Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
season 2.93


__ADS_3

Zoya menghela nafas nya, melihat Aaron yang pergi meninggalkan meja makan.


"Bagaimana mas, Aaron tak menginginkan Al ikut bersama kita.?"


David mengusap wajah Zoya, menatapnya iba melihat kesedihan istrinya.


"Kita memang tak bisa memaksanya sayang, Almira sudah menjadi hak Aaron. Jangan bersedih, nanti Aaron akan membawa Almira berkunjung ke sana bersamanya. Dia Hanya tak ingin jauh dari istri dan anaknya, Aaron sangat mencintai mereka berdua Zoy."


"Tapi..."


David menggeleng kan kepalanya, dan Zoya hanya pasrah, menundukkan wajahnya mengusap air matanya mengingat jika ia tak bisa berbuat apa-apa.


Sedangkan Aaron yang masuk ke dalam kamar milik nya menatap Almira yang menggendong buah hati mereka. Menghembuskan nafasnya perlahan, saat mengingat jika Nathan belum menemukan Baby sister untuk putrinya. Ia mundur kembali dan menelpon Nathan.


"Besok pagi wanita itu sudah harus ada di mension."


Aaron menutup ponsel nya kembali tanpa mendengar jawaban Nathan. Ia masuk kembali lagi ke kamar miliknya.


"By....."


Almira menoleh saat menyadari kedatangan suaminya. Menggigit bibir bawahnya sendiri, ia takut berbicara pada suami nya. Sedangkan ia tau jika Zoya ingin mengajaknya kembali ke tanah air.


"Ada apa sayang,?"


Almira menggeleng kan kepalanya menatap suaminya yang juga menatap nya. Aaron mengangkat dagu Almira dan melabuhkan bibirnya pada bibir Almira sekilas.


Cup....


"Om mencintai mu Al, maafkan Om, Om tak bisa mengabulkan permintaan mu kali ini sayang. Om tak ingin jauh darimu."


Almira menatap wajah Aaron, tak lama ia mengangguk mengiyakan ucapan suaminya, tau apa yang di maksud suaminya, jika dia tak mengijinkannya ikut bersama dengan ibunya.


*


Aaron berjalan keluar dari dalam mobilnya, melangkah lebar memasuki Club malam di pusat kota.

__ADS_1


Aaron tersenyum tipis melihat rekan bisnisnya yang sudah datang terlebih dahulu bersama dengan Helena sekertaris nya.


"Sudah ku duga jika anda pasti datang kemari. Ini adalah tempat yang cocok untuk melepas penat dan tentunya tempat yang menggiurkan bagi pria yang sedang berpuasa seperti anda tuan, benarkan tuan.?"


Ucap Nicholas tanpa basa basi menatap pria yang baru saja datang dan mendudukkan dirinya. Sedangkan Aaron menipiskan bibir nya mendengar penuturan Nicholas. Matanya melirik ke arah Helena yang berpakaian seksi malam ini.


Cih..


Aaron berdecih melihat kedua nya, ia bukan pria yang bodoh.


"Ada apa tuan Nicho mengajak ku bertemu.?" Tangan nya menuangkan wine ke dalam gelas di depan nya. Sedangkan Nicholas menarik sudut bibirnya ke atas.


"Kau terlalu sombong tuan Aaron, aku memberikan hadiah pada Almira dan putrinya, bukan padamu. Kenapa kau harus mengembalikan hadiah ku. Apa Almira ingin yang lebih mahal lagi atau kau yang meminta Almira mengembalikan nya padaku."


Ucap Nicholas menatap mata Aaron, tatapan mereka saling beradu seperti menghunuskan pedang satu sama lainnya.


"Ya aku memang yang meminta, dan mengembalikan nya padamu. Istri ku tak butuh barang murahan seperti itu. Ku pikir tadinya aku akan membuangnya ketempat sampah. Tapi aku tak tega dengan si pemberi hadiah."


Nicholas mengepalkan tangan nya, mendengar penghinaan Aaron padanya.


