Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
season 2. 25


__ADS_3

Aaron masih duduk bersandar di sofa ruang tamu. Dengan di temani beberapa botol wine di meja. Tak hanya itu beberapa botol wine juga sudah pecah berkeping-keping. Ia mengumpat David yang membawa istrinya pergi.


"Tuan, tuan David ingin membatalkan pernikahan anda."


Aaron mengeratkan genggaman tangan nya hingga gelas di tangan nya pecah dan mengenai tangannya. Nathan sendiri menunduk, ia tau jika tuan nya sangat marah melihat Almira di bawa oleh David.


"Jangan terlalu senang David, aku akan merebut kembali milikku."


Aaron menipiskan bibir nya, jika David bisa mengancamnya dan ingin membatalkan pernikahan nya dengan Almira. Ia akan menghabisi David bila perlu. Jika dulu ia tak bisa mendapatkan Zoya, ia yakin ia bisa mendapatkan Almira apapun caranya. Mengingat kebodohan nya dulu, ia sendiri ingin mengumpat. Bukankah jika ia tak bertemu Zoya dan ingin merebut nya, ia tak akan pernah bertemu Almira juga. Jadi kenapa David tak menyetujui pernikahan mereka.


Nathan mendekat dan mengobati luka tuannya. Ia sebenarnya juga bingung mau mengatakan apa. Memang dulu salah tuannya sendiri yang ingin merebut milik David dan sekarang dia menginginkan putrinya lagi. Jelas saja David akan marah, sebagai seorang pria, David tentu tak akan membiarkan pria yang ingin merebut istrinya kembali mengusiknya apalagi putrinya.


"Kendalikan diri anda tuan, nona akan baik baik saja."


Aaron tak mendengar perkataan Nathan. Mata tajamnya masih terpejam membayangkan bagaimana takut nya Almira tadi. Tubuhnya bergetar hebat di pelukan nya. Gadis belia itu sangat takut, dan dia pasti shock saat ini.


"David brengsek.."


Prang....


Nathan menatap botol yang tak bersalah dan sudah hancur berkeping keping. Mengingat kejadian beberapa jam yang lalu, memang sangat di luar dugaannya. Mereka berdua memperebutkan Almira, gadis yang tak tau apa apa menjadi penyebab timbulnya dendam yang dulu sempat hilang. Ia yakin Aaron datang ke mari mencari nona Almira, bukan nona Zoya. Tapi kesalahan yang pernah tuannya lakukan itu yang membuat mereka semakin memanas.


*


Zoya gelisah di ruang tamu, baru saja ia menelpon Qinan teman Almira, jika Almira tak menginap di rumah Qinan. Yang ia tau hanya Qinan temannya dan juga Bastian. Tak mungkin putrinya akan menginap di rumah Bastian. Apa suaminya berbohong jika Almira sebenarnya dalam masalah.


Asraf sendiri yang melihat kegelisahan bundanya hanya diam. Ia tak berani mengatakan jika kakak nya memang dalam masalah. Tapi ia tak tau apa yang terjadi, daddy nya hanya mengatakan jika ia tak boleh bicara dengan bunda.


"Asraf boleh bunda bertanya.?"


Asraf berjengit kaget, ia baru menyadari jika ibunya sudah berdiri di depannya.


"Ya bunda,"


Di tatap intens oleh ibunya, jelas saja gugup. Sementara Zoya sendiri, tersenyum tipis. Ia yakin jika suami nya berbohong padanya dan putranya juga tau alasannya.


"Katakan pada bunda di kemana kakak, kenapa semalam tak pulang.?"


Asraf menggeleng kan kepalanya, ia sendiri tak tau dimana kakaknya.

__ADS_1


"Daddy gak bilang apa apa, daddy cuma bilang jangan kasih tau bunda, gitu aja."


Zoya mengangguk dan berjalan menuju kamar nya. Ia menempelkan ponselnya pada telinga nya, menghubungi asisten suaminya.


"Dimana suamiku Rey.?"


Tak ada jawaban dari Rey, hanya hembusan nafas nya yang terdengar.


