
Queen berjalan melangkah mendekati Aaron dan wanita berhijab. Tak sadar air matanya lolos begitu saja dari mata cantik nya. Melihat tak hanya menciumnya tapi Aaron bahkan memeluk tubuh kecil itu dan menciumnya bertubi-tubi kepala yang tertutup jilbab. Ia tak menyangka Aaron akan mencium wanita itu di kerumunan banyak orang. Selama ini ia tak pernah melihat Aaron romantis dengan wanita lain atau wanita bayaran nya. Termasuk dirinya yang notabene adalah kekasih nya. Aaron tak pernah menciumnya di hadapan orang lain, apalagi di tempat umum seperti ini. Aaron hanya memperlakukan nya sama seperti wanita yang memuaskan birahinya. Ia juga tau itu, tapi setidaknya ia bangga karna Aaron kekasihnya.
"Om..."
Aaron tertawa saat melihat wajah istrinya memerah menahan malu. Ia melingkarkan tangannya pada pinggang kecil Almira dan membawanya pergi dari toko perhiasan.
Sedangkan Nathan mengikutinya dari belakang, ia juga masih tak menyangka jika tuannya akan bertindak gila. Ia tau Aaron tak pernah menggandeng wanita apabila menciumnya, benar benar di luar dugaannya.
"Sayang...."
Queen mengagetkan Aaron dan Nathan yang sudah berdiri di hadapan mereka. Sementara Almira mengerutkan keningnya mendapati wanita cantik berpakaian seksi berdiri di hadapannya. Dia juga menatap Aaron tak berkedip.
Queen mengalihkan pandangannya pada gadis yang di peluk oleh Aaron. Ia menatap gadis berhijab, yang membuatnya penasaran. Menggelengkan kepalanya tak percaya jika wanita yang bersama Aaron adalah gadis yang masih sangat belia. Wajah nya sangat mencolok dengan mata bundar dan besarnya, ia mirip seperti boneka.
Ya Almira memang mempunyai wajah baby face. Jika tak tau mereka akan mengira Almira memang benar benar masih seperti balita yang imut. Padahal usia nya saat ini sudah remaja.
Aaron sendiri yang melihat Queen di depannya mengeratkan pelukannya pada Almira. Mata tajam nya menyorot tajam menatap Queen yang tiba-tiba saja berdiri di hadapan nya.
"Siapa dia sayang.."
Aaron semakin mengeraskan rahangnya mendengar ucapan sayang yang keluar dari bibir Queen. Sedangkan Almira menoleh ke arah Aaron dan wanita di depannya bergantian. Masih belum faham dengan wanita ini bertanya pada siapa.
"Apa karna wanita seperti nya kau memutuskan aku dan menikah dengannya."
Almira shock mendengar pengakuan wanita cantik bertubuh proposional di depannya. Itu artinya wanita ini kekasih Aaron, suaminya.
"Queen..."
"Apa hebatnya dia di banding aku, aku sudah menyerahkan semua nya padamu dan kau menikahi wanita lain yang jauh dari ku."
"Queen..."
Queen tertawa renyah saat mendengar bentakan keras Aaron padanya. Sementara Almira sendiri berjengit kaget. Ia baru tau hubungan suaminya dengan wanita cantik di depannya ini sekarang.
"Kenapa, apa kau takut jika wanita itu tau jika aku kekasihmu dan calon istri mu "
Almira shock mendengar nya, ia mendongak menatap pria yang menjadi suaminya. Matanya berkaca-kaca jika wanita cantik di depannya ini adalah calon istri suaminya.
Sedangkan Queen sendiri, ia tak perduli dengan banyak nya orang yang melihat nya. Jika Aaron bisa memperlakukan wanita itu spesial di hadapan banyak orang. Dia juga ingin semua orang tau jika Aaron adalah kekasih dan calon suaminya. Mereka harus tau jika, gadis inilah yang merebut Aaron darinya.
"Om..."
__ADS_1
"Tidak sayang, itu tidak benar Al."
Wajah Aaron memelas saat melihat mata bundar istrinya mengeluarkan air mata. Dan Almira sendiri melepaskan tangan Aaron dari pinggang ramping nya.
