
Aaron membawa Almira keluar dari kamar milik nya. Ia tak ingin menyakiti istrinya yang belum siap menyerahkan diri nya padanya. Ia juga tak berani mengatakan pada Almira. Takut jika Almira menolak, dirinya yang suka berganti wanita.
"Pelayan...."
Teriak Aaron memanggil pelayan Mension. Sedangkan Almira sendiri masih diam dalam gendongan suaminya.
"Ya tuan..."
"Buat kan camilan sehat untuk istri ku."
",Ya tuan..."
Almira masih tak mengalihkan pandangannya pada Aaron sedikitpun.
"Ada apa sayang,?"
Almira menggelengkan kepalanya, ia tak berani menatap wajah Aaron. Aaron sendiri tersenyum, ia melangkah ke ruang tengah dan mendudukkan dirinya di sana, bersama Almira yang berada di dalam gendongan. Ia sedikit meringis saat benda tumpul milik nya yang masih berdiri bergerak kembali saat Almira menduduki nya.
"Emm, Al tunggu om di sini ya sayang,"
Almira mengangguk mengiyakan ucapan suaminya. Tak lama kemudian ia melihat Aaron berjalan menuju ke arah dapur.
"Aaron, kendalikan diri mu, jangan bodoh, nanti Almira takut padamu."
Bergumam lirih sambil membuka pintu kulkas dan mengambil minuman dingin lalu menenggak nya.
Sedangkan Almira sendiri yang melihat suaminya menjauh dari nya hanya menatap nya bersalah. Tak lama kemudian Almira berjalan ke arah kamar nya sendiri. Ia tak ingin menyiksa suaminya seperti ini. Ia tau Aaron menginginkan dirinya.
Sampai di kamar miliknya Almira menatap ponsel di tangan nya. Ia lalu beralih menatap lemari pakaian.
"Jadi ini untuk dipakai seperti ini."
Almira bergumam lirih, ia baru tau saat memegang ponsel di tangan nya. Almira tak pernah melihat kain yang super tipis itu untuk di pakai.
"Apa Al harus memakainya, ini siang hari."
Almira menggigit bibir bawahnya sendiri, mata besarnya beralih menatap ponselnya kembali. Tak lama kemudian ia menyimpan ponsel di tangan nya dan mengambil pakaian yang ia kira kelambu.
Sedangkan Aaron yang baru keluar dari dapur membawa salad di tangan nya, mengerutkan keningnya saat tak mendapati keberadaan istrinya di sofa.
__ADS_1
"Al,"
"Nyonya naik ke atas tuan.."
Aaron mengerutkan keningnya mendengar penuturan pelayan yang bertugas menjaga istrinya. Tak lama kemudian ia berjalan lebar menaiki anak tangga.
Aaron sudah gelisah menaiki anak tangga menyusul istrinya ke kamar, bagaimana jika Almira takut dan marah padanya. Ia mengutuk ke bodohnya yang terlalu lama di dapur. Dan mungkin saja Almira lelah menunggu nya dan kembali ke kamar nya.
Clekk....
Aaron mematung melihat penampilan istrinya saat ia membuka pintu. Matanya tak berkedip menatap Almira yang tersenyum padanya.
Dada Aaron semakin bergemuruh hebat, nafasnya memburu melihat penampilan istrinya. Memakai lingerie seksi yang super tipis, ia sendiri tak tau jika di lemari nya ada pakaian itu. Ia hanya menyuruh pelayan wanita mension membelikan baju tertutup untuk Almira, tapi tidak dengan kain tipis yang saat ini melekat di tubuh Almira.
, Hasrat yang susah payah ia padamkan melambung kembali. Ia menutup pintu kamar nya, ia tak mau orang lain melihat tubuh istrinya.
Mungkin Almira tak tau baju itu untuk apa dan istri kecilnya memakai nya.
"Sayang apa gerah, Om dingin kan AC nya, ya."
Aaron berjalan di mana remote control AC berada. Jantung nya berdebar kencang melihat penampilan istrinya saat ini. Memakai lingerie berwarna merah terang, kontras dengan kulitnya yang putih mulus.
