Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
episode.60


__ADS_3

David mengobati luka di bibir Zoya. Dengan hati hati ia mengoleskan anti septik ke bibir yang pecah akibat tamparan, ia yakin itu. Dan ia sungguh ingin menangis melihat keadaan istrinya. Sungguh ia marah pada wanita ini, yang pergi tanpa dirinya. Ya, ia tau jika Zoya habis dari makam suaminya Rangga. Terlihat masih ada tanah yang menempel di gaunnya yang kotor. Kemana lagi Zoya, kalau bukan kesana. Itu artinya Zoya tak datang ke kantor, dia justru datang ke makam suaminya.


"Aku tidak apa apa mas,? Tadi Zoya tak sengaja jatuh dan bibir Zoya terkena tembok."


Alasan tak masuk akal, meluncur begitu saja dari bibir Zoya. David mengeraskan rahangnya mendengar ucapan dari istrinya. Apa Zoya tak tau jika dirinya benar benar sangat khawatir, saat mommy nya bilang dia pergi ke kantor. Dan ternyata dia pergi ke pemakaman umum, tempat peristirahatan terakhir suaminya.


"Mas..."


"Bisakah kau sedikit saja melihat padaku Zoy. Apa aku sama sekali tak berarti bagimu.?"


David membentak Zoya, meluapkan emosi dan cemburu nya pada almarhum Rangga. Tentu saja Zoya berjengit kaget saat dirinya di bentak oleh David.


Tapi David tak perduli, ia melangkah pergi meninggalkan Zoya. Kecewa dengan Zoya yang berbohong padanya. Dan kecewa dengan sikap Zoya. Apalagi Zoya sama sekali tak mencintai dirinya. Tentu saja semakin besar kecewa yang David rasakan.


Melihat David yang pergi meninggalkan nya. Zoya meneteskan air matanya. Ia harus apa,? Apa ia harus mengatakan jika ia ingin David mengesahkan pernikahan mereka. Ia tau malu, malu jika David tak ada niat untuk menikahi nya secara hukum. David pasti akan mengira bahwa dirinya wanita tak tau malu. Takut jika David akan mengejeknya wanita tak tau di untung.


Brakk.....


Tambah deras air mata Zoya mendengar pintu kamar di tutup kencang.


"Apa kau benar mencintai ku mas?. Lalu kenapa kau tak mendaftar kan pernikahan kita. Kau justru menyembunyikan pernikahan kita mas. Apa aku harus mempertahankan suami ku, meski hanya pernikahan siri. Aku hanya tak ingin malu, yang menjadi wanita simpanan untuk mu....


Aku akan mempertahankan suamiku, jika kau sendiri mengakuinya. Kau sangat berarti untuk ku mas, aku mencintaimu."


David termenung di ruang kerjanya, sampai sejauh ini Zoya masih tak bisa melupakan mantan suaminya. Dan sama sekali dia tak mencintai nya sedikit pun.


"Brengsek..."


Prang....


Satu botol minuman keras yang baru saja ia teguk pecah berkeping-keping. Ia sungguh tak bisa menggeser nama Rangga di hati istri nya.

__ADS_1


Tak lama kemudian David berjalan lagi ke arah lemari. Mengambil kembali koleksi alkohol nya. Meneguknya langsung dari botol. Lalu berjalan menuju sofa mendudukkan dirinya di sana. Matanya menatap kosong jauh ke depan. Ia sangat mencintai Zoya, tapi Zoya tak mencintai nya. Dia sangat mencintai almarhum suaminya Rangga.


"Pria brengsek seperti nya mendapatkan cinta yang besar darimu Zoy."


David terkekeh kecil, meratapi nasib cintanya yang di kalahkan oleh pria brengsek, dan sialnya dia sudah meninggal. Ia lalu meneguk lagi botol di tangannya.


Prang.....


Botol kedua mendarat mulus di lantai dingin lagi dan hancur berkeping keping. Padahal harga wine yang hancur itu, setara dengan motor puluhan juta rupiah.


Usai membersihkan diri, Zoya memakai jubah mandinya. Ia melangkah mencari keberadaan suaminya. Hari sudah larut, ia yakin semua orang sudah tidur. Itu sebabnya ia berani memakai jubah mandi dan menanggalkan jilbabnya.


