
Dirga menunduk di hadapan Aaron, matanya memerah menahan tangisnya jika sebentar lagi perusahaan yang di bangun nya akan gulung tikar. Cristi baru saja menelponnya jika salah satu investor tiba-tiba saja menarik saham nya.
"Tuan, maafkan saya, saya janji dengan nyawa saya sendiri Queen tak akan menggangu rumah tangga anda kembali tuan. Tapi saya mohon, jangan hancur kan perusahaan saya dan istri saya."
Sedangkan Almira yang mengintip dari celah pintu kamar rawatnya meneteskan air matanya. Ia iba melihat wajah pria paruh baya yang duduk bersimbuh di depan suaminya.
Tak lam Almira keluar dari dalam. Aaron sendiri shock melihat istrinya keluar dan menangis.
"Sayang.."
Almira menatap wajah suaminya, ia lalu berjalan mendekati pria paruh baya yang duduk bersimbuh dan memegang pundaknya.
"Ayo jangan seperti ini paman, bangun lah."
Dirga menatap wajah cantik dengan mata bundar nya. Ia baru melihat wanita cantik seperti nya, apalagi melihat perut buncitnya. Dirga melirik ke arah Aaron, apa dia istri Aaron?.
"Apa anda istri dari tuan Aaron nona.?"
Almira mengangguk mengiyakan ucapan Dirga. Sedangkan Dirga tak percaya, jika wanita cantik ini adalah istri Aaron. Pantas saja jika Aaron menikahinya, selain wanita berhijab dan cantik dia juga putri Zoya istri David.
Berbanding dengan putri nya, baik dari segi pakaian atau apapun itu.
"Nona, maafkan putri saya,"
"Saya memaafkan anda paman. Lagi pula saya tidak apa-apa. Nona Queen tidak melakukan kesalahan apapun. Maaf jika saya merebut Aaron dari putri anda paman."
"Sayang..."
Seru Aaron saat mendengar kata istri nya. Aaron tak suka jika Almira menyalahkan dirinya sendiri.
"Kita semua tak ada yang tau paman, bukankah rejeki, jodoh, dan maut sudah di takdirkan. Begitupun saya dengan Aaron, saya juga sebelum nya berontak dan tak menerima jika saya tiba-tiba saja sudah menikah dengan nya. Apalagi saya masih belia paman, bahkan bunda juga masih tak percaya jika saya sudah menjadi istri. Tapi semua itu kembali lagi, jika takdir seseorang tak ada yang tau paman....
Maafkan suami saya paman, suami saya tidak akan menghancurkan perusahaan anda."
"Sayang..."
Almira menatap wajah Aaron, ia tak mengerti dengan suaminya. Kenapa harus sampai seperti ini, lagi pula pria ini sangat baik dan sudah meminta maaf.
"Aku akan maafkan Hubby, tapi kembalikan milik paman."
"Nona,"
__ADS_1
Aaron memejamkan matanya mendengar permintaan Almira padanya. Ia tak bisa melihat Almira memohon padanya.
"Jauhkan putri mu dari istri ku,!"
"Ya tuan..."
"Pergilah..."
Almira menoleh pada pria paruh baya yang berdiri di sampingnya. Ia mengulurkan tangannya menyentuh tangan keriput milik Dirga.
"Maafkan saya paman, paman mengenal daddy bukan. Maka paman juga tak boleh sungkan padaku. Anggap saja saya putri paman, sampai kan permintaan maaf ku pada putri paman."
Dirga mengusap matanya yang basah, ia terharu melihat ketulusan hati wanita di depannya ini.
"Paman doakan semoga kau bahagia dengan suami mu nona, terima kasih."
Aaron menatap tajam pada Dirga, Dirga sendiri yang di tatap oleh Aaron mengerti.
"Saya yang akan menjadi jaminannya jika putri ku mengganggu anda lagi tuan."
*
Click...
Aaron melirik Almira yang tertidur pulas. Mata tajamnya menatap tajam pada pria yang berpakaian dokter di depannya.
"Rupanya insting mu masih berfungsi Aaron. Istri mu cantik juga, bagaimana jika istri mu tau jika kau seorang mafia. Apa dia sudah tau jika kau seorang mafia.?"