Aaron mengusap dahinya yang berkeringat, tak hanya Almira yang kepanasan, dirinya juga dan itu karna Almira yang tak tau apa apa.
"Om..."
"Ya sayang,"
Tak menoleh ke arah Almira, Aaron menekan remote control guna mendinginkan kamar milik nya yang semakin panas.
*
Queen berjalan masuk ke dalam rumah orang tuanya. Ia mengambil jalur penerbangan ke Singapura terlebih dahulu, ia tak mendapat kan tiket penerbangan kembali ke Venesia. Dan ia terpaksa pulang ke Singapura terlebih dahulu. Ia akan pergi ke Venesia dari sini, ia harus bertemu Aaron secepatnya. Aaron tak bisa mengabaikan dirinya. Dan satu jam lagi, penerbangan Singapore ke kota Italia. Ia harus buru buru mengambil barang nya yang tertinggal dan ada di kamar nya.
"Queen..."
Cristi kaget saat mendapati putrinya sudah berada di depan pintu.
"Maaf mom,"
__ADS_1
Queen berjalan menaiki anak tangga menuju kamar nya berada. Sedangkan Cristi sendiri tak percaya, jika Queen benar benar tak mengikuti fashion show nya di Indonesia.
"Kamu mengecewakan mommy Queen,"
Tentu saja ada rasa kecewa pada putrinya saat Queen tak mengikuti fashion show nya kali ini.
Tapi ia tahu jika memaksa juga, Queen akan mempermalukan dirinya.
Queen tak perduli, ia berjalan ke kamarnya mencari barang milik nya, Setelah itu ia keluar lagi dari kamar nya.
"Queen, kau mau kemana lagi?"
Cristi bertanya pada putrinya saat melihat Queen yang keluar dari kamarnya dengan tergesa gesa.
"Maaf mom, penerbangan Queen satu jam lagi."
Jawabnya singkat pada ibunya kemudian melangkah ke luar di mana taksi menunggu nya.
"Kenapa kau keras kepala sekali Queen, Aaron sudah menikah sayang."
Cristi menatap tak percaya pada Queen yang berlari keluar. Sudah ada taksi di depan yang menunggu nya.
"Kau bahkan tak menunggu daddy mu pulang Queen."
Cristi bingung bagaimana ia mengatakan nya pada suami nya jika Queen pergi menemui Aaron kembali.
Itu juga salah dirinya yang menelpon Queen jika Aaron sudah pulang ke Venesia. Harusnya ia tak mengatakan nya pada Queen.
Sedangkan Queen sendiri bernafas lega, saat mendapat kan penerbangan ke Italia. Ia tak bisa menerima jika Aaron benar benar menikah dengan gadis belia itu.
Gadis yang baru satu kali bertemu dengan nya saat mereka berdua berada di dalam mall. Gadis itu memang cantik dan bahkan lebih cantik. Tapi ia yakin jika dia tak bisa memuaskan Aaron. Pria over itu pasti tak puas dengan istrinya yang jauh dari wanita yang menghangatkan ranjang Aaron.
"Zoya, putri sialan mu itu ternyata ingin menghancurkan hidup ku. Tapi aku tak akan membiarkan putri mu mengalahkan ku Zoya. Jika dulu aku mengalah dengan mu dari David, tapi kali ini aku tak akan mengalah dengan putri mu. Apalagi dia seperti nya tak akan bisa memuaskan Aaron. Dan aku yakin hanya aku yang bisa memuaskan Aaron, bukan putrimu."
Tatapan kebencian Queen terhadap Zoya dan putrinya terpancar di matanya. Queen baru tau, ternyata gadis yang Aaron nikahi adalah putri tiri David Aderson bukan putri David sendiri. Ternyata ibu dan anak ini menjadi duri dalam hidup dan cintanya.
Nanti malam belah duren ๐ bareng ayang ya Bun bacanya, kalau gak banyak revisi tentunya. Kadang kalau post ayang ayangan lolos nya dua hari kemudian itu pun pangkas habis๐ญ๐
kalau gak mati lampu tapi yah update nya.
__ADS_1
Suka sedih kalau gak dapat VOTE dan hadiah. Di negeriku susah jaringan ๐คญ
.