
Malam harinya...
Zoya memoles wajahnya dengan makeup tipis. Ia akan menemui Aaron di restoran, tempat Aaron mengajaknya bertemu. Membicarakan tentang kerja sama perusahaan mereka yang sebelumnya sudah di sepakati. Sedangkan David yang melihat istrinya berdandan hanya menatap nya datar. Zoya tak memberitahukan ia akan pergi kemana malam ini. Tapi ia tahu, akan pergi kemana istrinya.
Sedangkan Zoya sendiri memang tak memberitahukan pada suaminya. Ia takut suaminya mencemaskan nya. Apa lagi David masih belum terlalu sembuh. Lagi pula ia akan pergi dengan Rey. Ia yakin Aaron tak akan berbuat macam-macam dengan nya.
"Mas Zoya pergi dulu, ya.."
Cup... Kecupan hangat di bibir David dari Zoya. David sendiri hanya mengangguk dan menatap kepergian Zoya.
Setelah kepergian Zoya, David berjalan ke arah lemari. Semoga saja kakinya tak akan kram tiba tiba, jika ia berjalan lebih jauh.
Ia juga mengumpat Peter, dokter pribadinya. Sudah lebih sebulan dia tak datang. Ia sudah tak sabar ingin sembuh. Meski tak sembuh total, setidaknya bisa berjalan normal lebih jauh lagi.
Zoya menatap tak percaya pada gedung ini. Restauran ini menyajikan menu sangat mahal di dalamnya. Hanya orang orang tertentu yang singgah di sini.
"Apa di sini Rey?"
"Ya nona,"
Tak banyak tanya Zoya melangkah masuk ke Restauran bersama dengan Rey yang mengikuti nya. Dari depan mereka berdua sudah di sambut oleh pelayan resto, dan mengarahkan mereka berdua pada ruangan VIP.
"Silahkan nona, anda sudah di tunggu di dalam."
Zoya mengangguk, kemudian pelayan itu undur diri. Rey dengan sigap membuka pintu dan mempersilahkan Zoya masuk ke dalam.
Aaron tersenyum lebar, melihat kedatangan Zoya. Wanita yang dari tadi di tunggu nya, ternyata datang juga. Tak lama kemudian, senyum itu hilang dari bibir tebalnya. Saat melihat tak hanya Zoya yang datang, tapi Reymond juga mengikuti wanita cantik itu.
Ia mendengus, mengingat betapa sulit nya bertemu dengan Zoya meski berdua. Wanita itu selalu saja menolak bertemu, sekali nya datang dia mengajak Rey bersama nya.
"Benar benar menyebalkan," Gumamnya dalam hati.
Zoya tersenyum tipis ia melangkah dan mendudukkan dirinya di kursi yang tersedia. Sedangkan Rey berdiri di samping Zoya. Ia tersenyum miring, mungkin saja Aaron sengaja memesan dua kursi, untuk dirinya dan Zoya.
Aaron memicingkan matanya melihat Rey yang mengejeknya. Ia tau pria itu mengejeknya, terlihat dari sudut bibirnya.
"Saya tak mengundang anda ikut serta, tuan Rey."
Zoya menatap kedua, Rey sendiri melirik ke arah Zoya.
"Sebagai pria yang setia pada tuannya, tentu saja saya akan pergi kemanapun majikan saya pergi tuan. Maaf jika anda terganggu dengan kehadiran saya. Tapi saya tidak akan beranjak dari sini jika majikan saya duduk di sini."
Rey menjawab lugas, meski sedikit takut, ia yakin Aaron tak akan membunuh nya.
Mendengar jawaban Rey, Aaron tertawa kecil.
"Aku salut dengan kesetiaan mu tuan Rey. David beruntung mendapatkan orang yang setia di sampingnya, termasuk istri."
__ADS_1
Aaron melirik ke arah Zoya, yang duduk tenang. Zoya sendiri tersenyum lebar pada Aaron. Ia menatap wajah tampan Aaron. Ya wajah pria ini memang menyesatkan. Jika wanita memandang fisik pasti akan tergoda dengan wajah bak dewa Yunani di depannya. Mata tajam ke abu abuan, hidung mancung dan rahang yang tegas di tumbuhi bulu bulu halus mempertajam pesona Aaron Kenan Galaxy.
Tapi tidak dengan nya, ia mencintai David lebih dari apapun. Kesetiaan David mengambil dan meluluhkan hatinya dululah, yang membuatnya semakin tergila-gila dengan pria yang menjadi suami nya.
