
Aaron berjalan melangkah lebar keluar dari kamarnya. Ia akan mencari di mana David membawa Almira pergi. Ia yakin David membawanya ke rumah sakit.
Sementara Nathan mengikuti langkah tuannya dari belakang.
"Cari tau dimana rumah sakit terdekat di sini.,"
"Baik tuan.."
Sampai di basmen, Nathan membuka pintu mobil untuk Aaron. Kemudian ia masuk ke kursi kemudi. Tak lupa ia mencari keberadaan rumah sakit terdekat di sini. Melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit yang di yakini istri tuannya ada di sana.
Di kursi belakang, Aaron memejamkan matanya mengingat betapa takut nya Almira tadi. Wajah pucat nya yang berkeringat dingin. Bagaimana jika David langsung membawa Almira pergi.
Aaron menggelengkan kepalanya, semoga saja Almira ada di sana dan David belum menyembunyikan istrinya.
Setelah sampai di rumah sakit, Aaron langsung membuka pintu tanpa menunggu Nathan yang membukakan untuk nya.
"Cari istriku Nathan."
Nathan mengangguk mengerti, ia berbelok menanyakan pada suster di mana nona Almira di rawat. Tapi dia mengatakan tak ada pasien yang bernama Almira. Aaron mengeratkan genggaman tangannya. Tentu saja David dengan mudah menyembunyikan Almira. Dia pria berkuasa di kota A, jelas saja itu hal yang mudah bagi David.
Ia mengumpat dirinya sendiri yang tak mengikuti mereka membawa Almira pergi.
Dari sudut lain, Rey menatap Nathan dan Aaron di balik tembok. Ia menghembuskan nafasnya perlahan. Dua pria berkuasa sedang memperebutkan kuasanya. Mereka berdua sangat egois, tak tau saja jika Almira lah yang menjadi korban nanti nya. Gadis kecil itu sama sekali tak tau apa apa. Dia hanya gadis polos dan manja yang tak tau dunia luar. Dan hari ini, gadis itu sudah terguncang dengan keegoisan mereka berdua.
Ia berbalik menuju tuannya berada, lagi pula mana mungkin ia akan mengatakan di mana nona Almira berada. David akan murka padanya, jika ia mengatakan pada Aaron nona almira ada di sini. Biarkan saja, jika memang cinta Aaron untuk Almira. Ia yakin pria itu akan memperjuangkan Almira tanpa melukai satu sama lain.
*
Di depan pintu David mengusap matanya yang basah.
Ia menatap tak percaya pada istrinya, yang menampar putrinya sendiri. Meski ia marah pada Almira, tapi ia tak akan pernah menyakiti anak gadis nya. Almira tak bersalah, semua ini karna pria brengsek yang bernama Aaron.
"Aaron Kenan Galaxy, aku akan membunuhmu jika terjadi sesuatu dengan keluarga ku."
__ADS_1
Zoya sendiri masih shock dengan apa yang ia lakukan. Tangan nya bergetar setelah menampar pipi putrinya. Rasa marah dan emosi saat mendengar jika putrinya tidur dengan teman David. Itu artinya, Almira menjadi Sugar Baby pria tua dan hidung belang.
"Jawab bunda Al, siapa pria yang menidurimu.?"
Dadanya bergemuruh hebat menahan sesuatu yang tak pernah ia bayangkan. Ia sendiri yang mendidik Almira sampai sejauh ini. Dan apa yang dia lakukan di luar sana.
"Bun.."
Kedua putra kembarnya berseru lagi, mereka tak ingin kakak nya shock.
"Al tidak melakukan apapun bunda, Al hanya tidur sama teman daddy."
Masih tak percaya dengan apa yang keluar dari bibir Almira. Tak taukah jika itu sama saja, tidur berdua dengan pria asing.
"Katakan sama bunda Al, siapa dia,?"
Almira menggelengkan kepalanya, ia sendiri tak tau siapa dia. Yang ia tau dia bilang dia teman daddy nya, sedangkan namanya ia tak tau siapa.
Asraf mengusap punggung kecil kakaknya yang bergetar. Ia yakin kakaknya sangat shock jika bunda menampar wajah nya tadi.
Asraf bergumam dalam hati. Ia tak tega melihat kakaknya yang seperti ini. Terlihat tubuhnya yang bergetar hebat.
Zoya berbalik dan mata sembabnya menatap mata tajam David yang berdiri di depan pintu. Mata itu terlihat basah, ya David menangis. Seketika air mata Zoya juga merebak keluar. Ia sendiri juga tak menyangka akan menampar Almira. Tangan nya refleks terangkat begitu saja mendengar pengakuan anak gadis nya.
