Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
season 2.78


__ADS_3

"Bagaimana mungkin pria sialan itu sudah ada di sini. Bukankah tadi dia masih duduk di kursi kebesaran nya. Lalu kenapa tiba-tiba sudah ada di mension, apa dia pulang mengikuti ku. Benar benar kurang ajar dia padaku, tak tau sopan santun dengan mertuanya, pria brengsek."


Umpat nya sambil memakai pakaian nya yang baru.


Tak lama kemudian David keluar dari kamar nya dengan wajah ditekuk. Berjalan ke ruang keluarga di mana mereka berada. Ia melirik ke arah Zoya yang duduk bersama Almira yang membaringkan kepalanya di pangkuannya. Tapi ia tak melihat di mana Aaron berada.


"Apa pria itu kualat padaku dan dia muntah, semoga saja dia muntah sampai besok."


Gumamnya lirih, tapi telinga tajam Aaron bisa mendengar gumaman David yang menyumpahinya.


Aaron berjalan dan menabrak bahu David keras hingga David yang kaget dan tak siappun terhuyung ke depan.


"Kau brengsek.."


Teriak David, tangan nya bersandar pada kepala sofa dan hampir saja ia tersungkur di lantai.


Aaron acuh, ia pura pura tak merasa bersalah. Sebal dengan David yang menyumpahinya.


"Dad..."


Almira bangun dari pangkuan Zoya. Sedangkan Zoya yang menatap mereka berdua mendesah lirih. Padahal pagi nanti mereka akan pulang ke tanah air. Tapi suaminya dan Aaron sama sekali tak pernah akur meski sebentar saja.


Almira mendekat ke arah David. Ia mendudukkan David di karpet bulu dan membaringkan kepalanya di pangkuan Zoya lagi di samping David.


"Nanti daddy harus datang lagi kemari ya.?"


David tak menjawab, ia masih gondok dengan perlakuan Aaron padanya. Malas sekali jika harus bertemu lagi dengan pria sialan itu.


"Daddy.."


"Ya sayang, nanti daddy akan sering datang kemari Al."


Almira tersenyum lebar mendengar jika David dan Zoya akan sering berkunjung kemari. Ya Zoya yang mengatakan jika Almira tak boleh pulang mengunjungi nya. Ia dan David yang akan mengunjungi nya setiap bulannya. Tentu saja karna kandungan Almira, mereka tak ingin terjadi sesuatu terhadap kandungan Almira.


"Besok Asraf dan Arhas harus ikut ya bunda. Al rindu dengan mereka berdua."

__ADS_1


Zoya mengangguk mengiyakan.


"Kau kenapa tiba tiba sudah ada di sini, apa kau tak bekerja.?"


Tiba tiba David mengeluarkan suara nya, meski masih gondok dan emosi, tapi David ingin tau untuk apa dia pulang dan tidak bekerja, bukankah tadi Nathan mengatakan jika ada investor asing akan menemuinya.


Aaron melirik sekilas ke arah David.


"Aku tak bisa pergi tanpa istri ku, bukankah kau tau sendiri aku muntah berkali kali tadi. Dan sekarang aku tak muntah karna aku bersama dengan istri ku."


Cih.... "Menjijikkan.."


"Terserah aku, ya kan sayang.."


Aaron beralih pada Almira yang berbaring di pangkuan Zoya.


David menipiskan bibir nya melihat wajah masam Aaron yang tak mendapat respon dari Almira.


"Bunda apa Qinan dan Bastian tau jika Al tinggal di sini.?"


Aaron mendengus mendengar pertanyaan Almira. Tapi kemudian hati nya tercubit saat mendengar jawaban Zoya. Ada rasa bersalah yang hinggap di hatinya kepada istrinya.


Tak ada yang bersuara, baik Zoya dan David, mereka berdua tau jika keinginan Almira adalah sekolah yang tinggi. Tapi gara gara pria brengsek Aaron yang sudah merenggut impian Almira.


Dan Almira sendiri menatap wajah Aaron yang menatapnya penuh rasa bersalah. Tak lama kemudian ia tersenyum pada suami nya.


*


Queen mengusap pipinya berkali-kali, ia menatap wajah ibunya yang marah padanya. Ia tau jika ibunya sangat kecewa dengan nya.


"Mom, maafkan Queen, Queen janji tak akan berbuat bodoh lagi."


Hiba nya pada ibunya yang menatap nya datar.


"Ingat Queen, daddy mu tak tau hal gila apa yang kau lakukan. Jangan membuat orang tua malu Queen. Bagaimana jika berita ini menyebar keluar, apa kau tak berpikir jika ayah mu yang akan menanggung nya Queen."

__ADS_1


Queen menunduk, merasa bersalah terhadap kedua orang tua nya dengan kebodohan nya.


"Jangan bertindak gila lagi jika kau tak ingin berakhir mengenaskan Queen. Aaron sudah membunuh pria yang tidur dengan mu."


Queen berjengit mendengar penuturan ibunya. Matanya menatap mata ibunya yang bengkak karena dirinya yang setiap hari menangis karenanya.


"Pria itu seorang mafia Queen, dan daddymu tak tau apa motif Aaron membunuh pria itu. Tapi menurut mommy Aaron juga bukan pria sembarangan Queen. Mommy mohon, kau sudah hancur dengan karier mu Queen. Sudah cukup hanya mommy dan daddy yang tau Queen, jangan bertindak bodoh lagi. Jangan hancur kan hidup mu dengan mengejar Aaron. Pria itu tak melirikmu sama sekali, dia hanya menganggap mu sebagai pemuas nya saja Queen, ingat itu."


"Kenapa.."


Cristi menatap wajah Queen, ia tak tau apa maksud ucapan Queen.


"Kenapa Aaron membunuh Rodric, dia bahkan belum tau aku hamil mom. Kenapa Aaron jahat sekali padaku. Dia sudah membuangku dan dia membunuh Rodric, apa sebenarnya yang Aaron inginkan mom."


Dirga datang dan langsung melayangkan tangan nya menampar wajah Queen.


Plakkk...


"Mas..."


Cristi shock melihat nya, ia memeluk tubuh Queen yang bergetar dan menangis.


"Ingat Queen, kaulah yang bodoh. Sudah Daddy bilang jangan bertindak gila dengan kelakuanmu."


Sarkas Dirga pada putrinya. Ia sudah lelah dan tak ingin hidup nya hancur akibat ulah Queen. Dia juga menyayangi putrinya, dia tak ingin berakhir seperti Erick dan keluarga nya. Apalagi telinga nya mendengar jika Aaron bukanlah pria sembarangan.


Ia yakin jika Aaron akan menghancurkan nya tanpa sisa jika ia mengusiknya. Apalagi di tambah lagi dengan David. Mereka berdua pasti tak akan membiarkan nya mengusik keluarga nya.


"Biarkan daddy egois sudah mengorbankan mu Queen. Tapi daddy tak ingin kita semua menderita ulah kebodohan mu lagi. Maafkan daddy, daddy janji akan mencarikan kau pria yang baik untuk mu Queen."


Queen tersenyum masam mendengar penuturan ayahnya.


Benarkah ia akan berakhir seperti ini dan mengalah pada gadis ingusan itu. Apalagi dia adalah putri Zoya, wanita yang dulu juga tak ia sukai karna menyukai David. Dan sekarang putrinya, yang menghalanginya.


"Sepertinya aku tak bisa mengabulkan permohonan mu Dad, aku akan merebut Aaron."

__ADS_1


.


.


__ADS_2