Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
episode. 55


__ADS_3

Kartika termenung menatap kosong ke depan. Ayah nya drop hari ini setelah mendengar ia dan ibunya yang berdebat dengan David.


"Tika..."


Reza mendekatkan dirinya pada Kartika. Mendudukan tubuhnya di samping nya. Dan ibu Kartika ada di sebelah nya lagi.


" Mom, David tak boleh seperti ini padaku. Aku akan menemui tante Sinta."


Tiba tiba saja Kartika berbicara dan langsung berdiri. Sementara Reza yang baru saja mendudukkan tubuhnya kaget.


" Tika apa maksud mu,"


Tanpa menjawab pertanyaan Reza, Kartika berlalu pergi. Ia ingin bertemu dengan ibu David. Sementara ibu Kartika mendesah lirih. Ia juga tak tau harus apa?. Suaminya sakit dan Kartika tetap ingin David bertunangan dengannya dan menikahinya.


*


"Sayang..."


Zoya bergidik mendengar bisikan David di telinganya. Saat ini mereka masih di kamar putrinya.


"Aku mencintaimu.." Mendengar kata David, Zoya berbalik.


" Mas tidak mencintai wanita itu?"


David mengerutkan keningnya mendengar penuturan Zoya. Tak lama ia tersenyum lebar, mungkin istrinya cemburu. Mendengar jika ia yang akan di jodohkan dengan Kartika.


" Kau ingin aku mencintai nya?"


Zoya menunduk tak berani menatap wajah David. Apa pertanyaan nya salah,?


" Sayangnya aku tak bisa mencintai wanita lain selain dirimu."


"Tapi bagaimana dengan wanita itu?. Pasti dia sangat kecewa dan marah."


"Jangan pikirkan orang lain," Zoya mengeratkan pelukannya pada David.


"Aku mencintaimu sebelum kau pergi. Kau sudah membuat ku gila dengan pergi lama dariku. Tiga tahun aku mencari mu seperti orang gila. Aku bahkan tak bisa mengurus diriku sendiri Zoy....

__ADS_1


Aku juga ingin menolak perasaan ku padamu waktu itu. Aku benci jika kau adalah istri dari almarhum Rangga. Aku sangat membencimu....Kenapa kau harus menjadi milik orang lain. Semakin aku membencimu, semakin aku tak bisa mencegah perasaan ku. Maaf aku selalu berbuat kasar padamu dulu. Karna aku ingin memilikimu tapi tak bisa dengan dendam dan egoku."


Zoya mendongak menatap mata David. Begitu pula dengan David menatap mata Zoya dalam.


" Apa mas masih membenci almarhum suami Zoya. Maaf jika pertanyaan ku salah.......


Aku tau almarhum mas Rangga menyakiti mu mas. Tapi bisakah mas David memaafkan ayah Almira....." Bibir Zoya bergetar menghiba pada David, agar melepaskan dendamnya.


"Aku sudah lama mengetahui, jika suami Zoya menjalin hubungan dengan wanita lain di luar sana. Tapi aku tak tau dengan siapa? Aku menutup mata dan telinga ku, aku ingin Almira punya ayah. Aku tak perduli jika suami Zoya punya wanita lain selain Zoya. Asal Almira punya orang tua yang lengkap, Zoya tak masalah. Aku juga masih berharap, mas Rangga akan menggendong putri kami."


David tak kuasa menahan tangisnya, ia membekap erat tubuh Zoya. Berharap wanita itu tak melanjutkan ceritanya.


"Jika mas David bertanya, apa Zoya membenci mas Rangga. Mungkin jawabannya juga iya mas. Zoya sangat sakit ketika mas Rangga memilih wanita lain selain Zoya. Aku juga sakit, saat tak sengaja melihat Vidio suamiku sendiri sedang bercinta dengan orang lain. Dan mas Rangga bahkan tak merasa bersalah sedikitpun. Dia justru membandingkan Zoya dengan wanita itu...."


Zoya benar benar menumpahkan rasa sakit hatinya pada David.


"Bisakah mas David memaafkan ayah Almira, seperti Zoya yang memaafkannya."


