Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
episode.93


__ADS_3

Keesokan harinya, David berjalan menuju ruangan CEO miliknya. Di luar pintu, Rey sudah menunggu nya.


"Di dalam ada tuan Reza, tuan."


David tak menjawab ia langsung membuka pintu ruangannya, mendapati Reza dan Kartika yang duduk menunggu. Matanya mengarah pada perut wanita di samping Reza. Ia tersenyum tipis, rupanya Kartika sedang mengandung. Ia yakin mereka berdua ingin menjebaknya dulu.


"Ku pikir kau akan mengatakan jika bayi kalian adalah anakku."


Kartika meremas ujung bajunya mendengar kata kata David. Sementara Reza bereaksi, sebenarnya ia tak aneh dengan mulut pedas David. Tapi ia agak tersinggung kali ini. David sendiri acuh ia mendudukkan tubuhnya di kursi kebesaran nya, membuka laptop miliknya dan mulai bekerja, ia tak terganggu sama sekali dengan mereka berdua.


"Dav, aku minta maaf, dan terima kasih atas bantuan yang kau berikan."


"Bukankah kau sudah dengar, itu semua tidak gratis." Reza mengepalkan tangannya mendengar ucapan David. Apalagi wajah nya sama sekali tak menoleh ke arah nya, ia tau alasannya. Dan Kartika sendiri masih menunduk. Ia takut melihat wajah David yang tak bersahabat.


"Dav..."


David bereaksi mendengar nada memelas Reza. Ia menatap lekat Reza, ia juga sebenarnya ingin seperti dulu lagi. Tapi entah kenapa egonya yang tinggi tak ingin melihat Reza, apalagi istri nya.


"Keluarlah, kau sudah mendapatkan apa yang kau inginkan. Jangan menggangguku, aku sibuk kali ini."


David menurunkan sedikit egonya, menatap wajah Reza yang sedari tadi menatapnya. Tak lama kemudian ia melihat Reza yang tersenyum tipis. Ia menghembuskan nafasnya perlahan, dari dulu sampai sekarang ia memang tak bisa mengabaikan Reza. Sahabatnya hanya Reza dan Raka. Dan yang paling sering bersamanya adalah Reza.


"Aku memaafkan mu, pergi lah dari sini."


Reza berdiri dan melangkah ke arah David, ia tau sahabatnya ini tak seburuk yang terlihat. David ingin mendorong tubuh Reza saat dia memeluknya. Tapi Reza mengeratkan pelukannya pada David. Ia tak perduli David yang mendorong nya.


"Terima kasih.." David tak menjawab dia lalu mendorong tubuh Reza kembali.


"Bolehkah istriku menemui Zoya."


David tersenyum sinis pada Kartika. Mau apa wanita itu ingin menemui istrinya. Apapun alasannya, mana mungkin ia menginginkan Kartika menemui Zoya.


"Aku tidak mengijinkan siapapun menemui Zoya, termasuk istri mu."

__ADS_1


"Tapi.."


"Keluar..." Reza menghembuskan nafasnya perlahan, tak lama ia tersenyum tipis pada David. Wajar saja David tak mengijinkan mereka bertemu Zoya. Terlalu banyak yang Zoya alami salah satunya adalah karna Kartika.


*


Rania menatap Bimo yang kesana-kemari membereskan perabot rumah barunya. Tak lam kemudian ia mendekati pria itu dan berdiri di sampingnya.


Rania sadar dirilah, kau sudah tak sempurna karna ulahmu sendiri.


Tak lama kemudian ia berbalik dan melangkah dengan tertatih. Bimo sendiri yang menyadari kedatangan Rania diam. Tapi tak lama kemudian ia mendengar wanita itu menjauhinya.


"Maukah kau menikah dengan ku nona.?"


Rania menghentikan langkahnya mendengar Bimo bicara. Ia lalu berbalik menatap pria itu, tapi ia masih tak ingin terlalu senang. Takut jika Bimo nanti mengejeknya wanita tak tau diri, apalagi dia cacat.