Zoya berbalik dan menatap tubuh Almira yang bergetar di pelukan adiknya. Ia melangkah dan menarik putrinya lalu memeluknya erat. Mendapatkan pelukan ibunya Almira menangis segukan.
"Maafkan bunda Al," Zoya tak bisa menahan tangisnya, baru kali ini ia bersikap kasar dengan putri semata wayangnya. Sementara Asraf dan Arhas tak kalah menangis. Mereka berdua yakin kakaknya tak bersalah.
"Tuan, tuan Aaron di depan mencari nona Almira."
Rey mengagetkan David, ia mengeraskan rahangnya mendengar jika Aaron mencari lagi putri nya.
David tak menjawab nya, ia masih menatap istri dan ketiga anaknya. Aaron lah dalang kejadian semua ini, hingga Almira seperti ini, dan pria brengsek itu datang mencarinya.
__ADS_1
"Aku tidak akan memberikan putri ku padamu Aaron."
Reymond mendesah lirih mendengar nya. Matanya melirik ke dalam, di mana nona Zoya memeluk tubuh kecil Almira. Sayang sekali jika semua ini akan terpecah membenci satu sama lainnya. Andai dulu Aaron tak membuat tuannya marah, mungkin saat ini mereka akan baik baik saja walau menikah diam diam.
Di luar Aaron mengumpat yang tak mendapati Almira. Ia sangat menyesal tak bisa menembus kekuasaan David. Dan memang bukan daerah kekuasaan nya di sini, lagi pula, ia baru di sini. Tak tau di mana titik kelemahan David.
"Tuan apa kita akan mencari keberadaan nona di rumah sakit yang lainnya."
Nathan kasihan pada tuannya yang terlihat menyedihkan. Wajah nya yang putus asa, mata tajam nya yang memerah dan rambutnya yang berantakan. Apalagi baju yang di kenakan nya terlihat sangat kusut. Jauh berbeda dengan penampilan nya yang sebenarnya.
Sementara dari jauh Queen menatap tak percaya jika apa yang di lihat nya adalah nyata. Aaron berdiri dengan asistennya di depan rumah sakit. Queen tersenyum lebar, ia mendekat pada Aaron. Tapi kemudian ia mengerutkan keningnya mendapati mereka berdua masuk kembali ke dalam mobil.
Queen berbalik pada mobil nya dan mengikuti mobil Aaron. Setengah jam kemudian, Queen menatap gedung tertinggi di kota A.
"Jadi kau menginap di sini Aaron.?"
Ia turun dan melangkah pada resepsionis, bertanya di kamar berapa Aaron menginap. Tak lama kemudian ia tersenyum lebar, saat mengetahui jika Aaron benar benar ada di sini. Seminggu lebih ia berada di kota A dan baru kali ini ia bertemu dengan kekasihnya.
Ia melangkah masuk ke dalam lift, ia akan membuat kejutan untuk Aaron. Pria itu pasti shock melihat nya ada di sini. Apalagi ia juga sangat merindukan sentuhan Aaron padanya.
Queen mengerutkan keningnya saat mengingat jika Aaron ada di rumah sakit. Apa kekasih nya itu sakit, untuk apa dia datang ke rumah sakit, jika tak sakit bukan.
Queen merasa iba pada kekasihnya, mungkin saja Aaron sakit karna terlalu lelah bekerja, hingga ia sakit. Tapi tak lama kemudian ia tersenyum lebar. Aaron pasti akan sembuh jika mereka bercinta. Pria hiperseks seperti Aaron pasti sangat merindukan ****, ia yakin jika Aaron tak mencari wanita ****** di sini. Mengingat itu Queen terkikik geli, itu artinya Aaron setia padanya.
Sampai di lantai tiga puluh satu, Queen keluar dari lift. Ia berjalan mencari nomor kamar hotel milik kekasihnya. Ia tersenyum lebar saat mendapati pintu kamar Aaron yang tak terkunci.
Sementara Aaron sendiri yang tiba di kamar nya, langsung melangkah ke dalam kamar mandi. Ia mengguyur tubuhnya yang lelah. Pikiran nya masih memikirkan bagaimana caranya merebut kembali Almira dari David. Apa ia benar benar akan membunuhnya jika David tak mengijinkan Almira bersamanya.
Hap....
.
.
__ADS_1
Kapan VOTE ku tembus 600ðŸ˜
.