Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
episode. 42


__ADS_3

Zoya merasa ada tangan kokoh memeluk tubuhnya yang ringkih. Ia mengingat semalam ia dan David bercinta hingga lewat tengah malam. Apa semalam suaminya puas dengan nya. Ia menggelengkan kepala mengusir pikiran buruk nya. Ia harus percaya dengan David kali ini.


Zoya menyingkirkan tangan kokoh David perlahan. Tapi suaminya itu justru mengeratkan pelukannya.


"Sayang mau kemana?"


Zoya merinding, David berbisik tepat di telinga.


"Aku mau bangun, nanti telat solat nya!"


Dengan terpaksa David melepaskan pelukannya membiarkan Zoya bangun. David mendudukkan tubuhnya setelah Zoya masuk ke kamar mandi. Ia mengingat percintaan mereka semalam.


"Aku akan membuang jauh nama Rangga di hatimu Zoy."


Tanpa menunggu lama ia bangun dan menyusul istrinya ke kamar mandi. Ia tersenyum tipis melihat Zoya di bawah shower dengan tubuh polosnya.


Ark..


"Apa yang kau lakukan." Mata Zoya waspada, tangan nya menutupi dua bagian inti tubuhnya. Ia melihat David yang tersenyum menyeramkan.


Tanpa izin David mencium Zoya, ia juga melancarkan aksinya kembali di dalam kamar mandi. Sedangkan Zoya selalu bilang jika sholat nya akan tertinggal jika mereka melakukannya sekarang.


"Hanya sebentar..."


"Tapi ini_"


David membungkam bibir Zoya. Ia tau Zoya ingin menolaknya, tapi mau bagaimana lagi di bawah sana ingin kembali lagi menyatu.


Ark....


Entah sudah terbiasa karna semalam atau karna Zoya juga terbawa suasana. Tangan dan bibir nya juga menjelajah tubuh David. Hingga sang empu bertambah liar, menggerakkan tubuhnya.


"Davv..."


Zoya menjerit tertahan saat David membalikkan tubuhnya membelakangi nya. Menyatukan kembali milik mereka berdua dan bergerak maju-mundur. Suara ******* keduanya tersamarkan dengan suara air hangat yang mengalir, membasahi tubuh keduanya. Hingga bunyi kecipak kulit yang basah terdengar nyaring.

__ADS_1


Sementara Zoya, kaki dan lutut nya terasa lemas. David menggerakkan pinggulnya tanpa jeda.


Baru kali ini Zoya, bercinta di bawah air. Apalagi di posisi berdiri seperti ini. Sebelumnya ia tak pernah tau, bagaimana cara bercinta dan memuaskan suami. Ia sangat tabu dengan gaya yang David ajarkan pada nya, dan ia juga baru tau. Mungkin inilah salah satu Rangga berselingkuh karna ia tak bisa menyenangkan suami.


David mempercepat gerakannya, saat ia hendak mencapai satu titik di pusat tubuhnya.


Ah...


Zoya meringis merasakan panas di bawah sana. David benar benar gila, menggerakkan tubuhnya di bawah sana.


Ah...


Tubuh David menegang melepaskan puncak kenikmatan nya. Nafasnya memburu, naik turun. Ia melihat Zoya yang memejamkan matanya menikmati sisa sisa percintaan panas mereka. Tak lama kemudian ia melepaskan penyatuan mereka, dan membalikkan tubuh Zoya.


Sedangkan Zoya memberenggut, bibir nya meringis menahan panas dan matanya melirik.


"Maaf sayang..."


Sambil terkekeh David, mengambil sabun cair . Ia tau Zoya marah karna ia terlambat, menunaikan ibadah nya.


*


David mengerutkan keningnya, melihat siapa yang menelponnya saat masih jam kantor.


"Mommy..."


Tak lama ia menggeser tombol hijau di layar. Mungkin inilah saatnya ia mengatakan jika ia menikah dengan Zoya. Wanita janda beranak satu. Sedangkan dulu ia hanya mengatakan jika ia sudah menikah. Mommynya memang tak tau jika Zoya seorang janda. Begitu pun dengan media tak banyak yang tahu jika Zoya adalah janda. Memang David tak banyak bicara. Ia hanya mengatakan jika Zoya adalah istrinya. Bukan ia ingin menyembunyikan atau tak menganggap putri sambung nya. Tapi ia ingin mengambil hati Zoya terlebih dahulu. Dan memastikan mereka berdua nyaman dan terbiasa dengan kehadirannya. Ia tak mau publik menggunjing Zoya, saat hati Zoya belum ia miliki. Setidaknya jika Zoya sudah terbuka padanya. Ia tak perduli berita miring di luaran sana. Ia juga bisa menguatkan Zoya.


