Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
episode. 59


__ADS_3

Sementara di kantor, David tak bisa bekerja. Ia melirik ke arah jarum jam, sudah siang. Pikiran nya melayang memikirkan pernikahan nya.


"Apa benar benar tak ada ruang untuk ku Zoya.?"


David mendesah lirih, setelah mengusir Kartika, ia masih termenung di ruangannya. Sedangkan Kartika, David tak ambil pusing dengan wanita itu. Ia sama sekali tak tertarik dengannya. Apalagi sampai bertunangan lalu menikah dengan nya. Mimpi saja.....


Hingga waktu sore, David sama sekali tak beranjak dari kursinya. Padahal Rey sudah mengingatkan tuannya agar pulang. Ia tau David, pria itu akan termenung seharian di kursi kebesaran nya.


*


Sementara Kartika, mengamuk di kamarnya. Sudah berbagai cara agar David mau melanjutkan pertunangan mereka. Tapi sepertinya usaha nya sia-sia. David selalu saja akan mengusir nya jika bertemu sebentar saja. Padahal ia sudah berdandan semenarik mungkin. Tapi David sama sekali tak melirik nya sedikit pun. Dan hari ini David benar benar keterlaluan.


Ia menjambak rambutnya, meluapkan kekesalannya. Kenapa David tak pernah sedikitpun meliriknya, apa kurangnya dia?.


"Kartika, jangan berbuat konyol. Sudah cukup, kau tak bisa mendapatkan David."


Reza datang tiba tiba mengagetkan Kartika. Ia melihat kamar Kartika yang berantakan. Sedangkan Kartika menatap tajam Reza yang beraninya masuk ke dalam kamarnya.


"Kau..."


Reza tak perduli dengan tatapan tajam mata Kartika. Ia justru mencengkram kedua bahu Kartika. Menatap lekat manik mata nya. Kartika benar benar sangat menyedihkan hari ini.


"Za, satu minggu lagi, dan David sama sekali tak menanggapi nya. Bagaimana denganku, dan Daddy dia masih sakit"


Kartika terisak di hadapan Reza, tangan nya juga memukul dada bidang pria yang pernah menjadi kekasihnya selama tiga tahun. Ya mereka saling mencintai sebelum nya. Tapi entah kenapa, setahun yang lalu tiba tiba saja Kartika memutuskan dirinya. Reza baru tau ternyata karna David. Pria yang akan di jodohkan dengan nya.


"Jangan menangis, aku mencintaimu..."


Kartika menegang di tempat nya. Ia terhipnotis oleh nada halus Reza. Tak lama ia memejamkan mata, menikmati hembusan nafas di telinganya. Ya entah keberanian dari mana Kartika mendekatkan wajahnya pada Reza.


Dengan berani bibirnya mendarat di leher Reza. Sementara Reza memejamkan matanya, menikmati bibir lembut kekasih nya. Ya Reza tak pernah menganggap hubungan mereka berdua berakhir. Ia masih sangat mencintai Kartika. Itu sebabnya, ia sangat membenci David. Dan ingin membuat perhitungan pada nya. Agar David meninggalkan Kartika.


Tak lama kemudian tangan nya mengangkat wajah Kartika yang menunduk. Dan melabuhkan bibirnya pada bibir merah yang selalu membuat nya candu itu. Tentu saja Kartika menerimanya begitu saja, ia juga membalas belitan lidah yang mengoyak pertahanan nya.


Kartika melepaskan tautan bibirnya lebih dulu. Ia menatap Reza, memelas. Entah setan apa yang merasuki keduanya. Rasa sakit Kartika pada David yang telah mempermainkan dirinya. Ia lampiaskan pada Reza. Ya ia sudah tak tau harus apa, agar David menyetujui pertunangan mereka. Dan Reza perlahan mendorong tubuh Kartika ke ranjang besar milik Kartika. Ia harus bisa membuat Kartika lupa pada David.


Uh.....


Kartika melenguh panjang saat bibir Reza berada di salah satu gunung kembarnya. Sementara tangan kanannya bertengger di atas satunya lagi. Mendengar lenguhan Kartika, Reza tak melewatkan kesempatan untuk mengikat wanita yang ia cintai. Biarkan saja ia bertindak jauh hari ini.

__ADS_1


Tangan nya meloloskan sisa kain yang menempel di tubuh mereka.


"Za..."


