Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
season 2. 59


__ADS_3

(skip bocil,)


Aaron memarkirkan mobilnya di halaman mension mewah nya. Ia melangkah lebar mencari keberadaan istrinya tercinta. Baru beberapa jam ia meninggalkan Almira di mension seorang diri, ia sudah merindukan wanita yang membuatnya tergila gila.


"Di mana istri ku.?"


"Di kamarnya tuan."


Aaron melangkah lebar memasuki kamar nya berada. Sampai di kamar nya Almira tak mengunci pintunya dan di biarkan terbuka sedikit.


"Sayang..."


Almira menoleh dan bangkit dari ranjang nya menubruk tubuh tinggi suaminya. Aaron sendiri langsung menggendong tubuh kecil istrinya.


Cup....


Almira membalas ciuman Aaron di bibirnya. Aaron sendiri shock saat mendapatkan balasan dari Almira yang lebih dari biasanya. Padahal ia mencium sekilas bibir nya tapi Almira justru ******* bibir nya. Tak lama kemudian Almira melepaskan bibirnya dari bibir suaminya. Aaron sendiri bingung, dengan istrinya. Ia menatap wajah cantik Almira yang berada di dalam gendongan nya. Tak bisanya Almira akan bersikap agresif dulu padanya.


"Om, Al mau punya Baby.."


Bisiknya lirih, tapi Aaron bisa mendengar apa yang Almira katakan padanya.


Deg....


Jantung nya berdebar kencang mendengar penuturan Almira saat menyadari apa yang baru saja di dengarnya. Ia menatap Almira dalam, mencoba mencari kebohongan di mata istrinya.


"Al ingin Baby.."


Almira mengatakan lagi pada Aaron, saat tak mendapati jawaban Aaron untuk nya. Tak lama ia menunduk, pasti suaminya tak menginginkan anak dari nya. Tak terasa air matanya mengalir begitu saja, Itu artinya suaminya menganggap nya seperti yang wanita itu katakan padanya.


Sedangkan Aaron sendiri tak percaya dengan apa yang di dengarnya. Dua kali Almira mengatakan ingin Baby dari nya, dan dia tak mungkin salah dengar kan.


Tak lama kemudian ia terkesiap saat melihat Almira terisak.

__ADS_1


"Sayang..."


Almira tak menjawab Aaron, ia kecewa dengan suaminya. Dan Aaron sendiri mengangkat wajah Almira.


"Coba ulangi sayang, Al mau apa.?"


Dada Aaron berdebar kencang menunggu bibir Almira mengatakan nya lagi.


"Al mau Ba_."


Tanpa menunggu Almira menyelesaikan ucapannya Aaron menyambar bibir istrinya. Dadanya seperti ada ribuan kupu kupu yang hinggap di hatinya. Almira menginginkan anak dari nya, dan ia tak salah mendengar itu artinya istrinya ingin bayi saat ini. Tak ada yang paling membahagiakan lagi bagi Aaron saat ini, selain permintaan Almira.


Almira sendiri mengalungkan tangannya pada leher suaminya. Ia membalas ciuman Aaron lebih dari biasanya. Ia juga sudah pintar menjulurkan lidahnya masuk ke dalam mulut Aaron. Dan Aaron sendiri terperangah saat lidah Almira juga membelitkan lidahnya. Tentu saja Aaron tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk nya.


Ciuman panas yang memabukkan keduanya, apalagi saat mendengar sendiri jika Almira menginginkan anak darinya, ia seperti menjadi pria paling beruntung di dunia.


Ahhh....


Tubuh Aaron semakin terbakar mendengar suara ******* istrinya. Ia membaringkan Almira di atas kasur milik nya. Melepaskan pakaian yang menempel di tubuh istrinya dan membuangnya begitu saja. Almira sendiri yang merasa dirinya polos menutup ke-dua aset berharga nya. Ia malu saat Aaron menatap nya tak berkedip.


Aaron merangkak naik di atas tubuh Almira, ia mengecup seluruh wajah istrinya dan tangannya menyingkirkan tangan Almira yang menutupi aset berharga nya.


"Kenapa di tutup sayang, biarkan Om melihat nya."


