Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
season 2. 4


__ADS_3

(Awas aja yang bocil ngintip.🤧 Besok besok aku bikinkan yang buat bocil, "kek cilok aja bikin"🤭 sayang nya ketiganya masih horor 🤣 Entah kenapa aku gak bisa bikin yang kalem 🤧 kek otornya, lembut seperti bulu kucing 🐱)


*


Lima menit sekali Aaron melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Sesekali matanya melirik ke arah pintu, berharap Zoya muncul dengan senyum lebar di bibirnya.


Nathan sendiri berdiri di samping tubuh tuannya yang duduk gelisah. Ia menghembuskan nafasnya perlahan. Mengingat tuannya yang sepertinya sudah gila menginginkan wanita bersuami.


Semenjak penghianatan sang istri, tuannya melampiaskan kecewanya pada wanita ****** di luar sana. Tapi beberapa bulan ini, pria yang menjadi majikannya ini sepertinya tergoda dengan wanita Muslim berkerudung cantik. Dan lagi dia lebih tua lima tahun dari nya. Entah apa yang merasuki Aaron, hingga tergila gila pada Zoya.


"Kenapa lama sekali,"


Aaron menggerutu, mengumpat David. Pasti pria itulah yang membuat Zoya terlambat kembali ke kantor.


*


Sedangkan wanita yang di tunggu nya, sedang bergelut di atas ranjang di siang hari dengan suaminya.


Brukk...


Nafas Zoya memburu, ia ambruk di atas tubuh polos suaminya. Tubuhnya bermandikan keringat, hingga rasa lengket kedua nya menyatu saat tubuh Zoya menempel di atas tubuh sang suami.


David sendiri melingkarkan tangannya di pinggang polos istrinya. Sama, nafasnya juga naik turun hingga Zoya bisa merasakan dadanya yang kembang kempis.


"Sayang.."


Nada halus dan lembut keluar dari bibir David. Ia merasa bangga dan bahagia karna istrinya sangat pintar memanjakan tubuhnya. Mana mungkin ia akan memberikan celah kepada Aaron. Pria asli bule itu tak boleh di beri kesempatan sedikitpun. Mulai hari ini, ia akan mengikuti Zoya kemanapun dia pergi. Tak perduli jika kakinya yang belum terlalu sembuh. Ia tak ingin memberi kesempatan kepada pria di luaran sana, apalagi Aaron.


"Mas Zoya capek,"


"Ya sudah jangan kembali ke kantor."


Tangan besar David meraba raba nakas di samping tempat tidur. Ia mengambil ponselnya dan menghubungi Reymond yang berada di perusahaan.


"Zoya tak akan kembali ke perusahaan. Kau yang harus melanjutkan meeting nya."


Klik..


Tanpa menunggu jawaban asistennya, David mematikan ponselnya sepihak. Ia kembali memeluk tubuh ramping istrinya.


Cup...

__ADS_1


Ia tersenyum mendengar dengkuran halus Zoya di atas tubuh nya. Apalagi, tubuh mereka masih dalam keadaan menyatu. Zoya tertidur, dia kelelahan hingga tak sadar dia masih di atas tubuh polos suaminya.


Ia mengeratkan pelukannya pada Zoya. Mengingat bagaimana Zoya yang berjuang merawat dan mentsabilkan perusahaan nya yang hampir saja terjun. Ia tak menyangka, akan berkumpul kembali dengan keluarga dan istri tercinta nya. Kecelakaan yang menimpanya sangat membuatnya trauma. Zoya juga harus melahirkan kedua putranya sesar. Padahal sebelumnya dokter mengatakan jika Zoya bisa melahirkan normal.


Sampai kapanpun David tak akan membiarkan Aaron merebut Zoya dari nya. Ia tak perduli jika Aaron akan membatalkan kerja sama mereka. Lebih baik David miskin dari pada harus kehilangan istri tercinta. Ya akibat kecelakaan yang menimpanya, beberapa bulan yang lalu David menyetujui investor asing agar bekerja sama. Siapa sangka jika pria paruh baya itu memiliki seorang putra dan sialnya dia menginginkan istrinya.


Di sebrang telpon, Rey mendesah lirih. Ia tau, pasti tuannya yang tak mengijinkan nona Zoya kembali lagi ke perusahaan. Pria yang belakangan terlihat sensitif itu memang suka sekali menyusahkan nya.


Rey menatap wajah merah padam Aaron yang duduk di depannya. Ia menunduk melihat mata tajam Aaron yang mengarah padanya. Mata itu seolah ingin membunuhnya hanya dengan tatapannya saja. Apalagi ia juga baru tau, jika pria ini bukanlah pria sembarang. Jelas saja ia semakin ciut, kala mengetahui jika Aaron benar benar, pemimpin mafia.


