Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
season 2. 45


__ADS_3

Zoya tak bisa menyembunyikan tangisnya mendengar kata-kata putrinya, begitu pun dengan Sinta. Mereka berdua tak menyangka jika Almira akan secepat ini berfikir lebih dewasa.


Almira turun dari sofa, dan Aaron membiarkan istrinya turun. Semoga tak ada kaca yang akan melukai kaki istrinya.


Almira mendekat pada Zoya, ia menunduk dan berjongkok, tangannya meraih tangan Zoya mengelus punggung tangan ibunya. Tangan ini lah yang merawatnya dengan sepenuh hati.


Tangan inilah yang menyuapinya, dengan tangan ini juga ibunya mencari nafkah untuk menghidupi nya, tanpa bantuan siapapun. Tanpa sosok suami sebelumnya.


Almira tau semua perjuangan Zoya dari David, pria itu sudah memberi tahukannya saat ia ulang tahun tahun lalu.


"Maafkan Al bunda, restui pernikahan Almira. Doakan Almira menjadi istri yang baik seperti bunda."


David yang tadinya tak percaya sebelum nya ikut menangis mendengar kesungguhan putrinya. Putri kecil yang dulu tak sengaja ia lukai bersama ibunya sekarang akan pergi jauh dari nya.


Gadis yang ia rawat hingga tumbuh menjadi remaja yang cantik akan di miliki oleh orang lain.


Zoya mengelus kepala Almira yang tertutup jilbab. Putri nya sudah besar dan dewasa secepat ini.


"Ya, bunda merestui pernikahan kalian. Bunda menyayangi mu Al, jadilah istri yang baik. Datang lah ke tempat ayahmu sebelum pergi Al. Bunda dan daddy di sini merestui kalian."


Almira mendongak dan tersenyum lebar pada Zoya. Ia bangkit dan memeluk tubuh Zoya, ia juga menatap wanita yang ia panggil Oma. Meski bukan nenek kandung nya, ia sangat mencintai kedua wanita yang paling berarti untuk nya.


*


Aaron menatap wajah istrinya yang tertidur. Delapan jam lagi ia akan membawa Almira pergi meninggalkan Indonesia.


Aaron mengecup wajah Almira bertubi tubi, ia tak akan menyia-nyiakan peluang untuk nya. Ia juga tak akan menyia-nyiakan perjuangan istrinya mendapatkan restu dari keluarga nya.


"Cintai aku Almira,"


Aaron bergumam lirih, ia tau Almira belum sepenuhnya menerima nya. Tapi ia bersyukur Almira yang bertekad hidup bersamanya, meski cinta itu mungkin belum ada di hati Almira, tapi ia mencintai Almira sepenuhnya.


Aaron tak bisa memejamkan matanya, mungkin karna rasa bahagia yang tak terhingga saat Almira menerima nya secepat ini. Sepanjang malam ia hanya memandangi wajah Almira. Ia sudah tak sabar membawa Almira ke mension mewah miliknya.


David menatap wajah istrinya yang sembab. Ia mengelus kepala Zoya dan mengecup nya.

__ADS_1


"Jangan seperti ini sayang, jangan memberatkan Almira yang ingin menempuh hidup baru."


Zoya masih segukan, ia memeluk tubuh David di samping nya. Tak ada yang menyangka jika Almira akan secepat itu membuat keputusan.


*


Zoya menatap nanar burung besi yang membawa Almira pergi. Air matanya tak berhenti mengalir deras. Almira pergi jauh dari nya, sementara David sendiri mengelus bahu Zoya. Ia mengecup pipi yang basah dengan air mata.


"Percayalah Aaron akan menjaga putri kita dengan baik."


Zoya mendongak melihat senyum David padanya. Dan David sendiri mengangguk mengiyakan, ia tau jika Aaron bisa di percaya. Sejauh ini Aaron memang mencintai putrinya, semoga saja Aaron tak mengecewakan dirinya.


Sementara Dirga dan sang istri yang kebetulan juga akan pulang ke Singapura menatap rekan bisnisnya itu. Mereka samar samar bisa mendengar perkataan David, dan David sendiri tak menyadari kehadiran mereka. David sibuk menenangkan istrinya di pelukannya.