"Ayo kita menikah, maafkan saya nona jika saya terlalu lancang. Tapi saya hanya ingin mempunyai istri dan terikat dengan nona. Saya sudah nyaman di tengah tengah keluarga anda."


Bimo terkekeh kecil, Rania pasti akan menolaknya mentah-mentah. Ia saja yang terlalu percaya diri akan di terima oleh putri majikannya.


Bimo terkesiap mendengar nya, apa nonanya ini berbohong. Tapi ia tak melihat mata itu berbohong.


Rania sendiri, tersenyum kecut. Sudah pasti tak ada pria yang mau dengannya. Pasti mereka akan langsung menolaknya saat tau dirinya yang mandul.


Sementara dari jauh, ibu Rania menatap iba pada putrinya. Dia tak menyalahkan siapapun baik David atau Rania. Ia hanya menyalahkan dirinya yang tak bisa mendidik anak nya.


"Jika nona bersedia menerima saya, saya akan menikahi nona. Masalah anak kita bisa mengadopsi nya nona."


Rania tak senang mendengarnya, ia hanya mengangguk mengiyakan. Bukan ini yang ia inginkan, menikah dengan supir pribadi ayahnya, sama sekali tak terpikirkan oleh nya. Tapi setidaknya masih ada yang mau menikahinya.


Clek...


Nancy tersenyum penuh kemenangan, entah saat ini nasib baik sedang berpihak padanya. Ya Nancy datang ke perusahaan David. Ia menyelinap masuk ke dalam ruang CEO tanpa ada yang tau, apalagi tak ada sekertaris yang duduk di depan ruang CEO. Ia tak melihat adanya David di kursi kebesaran nya. Matanya melirik ke arah pintu yang terbuka sedikit, tak lama kemudian ia tersenyum penuh misteri. Ia yakin David ada di dalam, kamar pribadi CEO.

__ADS_1


Ia melangkah perlahan, mendekat kearah pintu. Dari celah ia melihat David yang terbaring di ranjang yang tak terlalu besar.


Nancy masuk dan melepaskan gaun pendeknya dengan hati hati. Ya ini adalah kesempatan menjerat David.


Sementara David sendiri yang terbaring menutupi wajah dengan lengannya, menipiskan bibir nya. Saat mendengar pintu yang terbuka dan tak lama terdengar kembali tertutup. Ia tak tau jika Nancy lah menyelinap masuk ke dalam kamarnya, bukannya Zoya istrinya.


Nancy merangkak naik ke atas ranjang di samping tubuh David. Tangan nya mengelus dada bidang David yang tertutup kemeja hitam yang di pakainya.


David sendiri yang merasakan dadanya di raba tangan seseorang tersenyum tipis. Ia lalu berbalik menindih tubuh yang hampir polos di bawah kungkungan.


Matanya terbelalak melihat wanita di bawah kungkungan nya.


Clek...


*


Zoya mengedarkan pandangannya mencari keberadaan suaminya. Ia heran tak biasanya Rey tak ada di sini, dan kemana mereka berdua pergi. Apa mereka di ruang meeting, tapi seharusnya mereka sudah kembali, ini jam istirahat.


Zoya kemudian melangkah ke kamar pribadi suaminya. Ia akan menunggu suaminya di dalam. Tak lama kemudian ia mendekat, dan membuka pintu.


Clek...


Mata Zoya berembun melihat suaminya menindih tubuh wanita yang hampir polos.


David sendiri mengeratkan rahangnya melihat mantan sekretaris nya berada di sini. Tak lama ia mendengar pintu yang terbuka lebar. Ia membalikan kepalanya, melihat Zoya yang menatap tak berkedip. Apalagi melihat mata istrinya yang memerah.


"Mas..."


Tes....


David terkesiap dan sadar apa yang ia lakukan saat ini. Ia lalu bangun dari tubuh Nancy. Tapi tangan Nancy mencekal tangan nya.


"Aku sudah siap melakukannya,"

__ADS_1


Ia mengeratkan giginya emosi, mendengar kata menjijikkan yang keluar dari bibir Nancy.


Sementara Zoya sendiri menatap nyalang pada kedua nya.


__ADS_2