Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
season 2.49


__ADS_3

Brakk...


Aaron menutup laptop dan menyambar jas miliknya. Ia mengumpat tumpukan kertas di meja nya yang tak berkurang sedikitpun. Nathan memang benar benar brengsek, memberikan nya banyak sekali kertas di mejanya.


Sedangkan Nathan yang melihat tuannya berjalan keluar hanya menghembuskan nafasnya perlahan.


"Harusnya aku yang menjadi CEO bukan dia, menyebalkan."


Nathan menggerutu bibirnya saat tuannya menyerahkan semua berkas kepada nya. Tentu saja ia yang harus memeriksa nya kembali. Pria tua itu kalau sedang kasmaran benar benar menyebalkan, ia yakin jika jatuh miskin pun ia tak perduli.


Aaron mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi, pulang ke mension mewah nya. Ia tersenyum lebar mengingat saat Almira mengatakan jika ia tak boleh pulang terlalu malam. Dan hari ini ia sudah pulang lebih cepat dan hari juga masih siang. Ia yakin Almira akan senang saat melihat nya pulang nanti.


Aaron tak sadar jika yang tak senang adalah Nathan. Pria itu bahkan mengumpat dirinya yang selalu saja seenaknya saja.


Penjaga mension sendiri heran saat melihat mobil tuannya berada di depan pintu gerbang. Mereka buru buru membuka pintu gerbang nya sebelum tuannya marah. Aneh saja jika tuannya pulang lagi, mereka berpikir jika ada berkas yang ketinggalan. Hingga tuannya pulang sebelum jam makan siang.


Padahal yang sebenarnya Aaron pulang karna sedang berbunga bunga hati nya. Pria dewasa yang sebentar lagi menginjak usia tiga puluh delapan tahun itu sedang merasakan indahnya jatuh cinta. Apalagi dengan gadis belia yang jauh di bawah nya. Tentu saja itu adalah poin yang membuatnya bangga dan percaya diri. Percaya diri karna masih laku tentunya. Apalagi mengingat dirinya yang suka celap celup sana sini.


Aaron memarkirkan mobilnya ke sembarang arah. Ia turun dan menutup mobilnya kencang.


Jebret....


Melangkah lebar menaiki anak tangga menuju kamar nya di lantai atas. Padahal di mension nya ada lift, tapi ia tak ingat, karna yang di ingatnya hanya Almira.


Sampai di kamar nya Aaron mengerutkan keningnya saat tak mendapati keberadaan istrinya. Tapi telinga tajamnya mendengar suara di walk in closed. Aaron berjalan mendekat, ia membuka sedikit pintu dan matanya melotot saat melihat tubuh istrinya yang hanya memakai selembar handuk kecil.


Terlihat kulit putih nya yang mulus, punggung dan buah dadanya yang seperti nya baru akan mengembang.


Gluk...


Aaron menelan ludahnya sendiri saat melihat pemandangan di depannya. Apalagi melihat kaki kecil nya bergerak ke sana kemari.


Aaron buru buru menutup pintu nya kembali, ia menjauh dari Almira dan menetralkan nafasnya yang memburu. Akibat gairah nya yang memuncak tiba tiba, milik nya mengembang sempurna. Saat melihat tubuh yang hanya terbalut handuk kecil di tubuhnya. Padahal ia bahkan sering melihat tubuh wanita yang jauh lebih molek di banding tubuh Almira.


"****.. Kenapa harus tak memakai baju."


Aaron mendudukkan dirinya di ranjang miliknya, tak lama kemudian ia berjalan ke kamar mandi. Membasuh wajahnya yang berpikiran liar terhadap Almira. Aaron memang baru pertama kalinya melihat tubuh istrinya. Selama ini ia tak pernah melihat nya, melihat rambut nya saja baru pagi tadi. Dan hari ini, ia melihat tubuh yang putih seperti susu.

__ADS_1


"Tidak jangan bertindak bodoh Aaron, jika Almira belum menerimamu dengan sepenuh hati, itu artinya dia juga belum siap menyerahkan mahkota berharga milik nya. Jangan menyakiti nya dengan nafsumu yang brengsek itu."


Aaron mengumpat dirinya sendiri yang terpancing dengan tubuh setengah polos Almira. Ia masih menetralkan nafasnya yang memburu. Berdiri di depan kaca kamar mandi dan membasuh wajahnya berkali kali.


Almira memang sedang membolak-balikkan baju yang berada di lemari pakaian. Ia bingung dengan model baju yang Aaron belikan untuk nya. Dari mana suaminya tau ukuran bajunya. Jika Aaron tau bajunya yang tertutup, dari mana suaminya tau juga ukuran dalaman miliknya yang pas untuk nya. Apalagi saat melihat kain tipis mirip kelambu berjejer rapi di lemari, tak hanya satu tapi banyak dan itu berbagai model tentunya. Almira bingung untuk apa kain tipis ini.