"Terima kasih tuan, maaf jika saya meminta Rey datang bersama saya. Saya tidak terbiasa bertemu orang asing di luar. Apalagi saya juga tak tau tempat ini sebelum nya."
Aaron mengangguk mengerti, tak lama kemudian datang seorang pelayan membawa berbagai jenis makanan. Zoya sendiri membuka mulutnya saat melihat sate Padang kesukaannya. Ia melirik ke arah Aaron. Bagaimana pria ini tau makanan favorit nya. Atau hanya kebetulan saja, atau memang tau dia.
"Aku memesan sate Padang untukmu nona,"
Hah..
Kini giliran Rey yang memicingkan matanya pada Aaron. Aaron sendiri yang di tatap oleh Rey cuek. Asisten David ini memang sangat menyebalkan menurut nya. Awas saja jika dia mengejek atau mengatainya.
" Anda sangat jeli rupanya tuan," Balas Rey.
Zoya sendiri yang melihat keduanya hanya menghembuskan nafas nya perlahan.
" Apa saya bisa memakannya tuan Aaron. Setelah itu kita bisa membahas tentang perjanjian kita. Maaf jika saya lancang, dan terlihat terburu buru."
Aaron tersenyum, ia lalu membiarkan Zoya memakan makanan yang tersaji di meja. Tak lupa ia juga memakannya. Tapi matanya tak berhenti melirik kearah Zoya.
"Nona kenapa berantakan,?"
Tangan Aaron refleks mengusap bibir Zoya yang terkena kecap. Zoya sendiri yang mendapatkan perlakuan seperti itu kaget dan memundurkan wajahnya.
"Maaf.."
Ia menjelaskan tentang kerja sama dan hubungan simbiosis. Aaron sendiri tak terlalu mendengar kan penuturan Zoya. Matanya hanya menatap bibir Zoya yang bergerak.
Ia tersenyum, bagaimana jika ia ******* bibir merah jambu milik Zoya. Pasti sangat manis dan memabukkan.
"Bagaimana tuan,?"
Dahi Zoya mengkerut melihat Aaron yang menatapnya aneh.
"Tuan.." Zoya memanggil lagi, tapi sama, tak ada reaksi dari Aaron. Entah apa yang ada di pikiran pria itu, dia tak fokus sama sekali.
Rey tersenyum tipis, melihat kebodohan Aaron. Bagaimana mungkin, seorang pemimpin mafia bisa menjadi bodoh di depan wanita. Apalagi saat melihat mata nya yang tak berkedip menatap Zoya.
"Tuan.."
Zoya sedikit keras menyadarkan Aaron dari lamunannya. Aaron sendiri gelagapan mendengar suara Zoya memanggilnya.
"Iya.."
"Bagaimana, apa anda menyetujuinya,?"
__ADS_1
Aaron mengangguk mengiyakan, ia sama sekali tak bisa berpikir jernih di depan Zoya. Tak lama kemudian ia mengutuk kebodohan nya sendiri saat tersadar dari imajinasi nya.
Zoya tersenyum lebar, ia mengulurkan bolpoin pada Aaron. Tak banyak bicara Aaron menerimanya dan membutuhkan tanda tangan nya pada lembar kertas putih di depannya.
"Senang bisa bekerja sama dengan anda tuan. Terima kasih sekali lagi, semoga kedepannya perusahaan kita semakin maju dan menguntungkan satu sama lainnya."
Aaron mengangguk, ia tak ingin terlihat lebih bodoh lagi di depan Zoya.
Tak lama kemudian Zoya berdiri dan pamit pada Aaron.
"Nona,"
Aaron menggelengkan kepalanya, kenapa ia harus menghentikan Zoya. Sungguh terlihat sangat bodoh dirinya.
"Ya tuan.."
"Berhati hatilah, banyak terjadi perampokan di kota besar."
Zoya mengangguk dan mengucapkan terima kasih pada rekan bisnisnya. Ia lalu berjalan keluar bersama Rey yang setia mengikuti nya dari belakang.
Setelah menatap kepergian Zoya, Aaron mendesah lirih. Ia sama sekali tak bisa berpikir jernih dan menjadi bodoh saat melihat kecantikan Zoya.
Brakk..
Aaron menatap pada pintu yang terbuka lebar. Matanya melotot melihat seorang pria yang berdiri dengan kedua kakinya.
.
Hayo siapa hayo...🤣
Jangan bosan ya makkkkk...
Sambil nunggu up mampir ke karya aku yang lainnya.
My CEO Love
Janda dua kali
__ADS_1
Maaf Mak jika otor sedikit oleng. Pengin di temenin terus sampai tamat🤧🤧🤣🤣