"Kau terlalu sombong, tuan Aaron,"


Helena berjengit kaget di samping Nicholas. Gelagapan mendengar pertanyaan Aaron tiba-tiba padanya. Apalagi mata Aaron menatap nya.


"Ah, iya.." Jawab Helena gugup.


"Yap, kau pintar nona, Kau tau, bukan cuma perhiasan yang ku berikan, tapi aku juga memberikan semua perusahaan Galaxy yang tersebar di beberapa negara dan mension mewah ku. Itu sebabnya ia luluh padaku dan mau menjadi istri ku."


"Maaf sayang aku menjelekkan mu," Lanjutnya dalam hati. Aaron sudah gerah dan benar benar geram pada mereka berdua.


Sedangkan Helena melototkan matanya mendengar penuturan Aaron. Benarkah Aaron memberikan semua nya pada gadis belia itu. Seketika Helena menatap Aaron penuh penyesalan.


"Tapi sayang nya istri ku tak menerimanya, dia tak suka kemewahan yang kuberikan padanya. Dia lebih senang hidup di rumah mengurus anak kami. Padahal aku sudah memberikan semua harta ku padanya, dia justru menolak. Itu sebabnya dia tak menerima hadiah dari mu tuan."


Lanjut Aaron, matanya melirik ke arah Helena dan Nicholas bergantian. Sedangkan Helena bernafas lega, ia pikir Aaron memberikan semua harta milik nya pada gadis itu. Ternyata gadis belia itu bodoh, dan tak tau apa-apa.

__ADS_1


"Ku pikir Almira suka dengan perhiasan, itu sebabnya aku memberikan nya."


"Berikan saja pada yang menginginkan nya tuan, dia pasti suka dan siap menjadi teman anda malam ini."


Nicholas tertawa terbahak mendengar perkataan Aaron padanya. Ia tau apa yang ada di pikiran Aaron. Mana mungkin ia akan memberikannya pada Helena.


"Tidak tuan Aaron, aku justru kasihan padamu. Bukankah kau sudah lama tak mengasah milikmu tuan. Kau bisa bersenang-senang dengan mereka di sini."


Nicholas mengangkat gelas di tangan dan menenggak nya, begitu juga dengan Aaron. Helena yang melihatnya hanya tersenyum tipis, semoga saja malam ini ia bisa mendapatkan nya.


Lima menit kemudian, Aaron memejamkan matanya saat rasa pusing menyerangnya.


"Permisi aku ke kamar mandi terlebih dahulu,"


Tanpa menunggu jawaban Aaron bangkit dari tempat duduknya dan. melangkah menjauhi mereka berdua.


"Pergilah Helena, aku sudah membantumu,"


Helena menggangguk dan langsung pergi meninggalkan Nicholas. Sementara Nicholas sendiri tersenyum penuh kemenangan. Ia yakin jika malam ini Aaron akan menghabiskan malam panjang nya bersama dengan Helena. Dan ia bisa mendapatkan Almira, wanita yang sudah membuatnya tergila-gila dengan nya.


Helena mengikuti langkah Aaron, dan langsung memeluk nya erat.


Hap....


Tubuh Aaron menegang saat mendapatkan pelukan dari belakang. Giginya gemerutuk menahan emosi saat merasakan buah kenyal menempel di punggung nya. Aaron berbalik dan mendorong tubuh yang memeluk nya. Ia pikir Helena tak akan bertingkah jauh dan menjijikan.


Brukkk...


"Aw..."


Wajah Aaron merah padam saat melihat Helena yang berani memeluknya. Ia berjongkok dan mencengkeram erat dagu Helena, hingga Helena sendiri meringis kesakitan.


"Aaron, sa_kit."


Ucap Helena ketakutan melihat mata tajam Aaron padanya. Apalagi cengkraman tangan Aaron padanya semakin erat dan sangat sakit.

__ADS_1


" Kau pikir aku bodoh Helena, berani sekali kau menyentuhku. Kau ingin milik mu di sentuh bukan, aku akan mengabulkan nya."


.


__ADS_2