"Al malu,"


Aaron tersenyum lebar. Ia mendaratkan lagi bibirnya pada bibir Almira. Merangsang tubuh istrinya di tempat sensitif nya, ia akan menjadi kan percintaan panas mereka yang kedua kalinya berkesan untuk Almira. Ia tak akan menyakiti Almira seperti yang pertama.


Bibir Aaron juga menyesap bergantian dua buah gunung kembarnya yang sedikit lebih besar dari pertama kali nya ia menyesapnya.


Ahhh....


Almira menggelinjang kegelian saat pucuk kecoklatan nya di hisap oleh bibir panas Aaron. Dadanya naik turun menahan hasrat yang membuncah dan semakin bertambah panas di tubuhnya. Tak ada rasa malu yang baru saja ia rasakan, Almira bahkan menjambak rambut tebal Aaron.

__ADS_1


Aaron tersenyum lebar saat melihat Almira sudah jatuh ke dalam permainannya. Tangan nya berpindah turun ke bawah. Bersama bibir nya yang memberikan tanda merah di setiap inci tubuh polos istrinya. Tangan nya, melebarkan kedua paha Almira dan mendarat kan bibirnya di bukit sempit Almira yang basah.


Ouhh...


Almira melenguh merasakan geli yang menjalar di sekujur tubuhnya. Tanpa sadar kakinya terbuka lebar, menginginkan lebih agar Aaron leluasa di sana. Aaron sendiri tersenyum penuh kemenangan melihat kaki Almira terbuka lebar. Aaron, pria berusia yang hampir tiga puluh delapan tahun itu tak pernah merasakan milik wanita dengan bibir dan lidahnya. Tapi dengan Almira, Aaron bahkan tak menyia-nyiakan peluang untuk membuat istrinya tergila gila dengan nya, dan tentunya dengan permainan panasnya.


"Om..."


Jerit Almira saat tubuhnya bergetar hebat dan tak lama kemudian puncak pertamanya datang menghantam dirinya.


Ahhh....


Aaron tersenyum penuh kemenangan, mendengar jeritan istrinya karna ulahnya. Ia kembali merangkak naik ke atas, mencium bibir dan kening Almira yang lelah akibat lidah panas nya yang mengoyak milik nya yang sempit.


Tak lama kemudian ia memposisikan diri nya, bertumpu dengan satu tangan, sedangkan tangan lainnya mengarahkan pada milik istri nya yang sudah siap untuk menerima benda asing milik nya.


Sstt...


Almira meringis merasakan panas di pusat inti tubuhnya. Dan Aaron masih berusaha untuk masuk kedalam secara perlahan. Ia tak ingin menyakiti istrinya kembali saat pertama kali ia mengoyak milik istrinya yang kecil.


Aaron menyentak pinggulnya sedikit demi sedikit agar milik nya terbenam sempurna di bawah sana. Ia juga tak ingin milik istri nya kembali robek lebih lebar lagi, apalagi ia sendiri yang merawat milik istrinya. Tentu ia tau, bagaimana robeknya milik Almira.


Jlebb...


Akkk...


Aaron memejamkan matanya sebentar saat pusat inti tubuhnya di jepit sempurna oleh milik istrinya. Ia mengusap pipi Almira yang basah, dan mengecup wajahnya berkali-kali. Pusat inti tubuhnya berkedut hebat didalam milik istrinya. Rasa hangat dan nikmat menjalar di seluruh tubuhnya.


"Apa Om boleh bergerak sayang,?"


Almira mengangguk mengiyakan, tak lama Aaron menggerakkan pinggulnya perlahan. Matanya tak berkedip menatap wajah Almira yang meringis dan terbuka bibir nya. Ia tersenyum melihat wajah istrinya yang tertutup kabut gairah nya. Ia bergerak sedikit lebih cepat.


Ingin sekali Aaron memejamkan mata nya menikmati pijatan lembut milik Almira padanya. Tapi ia tak ingin saat matanya terpejam ia tak tau istrinya jatuh pingsan kembali. Itu sebabnya matanya tak berkedip menatap wajah Almira yang merintih dan mendesah karna hujaman nya.

__ADS_1


.


.


__ADS_2