roda nya, ia tak menyangka istri David adalah wanita yang dulu ia rebut suaminya.


" Maaf nona, mungkin kau dulu bisa merebut Rangga dari ku. Tapi tidak untuk kali ini. Aku tidak akan membiarkan suamiku direbut oleh wanita lain lagi, apalagi dirimu."


Zoya berlalu meninggalkan Rania yang duduk di kursi roda seorang diri. Ia tak ingin wanita itu merebut miliknya lagi. Zoya tak akan membiarkan wanita itu masuk di antara ia dan David. Cukup Rangga yang di curinya, tapi tidak dengan David.


Zoya mencintai David, begitu pun dengan David. Ia tak akan memberi celah sedikitpun pada wanita yang bernama Rania.

__ADS_1


__ADS_2