"Nanti Al tanya sama om deh,"


Tak lama kemudian ia mengambil baju rumahan yang bergambar Micky mouse. Ia tersenyum saat tau jika ternyata suaminya itu tau warna kesukaan nya. Jika hello Kitty yang berwarna pink. Tapi Almira sangat suka dengan gambar kartun Mickey mouse berwarna pink. Padahal Mickey mouse tak berwarna pink, tapi Almira menyukai nya.


Keluar dari walk in closed Almira mengerutkan keningnya saat mendengar pintu kamar mandi. Ia menoleh dan mendapati Aaron yang keluar dari kamar mandi. Bibirnya tersenyum lebar, menyambut kedatangan suaminya.


"Om, sudah pulang,?"


Almira mendekat, mencium tangan Aaron dan itu membuat wajah Aaron bertambah tegang.


"Al.."


Almira menatap wajah Aaron yang sepertinya menahan sesuatu.


"Om sakit,"


"Sayang...Om..."


Aaron mundur dan berbalik ke kamar mandi. Entah kenapa ia tak bisa mengontrol dirinya. Sedangkan Almira yang menatap pintu kamar mandi tertutup menatap nya nanar.


"Apa Om marah pada Al,"


Aaron membuka pintu kembali, ia tau jika Almira akan menangis saat ini. Dan benar saja istrinya menatap nya berkaca kaca, dia pasti berpikir jika ia marah padanya.


Aaron membopong tubuh kecil Almira, ia mencium pipi nya bertubi-tubi. Ia tak bisa melihat mata indah Almira berkaca kaca apalagi sampai menangis karenanya.


"Maafkan Om, Al."


Almira menatap mata suaminya tak berkedip mendengar penuturan Aaron. Tak lama kemudian ia merasakan benda yang ia kira ular itu bergerak di bawah sana.


Almira tau jika itu milik suaminya, bukannya ular yang ia kira kemarin.

__ADS_1


Dan Aaron sendiri yang di tatap mata bundar istrinya mencoba bersikap biasa saja. Ia tak ingin istrinya terluka karna dirinya. Ia terlalu mencintai Almira. Ia yakin bisa menahan nya sampai Almira siap dan mau menerima nya.


Lagi pula, ia baru beberapa hari menikah. Jika dulu ia akan melampiaskan hasrat birahinya pada wanita di luaran sana. Tapi tidak kali ini, ia akan memberikan milik nya hanya untuk Almira. Ia tak ingin membuat Almira kecewa padanya.


Halo Mak yuk mampir di karya aku yang lain. masih baru dan butuh dukungan nya. Tambahkan ke favorit ya Mak😁


Jangan di buli Mak nama pemeran mirip 🤣 Ah biarin cuma nama doang kan yang penting isinya beda 😁 Paijo dan painem juga mirip kan😁 gak tau kenapa suka aja.


Potongan bab...


Gairah pria bayaran


Brakk...


Luis yang berjalan tak jauh dari Elvira menatap nya datar. Ia sama sekali tak menoleh pada wanita dengan tubuh semampai dan berpakaian seksi itu. Ia yakin jika dia adalah wanita penggoda yang menunggu pria yang akan menyewanya.


Cih...


Sky berdecih saat dekat dengan wanita yang berdiri di depan pintu kamar nya. Sedangkan Elvira berbalik, matanya menatap pada pria asing yang berjalan ke arahnya.


"Apa aku harus membalas Mark."


Elvira menggeleng kan kepalanya, mengusir pikiran kotornya. Tapi mengingat jika suami nya sedang bercinta dengan wanita lain dan mendengar suara ******* keduanya, seketika darah nya mendidih.


Elvira menghadang pria asing yang melewatinya. Ia menatap wajah Sky yang cukup tampan. Tersenyum miring, ia yakin jika Mark sedang bercinta dengan Rosa. Wanita itu jelas saja tak lebih cantik darinya. Sedangkan ia akan bercinta dengan pria yang cukup tampan malam ini. Ia harus bisa merayu pria di depannya ini.


Elvira maju mendekat pada Sky. Sedangkan Sky sendiri berdecih melihat wanita cantik di depannya menghadangnya. Ia menatap datar wanita yang mencoba merayunya.


"Singkirkan tangan mu dari tubuh nona."


Nada bas Sky membuat tangan Elvira seketika berhenti mengelus tubuh pria di depannya ini.


Elvira menatap mata tajam pria yang cukup tampan. Masih tak menghiraukan ucapan sang pemilik tubuh. Tangan Elvira mengelus rahang tegas yang di tumbuhi bulu yang sedikit kasar.


Sky sendiri yang melihat itu mengeraskan rahangnya. Tapi tak lama kemudian ia tercengang dengan perkataan wanita cantik di depannya ini.


"Puaskan aku, aku akan membayar mu kali ini."

__ADS_1


❤️


ayok kepoin


__ADS_2