"Maaf tuan,"


"Aku tau.."


"Tapi bagaimana dengan kesepakatan nya tuan?"


Aaron berdiri melangkah lebar keluar dari gedung tertinggi di kota A. Ia sama sekali tak mendengar ucapan asisten Zoya itu.


Kenapa ia jadi bodoh, mungkin saja saat ini mereka sedang bercinta.


"Brengsek..."


Prang...


Dari jauh Rey hanya menghela nafas. Kenapa juga pria itu harus marah, dan melampiaskan pada benda tak bersalah. Dan kenapa juga tuannya seperti anak kecil, harus mengurung Zoya di kamarnya. Rey tau itu, ia juga sudah menikah, jelas tau gerak gerik pria yang cemburu.


"Semoga saja keduanya tak saling melukai."


Rey kembali ke ruang meeting, mengambil lembar kertas putih yang sudah tertata rapi di depannya. Ia menggelengkan kepalanya, mengingat bagaimana cinta membutakan kedua pria yang mempunyai kekuasaaan tersebut.


Brakkk...


Aaron menendang jok di depannya ini. Nathan hanya diam, ia fokus pada setir kemudi nya. Jangan sampai mereka kecelakaan. Ini sudah hal biasa jika Aaron akan melampiaskan amarahnya pada nya.


"Carikan wanita untuk ku,"


"Ya tuan.."


Nathan membelokkan mobilnya di gedung tertinggi di kota A. Hotel berbintang menjadi tempat Aaron menginap selama di kota A. Ia membukakan pintu sang majikan.


"Tuan, teman anda sudah menunggu anda."

__ADS_1


Aaron tak menjawab, ia memasukkan tangannya pada saku celananya. Menyembunyikan rasa kecewanya pada Zoya. Ia sendiri yang tak tau malu. Sialan.....


Keluar dari pintu lift, Aaron sudah di sambut dengan wanita cantik khas wanita Asia.


"Kau memang yang terbaik Nat"


Aaron membuka pintu dan menarik wanita yang berdiri di depan pintu itu.


Brakk...


Nathan menggelengkan kepalanya, ia sendiri masuk kedalam kamar miliknya yang berhadapan dengan tuannya.


Aaron mendorong tubuh molek itu ke tembok. Mencumbunya, bahkan tangan nya bergerak mengelus paha yang terbalut stoking. Menyingkap rok mini wanita cantik dengan bibir merah nya. Ia juga merobek kain tipis dan membuangnya.


Arkk...


Entah jeritan atau ******* yang keluar dari bibir merah nya. Aaron menggesek jarinya pada milik sang wanita. Bibirnya tak berhenti kesana kemari, menyesap leher bahkan memberikan tanda merah di sana.


Puas dengan lehernya, ia berpindah pada buah yang menggantung berukuran besar. Wajahnya bersembunyi di tengah keduanya. Bibirnya juga akan melahap ujung benda kenyal di depannya.


Sstt...


Rintihan sang wanita saat Aaron mempercepat gerakannya. Antara perih dan nikmat yang menguasainya, tubuhnya bergetar lalu menjerit melepaskan air cintanya.


Aaron tersenyum tipis saat merasakan tangan nya yang lengket. Ia melepaskan jarinya dan menempelkan ke bibir wanita itu. Mata Aaron terpejam, ketika jari tangan nya di jilat oleh lidah wanita cantik yang Aaron sendiri tak tau nama nya.


"Kau sangat seksi sayang.."


Aaron mengeluarkan miliknya dan langsung menghujam partner ranjangnya. Yang sebelumnya Aaron lebih dulu membalikkan menghadap tembok, membelakanginya.


Aahh....


Aaron mendesah, kemudian ia bergerak memompa tubuh yang membelakanginya maju mundur. Ia bergerak liar bersama, sang wanita mendesah hebat. Akibat hujaman keras dan liarnya. Wanita itu meracau bahkan memohon ampun agar Aaron memperlambat gerakan nya.


Aaron sendiri menulikan pendengaran nya, ia terus bergerak, maju mundur hingga satu jam lamanya Aaron membawa tubuh wanita itu ke atas meja. Aaron tak memberikan jeda sedikitpun. Masih terus bergerak hingga setengah jam kemudian tubuhnya menegang dan mengeluarkan miliknya dari sang wanita. Mengarahkan pada wajah wanita yang terbaring di atas meja.


Ahhh...


Gubrakk


Eling🤣🤣

__ADS_1


Yuk sambil nunggu up mampir lagi di karya otor yang lain.


Dor.. entah kenapa aku yang oleng. Ga ada yang kasih hadiah dan VOTE 🤧


__ADS_2