"Al...." Aaron memohon pada Almira, istrinya tak boleh seperti ini padanya.
"Jika Om punya kekasih dan calon istri, kenapa harus menikahi Al, Om jahat,"
Almira berlari keluar dari mall dengan kaki kecil nya. Sementara Aaron sendiri kaget saat melihat istrinya berlari.
"Sayang..."
Queen mencekal tangan Aaron saat akan pergi mengejar gadis belia itu. Melihat Queen mencegahnya, Aaron berbalik dan menatap datar wajah Queen.
"Kita sama sekali tak pernah mempunyai hubungan apapun Queen. Jangan berani menghancurkan pernikahan ku, atau kau akan tahu akibatnya."
Mata Aaron menyalak tajam pada Queen. Ia tak menyangka jika Queen ada di sini dan mengucapkan hal gila pada Almira.
Queen sendiri menggelengkan kepalanya mendengar ancaman Aaron padanya.
"Aku tau kau hanya penasaran padanya, tapi kau tak perlu menikahinya juga. Aku akan menunggumu jika kau sudah puas dengan nya."
Queen berbalik meninggalkan Aaron, mengusap pipinya yang basah. Ia tak perduli dengan tatapan mata semua orang.
*
Almira berjalan di trotoar jalan, tangannya mengusap pipinya yang basah. Bibir kecilnya juga mengoceh, saat tau jika Aaron mempunyai kekasih dan calon istri. Kenapa pria itu justru menikahinya.
"Kenapa Om jahat menikahi Al, padahal sudah punya kekasih dan calon istri."
Mata sembabnya menoleh ke arah stand eskrim di pinggir jalan. Ia membelokkan kaki kecil nya di sana. Mendesah kasar saat ia tak membawa uang sepeser pun.
"Neng, mau beli es.."
Almira menggelengkan kepalanya mendengar suara penjual di depannya.
Sedangkan dari jauh Aaron menghembuskan nafasnya kasar. Ia mengeratkan genggaman nya saat melihat istrinya meremas rok panjang nya. Emosi, pada penjual es yang tak memberikan es pada istrinya yang berdiri di depannya. Melangkah lebar mendekati Almira dengan tangan yang terkepal erat.
"Berikan pada istriku."
Bentaknya pada pria paruh baya yang memegang sendok di tangan nya.
__ADS_1
Sedangkan pria itu dan Almira berjengit kaget mendengar suara Bas milik Aaron.
Almira berbalik ke belakang, mata bundar nya melotot melihat suaminya sudah ada di belakangnya.
Melihat mata Almira yang melotot padanya seketika membuat amarahnya turun perlahan.
"Om..."
"Oh maaf tuan, anak anda tadi bilang dia tidak mau,"
Emosi yang sejenak turun kembali lagi naik mendengar celetukan pria paruh baya ini.
"Apa kau tuli, dia istriku bukan anakku, brengsek."
Tubuh tua di depannya bergetar mendengar suara lebih keras lagi dan mata tajam nya yang melotot padanya.
"Ma_af tuan..."
Bibirnya bergetar menahan takut, tangan tuanya membuka tutup es.
"No_na mau ra_sa apa?"
Almira sendiri juga masih shock mendengar bentakan Aaron pada pria di depannya ini. Ia juga ikut takut mendengar nya, ia tak fokus jika pria itu bertanya kepada nya.
Aaron menatap Almira yang diam, sadar jika ia baru saja membuat nya takut dengan bentakannya. Ia memeluk tubuh Almira di sampingnya.
"Sayang Al mau rasa apa.?"
Bertanya lembut pada Almira, ia mengutuk mulutnya yang kelepasan. Almira memang belum terbiasa dengan suara keras.
"Al mau eskrim tidak sayang..?"
Menggeleng lalu mengangguk mengiyakan, Aaron tersenyum tipis.
"Stroberi, Vanilla."
Almira menggeleng ia tak menyukai rasa yang di sebutkan oleh Aaron.
"Coklat.."
.
__ADS_1
.