Mungkinkah jika Aaron membawa putri David pulang ke Venesia. Jadi Aaron tak berbohong jika dia sudah menikah dengan putri David. Tentu saja Dirga tau burung besi itu terbang kemana.


Dirga tak percaya pada pria yang dulu menjadi rekan bisnisnya. Saat ia menelponnya agar menemuinya, tapi ternyata David justru meminta Aaron bertemu dengan nya.


Sebenarnya putri yang mana yang menikah dengan Aaron.?


Suttt... " Jangan membuat ulah Cristi, aku tak ingin berakhir seperti Erick dan putrinya."


Tentu saja Dirga tau sepak terjang David Aderson yang membuat Erick dan Rania menjadi gembel. Hanya saja pria itu selalu menyembunyikan keluarga nya.


"Tapi bagaimana dengan Queen.."


Tanya nya lirih, matanya berkaca-kaca mengingat jika Aaron mempermainkan putri nya. Apalagi Queen sangat mencintai Aaron. Hingga menyerahkan mahkota nya pada Aaron.


Padahal yang sebenarnya bukan Aaron yang mengambilnya, tapi benda tumpul yang di beli Queen lah yang mengambilnya.


"Kita akan berbicara pada Queen nanti, biarkan Queen berpikir jika dia harus mengikuti fashion show nya di sini. Jika Aaron tak ada dia akan tambah fokus kan."


Cristi menatap tak percaya pada suaminya. Dari mana datangnya pikiran Dirga yang seperti itu. Bukankah Queen masih bertahan di sini karna menginginkan Aaron pertanggung jawaban nya. Dan Aaron sendiri sudah pulang, lagi pula Queen juga tak akan fokus pada fashion show nya kali ini. Dari pada nantinya akan menjatuhkan reputasi nya karna tak fokus lebih baik juga tak ikut serta.


*

__ADS_1


"Sayang, kau mual,?"


Almira menggeleng, ia hanya ingin tidur, semalam ia hanya tidur sebentar dan pagi ini ia sangat mengantuk. Di tambah lagi ia sedikit takut berada di dalam burung besi ini.


"Om jangan tinggalkan Al, Al takut."


Aaron tersenyum lebar, ia mengangguk mengiyakan, padahal ia hanya ingin pergi kekamar mandi. Ia berbaring memeluk Almira di kasur busa di dalam pesawat. Mengelus punggung kecil Almira hingga gadis dalam pelukannya itu tertidur.


Aaron perlahan bangkit dan pergi ke kamar mandi. Lima menit, ia membuka pintu dan mendapati istrinya yang sudah bangun.


"Al, kenapa bangun..?"


Almira mencebikkan bibirnya, apa suaminya itu tak tau jika ia takut.


Aaron terkekeh melihat bibir mungil yang mencebik. Ia mengecup sekilas dan membaringkan lagi tubuh Almira.


"Kan Al sudah bilang, Al takut Om,"


"Iya,.."


Aaron mengusap lagi punggung istrinya, masa iya, ia harus menahan ke kamar mandi sampai pesawat landing.


Tapi sepertinya mata Almira tak ingin terpejam. Ia membayangkan bagaimana rumah Aaron di Venesia, dan apa pekerjaan suaminya. Apa Aaron akan memperlakukan nya dengan baik. Ia takut jika Aaron tak memperlakukannya dengan baik.


Hah...


Almira menghembuskan nafasnya perlahan, ia sudah ikhlas dengan jalan hidupnya yang jauh dari orang tuanya.


Dan Aaron sendiri, tau apa yang Almira pikirkan. Ia mengeratkan pelukannya pada istrinya. Mana mungkin ia akan menyia-nyiakan Almira di Mension nya. Ia sudah mendapatkan nya saja itu adalah anugerah. Apalagi sampai mencintai dirinya, ia pasti pria yang paling beruntung.


Almira mengeratkan pelukannya pada Aaron. Mencoba memejamkan matanya kembali, semalaman ia menangis. Dan hari ini jelas saja mata nya bengkak, dan merah.


Sementara Aaron sendiri tersenyum tipis, hari ini mension mewahnya akan terasa lebih berwarna dengan kedatangan gadis cantik yang berada dalam pelukan nya.


.

__ADS_1


.


__ADS_2