Reza menatap mata Tika memelas, tak lama kemudian ia menunduk lagi. Membungkam bibir merah itu dengan bibir nya. Dan Kartika, dia menggelinjang kegelian saat tangan Reza kesana kemari. Dan berakhir di area sensitifnya.


"Za..."


Kartika memekik kaget saat jari Reza tanpa permisi masuk.


Sungguh Kartika tak mengingat rasa sakit hatinya pada David. Hanya ada rasa bahagia di terbangkan oleh Reza. Tak lama ia melenguh panjang saat puncak pertamanya datang.


Tanpa menunggu lama Reza memposisikan dirinya, ia tau Kartika sudah siap. Dan ia langsung mengarahkan miliknya pada milik Kartika.


"Za...."


Reza membungkam bibir Kartika yang menjerit. Hingga Reza berhasil membobol Kartika. Ia mengecup kening Kartika, bahagia dia menjadi yang pertama untuk wanita yang ia cintai.


Sedangkan Kartika mencakar punggung Reza. Ia sungguh tak menyangka akan menyerahkan kesuciannya pada Reza. Pria yang baru satu tahun ini ia putuskan demi mendapatkan David.


Reza bergerak naik turun di atas tubuh Kartika. Reza tau, mungkin Kartika menyesalinya. Tapi ia tak menyesal telah melakukan semua ini.


"Za, aku_"


Reza mempercepat gerakannya ia juga ingin meledakkan sesuatu dalam dirinya. Cakaran Kartika di punggungnya menambah laju tempo dirinya. Tak lama kemudian mereka berdua mengerang bersama.


Reza ambruk di samping Kartika, nafasnya yang memburu usai melepaskan benih di rahim Kartika.


"Terima kasih sayang..."


Kartika tak menjawab, ia memalingkan wajah nya. Tak ingin melihat Reza. Dan Reza hanya tersenyum masam. Ia tau Kartika mungkin menyesalinya. Lalu kemudian ia melepaskan penyatuan nya, mengambil selimut. Dan menutupi tubuh polos mereka berdua.


Sadar jika Reza telah melepaskan penyatuannya ia langsung membelakangi Reza. Menyesali perbuatannya yang bodoh. Tak lama kemudian ia memejamkan matanya, saat tangan Reza memeluknya dari belakang. Dan ia juga merasakan bibir Reza yang mengecup punggung polosnya. Sementara Reza berharap hari esok adalah hari paling bahagia untuk nya.


Lain dengan dua Kartika dan Reza, yang baru saja menyatukan tubuhnya. Tak seperti biasa David pulang malam, hari ini ia pulang lebih sore.


Sinta mengerutkan keningnya mendapati David pulang seorang diri. Lalu di mana Zoya, bukankah siang tadi dia pergi ke perusahaan.


"Dav di mana Zoya..?"

__ADS_1


Deg....


David mematung, dadanya bergemuruh hebat. Apa maksud ibunya, menanyakan Zoya padanya.


"Pagi tadi Zoya pergi ke kantor,"


David langsung berbalik lagi, mendengar ibunya mengatakan jika Zoya datang ke kantor pagi tadi. Kemana istrinya, ia sama sekali tak melihat nya di kantor.


Sinta menatap kepergian David, sepertinya terjadi kesalah pahaman lagi. Semoga saja Zoya tidak bertindak bodoh.


mobil David melesat pergi meninggalkan rumah mewah nya. Hatinya ketar ketir jika Zoya akan meninggalkan nya lagi.


"Kumohon jangan seperti ini Zoya, aku tak bisa tanpamu."


David menghentikan mobilnya mendadak, saat tak sengaja mata tajamnya melihat wanita berkerudung merah marun berjalan di trotoar jalan.


"Zoya..."


Ya benar dia adalah Zoya istrinya, David kemudian turun dan melangkah cepat ke arah wanita yang di yakini adalah istrinya.


"Zoy..."


Merasa namanya di panggil, Zoya mendongak melihat siapa pria di depannya ini.


Deg.....


David memeluk tubuh istrinya, ia mengepalkan tangannya saat melihat wajah merah Zoya dan bibir yang berdarah.


Siapa yang berani menyakiti istrinya.


.


.


Bisa kasih hadiah dulu VOTE sebelum lanjut baca. Biar otak aq dingin, habis nulis yang panas🤣😁


.


.

__ADS_1


__ADS_2