Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
season 2. 39


__ADS_3

Dirga mengusap wajahnya di dalam mobil. Ia tak tau apa yang harus ia lakukan pada putri nya. Ia juga tak menyangka jika Queen akan bertindak gila seperti ini. Ia pikir Queen tak tergiur dengan Aaron sebelum menikah, tapi ternyata Queen bertingkah sangat jauh.


Dirga keluar dari mobil dan melangkah masuk ke dalam rumah ibunya. Dari arah tangga ia melihat istrinya yang baru saja turun dari kamar Queen tentunya.


"Kau dari mana,"


Dirga tak menjawab, ia duduk di sofa ruang tamu dan menunduk.


"Apa kau tau jika Queen,_"


Cristi menghembuskan nafasnya perlahan, ia mengusap pipinya yang basah. Masih tak percaya jika Aaron akan membuang Queen begitu saja dan menikah dengan orang lain.


"Aaron tak bisa melakukan ini, kasihan Queen."


Dirga bereaksi, ia menoleh pada istrinya dan menatap nya datar.


"Dengar Cristi, aku baru saja menemui Aaron."


Cristi kaget, suaminya bertemu dengan Aaron di mana. Bahkan Queen sendiri sudah dua hari ini mencari Aaron. Dan suaminya bilang baru saja menemui Aaron.


"Aku menelpon tuan David untuk bertemu, tapi Aaron sendiri yang menemui ku tadi. Dan dia juga mengatakan jika Queen sendiri yang bertingkah gila, dia yang yang sudah melemparkan tubuhnya pada Aaron."


Dirga mengusap wajahnya kasar. Masih bingung dan tak mengerti bagaimana Queen bisa menyerahkan semuanya begitu saja pada pria seperti Aaron.


"Dan kau percaya, Dirga. Queen tetap lah putri kita, aku tak rela jika Aaron membuang nya begitu saja, bagaimana jika Queen hamil."


Ungkap Cristi emosi, melihat suaminya justru menyalahkan Queen putrinya.


"Ingat Cristi, Aaron bukan pria yang bodoh."


Dari atas tangga Queen memejamkan matanya. Ia menangis segukan mendengar penuturan ayahnya. Masih tak percaya jika Aaron sendiri lah yang mengatakan jika mereka hanya teman ranjang dan tak mencintai nya.


"Aku tak terima kau menikah dengan orang lain Aaron. Secantik apa dan seistimewa apa dia di atas ranjang mu. Apa dia jauh lebih baik dengan servis ku."


Queen melangkah masuk kedalam kamar nya lagi. Ia turun tadi karna ingin menemui ayahnya yang belum menemuinya. Dan ia tak tau jika ayah nya menemui Aaron.

__ADS_1


Queen membanting tubuhnya di atas kasur, meremas kain sprei bermotif. Rasa dendam pada wanita yang merebut Aaron darinya bertumpuk. Ia yakin wanita itu sudah menjebak Aaron agar menikahinya.


*


Aaron mengerjapkan matanya saat matahari mengintip dari balik gorden. Tangan nya meraba raba tubuh kecil yang semalam berada di pelukannya. Tak ada.....


Aaron mendudukkan tubuhnya di di ranjang pink milik Almira. Matanya mencari keberadaan istrinya yang tak terlihat, ia menyibak selimut bergambar Micky mouse dan melangkah ke kamar mandi.


Sama tak ada istrinya di kamar mandi.


Aaron berjalan keluar kamar, berniat mencari Almira. Ia juga tak menghiraukan tatapan tajam David padanya. Ia harus terbiasa dengan David yang menatapnya tajam. Sedangkan David mengeratkan giginya emosi melihat Aaron berjalan keluar tanpa memakai bajunya.


"Aaron brengsek, apa maksud mu hah, apa kau akan menggoda putri dan istri ku sialan."


Nafasnya memburu melihat pria brengsek ini, selalu saja membuat nya naik darah. Keluar kamar hanya memakai boxer.