Entah kenapa ia tak bisa mengabaikan perasaan nya pada David. David pasti tau jika ia habis dari makam suaminya Rangga. Dan David pasti kecewa, menganggap ia masih mencintai almarhum suaminya. Ya meski cinta itu masih ada, tapi perlahan ia sudah menempatkan David di hatinya. Itu sebabnya ia kecewa dengan perasaannya yang tak tau malu. Menginginkan David segera mengesahkan pernikahan mereka.


Ia ingin di akui, agar ia bisa melawan Kartika, menyingkirkan wanita lain yang menginginkan suaminya. Ia juga ingin di anggap sebagai istri yang sah secara hukum dan negara.


Zoya sungguh tak tau bagaimana caranya mempertahankan suami nya dari wanita lain. Sementara dirinya sendiri saja masih abu abu, hanya sebagai bayangan yang tak terlihat. Ia ingin mengatakan pada David jika ia tak ingin berbagi. Tapi apa yang harus ia katakan.


Hampir dua bulan ia menikah dan David tak pernah menyinggungnya akan mendaftarkan pernikahan mereka. Tentu saja ia tau, David yang belum mendaftarkan pernikahan mereka. Dia tak pernah meminta data dirinya. Lalu apa yang ia harapkan dari pernikahan semu ini.


Prang....


Clek....


Mata Zoya memanas melihat keadaan suaminya. Ia mengedarkan pandangannya pada sudut ruangan. Botol alkohol hancur berkeping keping yang beradu pada tembok, ia yakin itu.


Zoya melangkahkan kakinya menuju suaminya yang duduk membelakanginya.


David menoleh saat menyadari Zoya datang kemari. Ia terkekeh kecil melihat Zoya ada di hadapannya.


Sementara Zoya, menatap mata merah David. Suaminya itu baru saja meminum alkohol lagi. Padahal seingat Zoya, selama menikah David tak pernah menyentuh lagi minuman haram itu.

__ADS_1


"Mau apa?"


Zoya tak bergeming sedikitpun dari tempatnya, atau menjawab pertanyaan David.


Dan tak lama David tertawa pelan, entah menertawakan nasib dirinya yang sial, harus bersaing dengan orang yang sudah mati. Atau menertawakan cinta yang tak terbalas.


"Apa kau bahagia Zoya, mencintai orang yang sudah mati. Seberapa besar cinta mu pada pria brengsek itu, heh..? Hingga kau tak bisa menguburnya bersama jasad nya...


Kenapa aku harus kalah dengan orang yang sudah mati. Apa kurangnya aku, Zoya....


Sampai kau tak melirik ku sedikit pun. Apa benar cinta mu hanya untuk almarhum Rangga?. Dia sudah meninggal Zoya, dia sudah mati. Dia pria brengsek yang menyelingkuhi mu."


David berteriak keras pada Zoya, melampiaskan amarahnya. Akibat cemburu buta pada pria yang sudah meninggal. Sedangkan Zoya masih di posisi yang sama berdiri di depan David.


Perlahan tangannya melepaskan jubah mandinya. Ia membiarkan jubah itu teronggok di lantai.


Sementara David terkesiap melihat Zoya melepaskan jubah mandinya. Ia juga kaget melihat Zoya yang memakai lingerie. Ia menatap mata sayu Zoya. Dalam hati kecilnya, untuk apa Zoya memakai pakaian minim itu.


Zoya tak perduli dengan tatapan tajam mata David. Ia berjalan melangkah perlahan ke arah suaminya.


"Apa arti diriku bagimu mas.? Apa aku hanya sebagai istri pelampiasan mu saja, atau istri yang sesungguhnya?."


Giliran Zoya yang terkekeh kecil meratapi nasibnya sendiri, yang tak di akui sebagai istri sah David. Apakah nasibnya selalu buruk?.


Ia menikah dengan Rangga secara hukum, tapi nasib di selingkuhi nya. Dan sekarang ia di cintai oleh suami keduanya, tapi di gantung status nya.


.


Kalau dapat hadiah dan VOTE aku tulis anunya 😁 Kalau gak aku skip aja🤣


beneran pegel sama panas nulis anu anu ga dapat hadiah dan VOTE 😭😭

__ADS_1


.


.


__ADS_2