"Ya mom.."


"..."


"Iya maafkan David, David akan pulang nanti."


David mendesah lirih, mommy nya seperti nya marah kali ini. Sudah sebulan yang lalu mommynya mengatakan jika ia ingin bertemu Zoya. Apalagi sang mommy tak tau dengan pernikahan nya yang mendadak. Ia langsung tau dari media, tentu saja sebagai ibu ia marah dan kecewa.

__ADS_1


Semoga saja ibunya tak marah dengan Zoya. Baru semalam Zoya menerimanya sebagai suami. Jangan sampai ibunya akan melampiaskan pada Zoya.


Ibu David memang sudah tau sehari setelah ia mengikat Zoya dengan ijab kabul nya. Tentu saja reaksi mommynya tercinta marah. Tapi dia ingin melihat bagaimana yang menjadi menantunya. Sampai saat ini David tak berani membawa Zoya datang ke kota A. Alasannya, selain Zoya yang belum menerimanya dan takut Zoya akan mengingat masa lalunya. Apalagi trauma Zoya berawal dari sana, dan lagi dia juga ikut andil. Jadi sebelum membuka lembaran baru. Ia ingin Zoya menerima nya terlebih dahulu.


Bukankah dia datang ke kota ini ingin melupakan kejadian buruknya dan membuka lembaran baru. Tapi dengan tak tau malunya ia justru tak ingin Zoya melupakannya. Mengikatnya dengan pernikahan.


"Ada apa..."


"Nona Queen, ingin bertemu tuan."


David tak menjawab ia hanya melirik sekilas. Queen, gadis yang sebulan lalu magang di perusahaan nya. Rupanya gadis itu mendengarkan ucapannya. Tak pernah sekalipun David bertatap muka dengan gadis itu.


"Selamat siang tuan..."


Tak mendapatkan jawaban, Queen hanya mendesah lirih. Ia menyesal telah datang ke perusahaan David. Niat hati ingin dekat dengan pria itu. Justru dia terperangkap dan berakhir bekerja di bagian gudang. Sial sekali nasibnya. Apalagi setelah ia mengadukan dengan Daddy nya. Daddy nya hanya mengatakan jika David memang pria yang seperti itu. Mau tidak mau, ia harus menerima nasibnya yang sial. Ia tak mungkin membuat Daddy nya kecewa dengan nya.


"Bolehkah saya bekerja menjadi asisten tuan Rey."


Setelah tak ada pertanyaan basa basi dari mulut David. Queen memberanikan diri bicara.


Rey yang mendengar penuturan Queen terkesiap. Untuk apa dia merekrut asisten, sementara dia sendiri adalah asisten tuan David.


"Terserah kau.."


Queen mendongak begitu pun dengan Rey. Ia tak percaya, David menyetujui permintaan gadis di sampingnya. Sedangkan David memang tak ambil pusing. Lagi pula dia yakin gadis itu tak akan berkeliaran di depannya. Biarkan saja Rey yang membimbingnya. Terserah Rey mau di apakan gadis itu.


Rey, menghembuskan nafasnya perlahan. Ia tau David tak ambil pusing, gadis magang di depannya ini. Pria itu mana mungkin perduli dengan hidup orang lain. Ia yakin tuannya itu mungkin saja ia tak enak dengan tuan Dirga.


Sementara Queen bernafas lega. Akhirnya ia keluar dari gudang itu. Sudah panas, dan debu, ia juga kerap kali ikut bekerja menurunkan barang.


Setelah mendapatkan persetujuannya, Rey membawa Queen ke ruangannya. Ia sebenarnya malas, sudah pasti dua bulan terakhir akan ada yang menggangu saat ia bekerja.


"Maafkan aku kak, aku benar benar lelah bekerja di sana?"


Tak ada jawaban dari Reymond, Queen hanya bisa bersabar. Dua bulan lagi, ia bekerja di perusahaan David. Dan ia tak mau mengecewakan Daddy nya. Memang benar kata Daddy nya David pria introvert. Dari pada ia berakhir tak lulus kuliah. Lebih baik ia membuang jauh jauh rasa cintanya pada David. Entah itu cinta apa hanya rasa kagum semata, Queen tak tahu.

__ADS_1


.


.


__ADS_2