Sedangkan Aaron sendiri berjengit, ia mengutuk kebodohan nya sendiri yang lupa jika ia baru bangun tidur. Tanpa menjawab dan menyapa David. Aaron berjalan melewati David kembali menuju kamar istrinya. Sampai di kamar nya bibir nya mengumpat kebodohan nya sendiri. Ia tak ingat jika ia baru bangun dan tak berpakaian. Pantas saja David marah pada nya dan mengumpat nya.


Sedangkan David sendiri mengusap dadanya yang bergemuruh. Jika bukan suami putri nya ia yakin, tak akan menunda untuk membunuhnya saat ini juga.


"Pria brengsek, gila."


David melangkah ke ruang tamu di sana ada Bastian dan juga Qinan yang baru datang.


"Pagi Om..."


Kedua menyapa David dan mencium tangan David. David sendiri menyambutnya, tak lama kemudian ia pamit pada ketiganya. Zoya sudah menunggunya di mobil bersama kedua putranya yang akan berangkat ke sekolah, ia tak mau mereka terlalu lama menunggu. Ia kembali naik ke kamar nya karna lupa dengan ponselnya. Tapi justru pria sialan itu menyakiti matanya dengan tubuh setengah telanjangnya.


Kurang ajar....


Sedangkan Zoya menggeleng kan kepalanya melihat wajah suram suaminya.


Almira datang kembali lagi ke ruang tamu membawa jus kesukaan teman temannya. Ia mendudukkan tubuhnya di kursi sofa dan menatap wajah Qinan dan Bastian bergantian. Sadar jika mereka berdua datang kemari karna sesuatu. Almira menundukkan wajahnya.


"Maaf,...?"

__ADS_1


Bastian menatap Almira tak percaya, apa maksud nya meminta maaf. Apa benar jika dia sudah menyembunyikan sesuatu dari mereka dan itu adalah dirinya yang sudah menikah.


Qinan sendiri masih bingung dengan kedua nya. Ia melirik ke arah Bastian yang seperti nya terlihat tegang.


"Al, siapa sebenarnya yang mencium mu waktu di sekolah. Mereka bilang kau menjadi Sugar Baby pria dewasa. Teman teman menggunjing mu, tapi aku tak percaya. Memang nya siapa dia, apa benar yang mereka katakan. Huh... Mereka menjelekkan nama mu Al, aku sendiri marah sama mereka, gak tau yang sebenarnya tapi sudah menggosipkan mu."


Qinan mengadu pada Almira, tentang teman nya. Tapi Almira hanya menunduk, ia gelisah di tempat duduknya.


Dan Bastian yang melihat kegelisahan Almira mengepalkan tangannya.


"Al..."


Bastian sedikit menaikkan volume suaranya saat melihat Almira hanya diam saja dan tak menjawab Qinan. Ia tak suka mendengar jika semua itu adalah benar.


Dari arah samping Aaron yang mendengar Bastian meninggikan suaranya pada istrinya melangkah lebar. Sampai di depan Bastian ia mencengkram erat kerah kaos Bastian.


Sedangkan Bastian berjengit kaget, saat sebuah tangan besar mencengkram erat kaos milik nya. Begitupun dengan Qinan dan Almira, mereka berdua juga kaget melihat nya.


"Om..."


Almira mendekat pada Aaron dan melepaskan tangan suaminya pada leher Bastian.


"Jangan berani berteriak pada istriku,"


Qinan dan Bastian shock mendengar nya. Apalagi Bastian, ia menatap tak percaya pada Almira yang menunduk.


Aaron melepaskan tangannya dari leher Bastian. Tangan kirinya langsung memeluk tubuh mungil Almira. Ia ingin menunjukkan pada anak ingusan ini jika Almira adalah milik nya.


"Al,...."


Bastian masih tak percaya dengan apa yang di dengarnya saat ini. Benarkah Almira sudah menikah dan menjadi istri pria dewasa di depannya ini.


Almira menghembuskan nafasnya perlahan, ia menatap Bastian dan Qinan bergantian.


"Ya, Al sudah menikah..."

__ADS_1


.


.


__ADS_2