David mengangguk, pada dasarnya David tak terlalu membenci almarhum Rangga. Ia justru bersyukur karna secara tidak langsung pernikahan nya dan Rania batal. Ia hanya membenci kenapa Zoya adalah istri dari pria brengsek itu.


David mengangkat wajah Zoya menghapus air mata yang mengalir di pipinya.


Cup....


Zoya memejamkan matanya mendapatkan ciuman panas David. Mereka berdua hanyut dalam rasa yang lepas. Ya Zoya merasa David adalah pria yang akan di jadikan sandaran untuk nya. Sementara David akan membuat Zoya mencintai nya. Ia ingin Zoya mengubur cinta nya pada Rangga. Dan akan menjadikan namanya tersimpan di hati nya.


Tanpa sadar mereka berdua sudah tak berpakaian. Entah siapa yang memulai nya lebih dulu. Apa karna perasaan David yang senang, jika Zoya yang terbuka padanya. Atau karna ia yang ingin segera menggeser nama Rangga di hati Zoya. David benar benar tak memberikan Zoya protes sebentar saja.


David membawa Zoya di sofa dekat ranjang putrinya. Ia tak ingin melepaskan kesempatan begitu saja. Sementara Zoya tak menghiraukan dia berada di mana. Ia lupa jika sedang berada di dalam kamar putrinya. Mungkin karna David yang memberikan rasa yang entah, hingga ia lupa daratan.


Ah...


******* keduanya meluncur bebas tanpa bisa di cegah. Tapi David sepertinya sadar, dengan ******* kencang mereka berdua. Ia membungkam bibir Zoya dengan bibir nya. Tak mau putrinya kaget dan terbangun lalu memergoki mereka berdua.


Mereka berdua tak perduli pada sofa yang kecil. David dan Zoya lupa saat hawa tubuh panas yang di selimuti gairahnya masing masing. Mencari kepuasan tersendiri dalam tubuh yang menyatu.


Uh...

__ADS_1


Zoya melenguh saat tangan David, mempermainkan dua gunung kembarnya bergantian. Apalagi di bawah sana David sama sekali tak memelankan gerakannya.


"Mas..."


Bukan hanya David yang semakin terbakar, Zoya juga terbakar dan ingin meledakkan sesuatu. Tubuhnya bergetar hebat, dan tangan nya mencengkram sudut sofa kala gelombang dahsyat menghampiri nya.


Ah....


Bersamaan dengan David yang melengkungkan tubuhnya kebelakang. Dan bersama erangan panjang keduanya mengakhiri pergulatan mereka di sofa dalam kamar putrinya.


*


Ting Tong


Seorang pelayan membuka pintu rumah. Sementara Sinta yang mau masuk ke dalam kamar nya, mengerutkan kening mendengar ada tamu malam malam. Ia melirik ke arah jarum jam. Jam sepuluh dua puluh, siapa?


Ya Sinta memang belum tidur. Ia baru saja pulang tadi, pergi ke salon miliknya. Ia pergi setelah David dan Zoya sampai ke rumah.


"Siapa bi..?"


"Ada yang mencari nyonya.."


Sinta mengerutkan kening mendengar ada yang mencari dirinya. Ia berjalan ke ruang tamu.


"Tika..."


Sinta kaget melihat Kartika malam malam ada di rumahnya. Apalagi mata Kartika sembab sepertinya habis menangis.


Sementara Kartika sendiri menolehkan wajahnya. Ia berdiri mendekat pada wanita yang menjadi ibu David. Kartika langsung menjatuhkan dirinya bersimbuh di depan Sinta.


"Tante, Tika mohon sama tante, Tika tidak bisa menanggung malu. Ayah Tika drop dia stroke, kasihanilah Tika. Tika janji akan menjadi istri yang baik untuk David. Tapi tante jangan seperti ini pada kami."


Sinta mematung mendengar penuturan Kartika tiba-tiba. Benarkah sampai Ditia terkena stroke. Ia menatap iba Kartika. Ya memang ia yang salah, telah memberikan harapan pada gadis ini.


" Ya...."


Kartika mendongak menatap wajah tua Sinta. Apa maksudnya dengan iya?.

__ADS_1



__ADS_2