Aaron mengeraskan rahangnya mendengar ucapan pria di depannya ini.
"Jangan terlalu tertipu dengan kecantikan wajah seorang wanita Aaron. Kecantikan itulah yang membuatmu lemah bukan. Tapi aku tak menyalahkan kecantikannya. Aku juga sedikit tertarik dengan wanita mu, bukankah kita sering ber_"
Bug....Brakk....
Almira mengerjapkan matanya saat tidur nya terusik dengan suara benda yang hancur.
"Hubby..."
Akk...
Aaron memutar kepala Tony dan membekap mulutnya. Ia lalu mendorong tubuh Tony di bawah tempat tidur Almira.
__ADS_1
"Ya sayang, kenapa bangun ayo tidur lagi, hari masih malam Al, bukankah besok kita akan pulang."
Almira berjengit saat tiba tiba saja Aaron ada di belakangnya. Tak lama ia mengangguk dan berbaring lagi. Perut nya yang besar kadang membuatnya tak bisa tidur nyenyak.
Cup....
Aaron mengusap punggung Almira, tangan nya yang satu mengetik pesan pada Nathan agar datang ke kamar nya.
Nathan sendiri shock saat mendapatkan pesan singkat dari tuannya. Ia sama sekali tak tau jika seseorang menyelinap masuk ke kamar nyonya Almira.
"Kirim mayat nya pada mereka, dan hancurkan markasnya, aku tak suka seseorang mengganggu ketenangan ku Nathan."
"Baik tuan.,"
Nathan menyeret jasad Tony Caesar, pria yang selalu kalah oleh Aaron dan selalu mencari kelemahan nya, tuannya benar benar tak membiarkan siapapun mengusiknya.
"Selain Rodric dan Tony, apa masih ada yang ingin mengusik tuan.? tuan benar benar menyeramkan."
*
Dirga membawa Queen pulang ke Singapura, ia menatap wajah Putri nya iba. Kakinya di perban setelah di operasi dua hari yang lalu.
"Jangan bertindak gila lagi Queen. Daddy mohon, lupakan Aaron, hiduplah tanpa ambisi mu pada pria yang tak menginginkan mu Queen."
Queen diam, ia masih shock dengan kejadian yang menimpanya. Ia pikir sudah lima bulan lamanya tak bertemu dengan nya, Aaron akan merindukan nya dan bercinta seperti biasanya. Tapi ternyata pria itu justru ingin membunuhnya.
"Apa Aaron benar benar melakukan semua ini Dad. Aku tak percaya Aaron melakukan ini padaku. Selain membuangku Aaron juga ingin membunuhku."
Dirga mengusap kepala Queen. Ia juga tak menyalahkan putrinya ataupun Aaron. Pada dasarnya putrinya lah yang sudah salah dengan berambisi menginginkan Aaron menjadi milik nya.
"Daddy mohon, daddy tak ingin hidup kita jauh lebih menderita Queen. Istri Aaron lah yang meminta Aaron mengembalikan semuanya pada daddy. Wanita itu memang bukan tandingan mu Queen, dia sangat baik."
"Tapi dia merebut Aaron dariku Dad."
Potong nya cepat. Dirga menggeleng kan kepalanya mendengar jawaban Queen.
"Bukan dia yang merebut Aaron dari mu Queen. Tapi takdir yang mempersatukan mereka berdua. Percayalah pada daddy, suatu saat akan ada seseorang yang tulus juga mencintaimu."
"Maafkan Queen,"
Dirga mengangguk mengiyakan, ia mengusap kepala Queen berkali kali. Semoga saja putrinya kali ini mendengar nya dan tidak berbuat ulah. Dia sayang pada putri semata wayangnya. Tapi dia juga tak bisa jika harus memaksa seseorang agar menikahi putrinya.
__ADS_1
Aaron bukanlah pria yang bisa mereka gapai. Saat Queen dulu menginginkan David saja ia sudah berulang kali mengingat Queen agar menjauhi dan mengubur perasaannya pada David. Apalagi Aaron, pria yang menjadi menantu David itu jauh lebih menyeramkan, ia yakin itu.