"Katakan padaku Rey, aku sudah tau, jangan menutupi nya. Dimana suamiku dan Almira.?"


"Di rumah sakit nona." Zoya menghentikan langkahnya mendengar penuturan Rey di sebrang telpon. Di rumah sakit, apa putrinya kecelakaan dan sekarang berada di rumah sakit.


"Nona Almira jatuh pingsan nona, tuan David membawanya ke rumah sakit." Jawab Rey kemudian.


"Kirim kan dimana mereka berdua, aku akan menyusul nya Rey." Zoya melangkah tergesa gesa. Almira pingsan, sejak kapan putri nya suka pingsan. Kemarin Almira baik baik saja, sebelum datang ke sekolah. Apa mungkin dia terlalu capek merayakan perpisahan sekolah nya hingga ia lelah dan pingsan. Dan kenapa David tak memberitahunya jika Almira pingsan, dan malah menyembunyikan nya.


"Bunda mau kemana,?"


"Bunda mau ke rumah sakit sayang, kakak sakit." Jawab Zoya pada Asraf saat berpapasan dengan putra nya.


"Asraf ikut bunda," Zoya mengangguk tak lama kemudian Arhas juga ikut bersama bunda dan adiknya. Mereka bertiga pergi ke rumah sakit di mana Almira di rawat.


Sampai di rumah sakit, Zoya dan kedua putra kembarnya berjalan cepat menuju kamar rawat Almira. Sedangkan Rey yang melihat ketiganya datang menyambut mereka.


"Di mana suamiku Rey,?"


"Di dalam nona,"


Zoya melangkah dan langsung membuka pintu. Terlihat David duduk menunduk dan tangannya menekan kening nya sendiri. Sementara David yang mendengar pintu terbuka mengangkat wajahnya. Ia tersenyum mendapati istrinya dan kedua putranya.


"Al sakit apa,?"


Zoya bertanya sambil mendekati putrinya dan mengusap kepala nya.


"Al hanya capek," Jawabnya singkat, ia tak mungkin mengatakan kejadian yang sebenarnya. Ia tak ingin Zoya shock dan kecewa apa yang telah Aaron lakukan.


Pria brengsek itu memang sudah mengincar putri nya. Jika tidak, tidak mungkin dia tau identitas putrinya, dan menikahinya tanpa sepengetahuan mereka berdua.


Asraf dan Arhas mendekat dan mereka bergantian mengecup pipi kakak nya. Mereka berdua sangat menyayangi kakak nya. Almira memang jauh lebih kecil dengan mereka berdua. Asraf dan Arhas memang bertubuh tinggi seperti David nantinya. Tak seperti kakak nya yang lebih kecil dari bundanya. Jika orang lain tak tau mereka akan mengira jika Almira lah adik Asraf dan Arhas.

__ADS_1


Mendengar suara berisik, mata Almira bergerak. Perlahan ia membuka matanya, dan menatap di sekeliling nya. Semuanya putih, dan bau yang menyengat, seketika ia tau saat ini berada di mana. Mengingat kembali kejadian yang tak terduga, Almira meneteskan air matanya.


"Kak.." Asraf berseru dan Zoya langsung beralih menatap Almira.


"Bunda..."


Zoya mengusap pipi putrinya yang basah, ia sendiri juga bingung kenapa Almira langsung menangis. Sedangkan Almira, dia masih takut dengan David yang marah padanya.


"Maafkan Al, Al gak tau jika teman daddy bawa Al kesana."


Zoya tak mengerti apa maksud nya, ia beralih menatap wajah suaminya.


Dan David sendiri yang di tatap seperti itu masih diam. Ia sendiri tak ingin mengatakan apapun pada istrinya. Ia masih tak bisa menerima semuanya.


"Daddy maafkan Al,"


Almira menangis lagi, ia sungguh tak ingin melihat David marah padanya. Ia menyayangi David dan keluarga nya. Ia menyesal telah percaya begitu saja pada orang lain yang mungkin bukan teman daddy nya.


David tak menjawab, dia pergi meninggalkan mereka berempat. Sedangkan Almira yang melihat daddy nya pergi tambah menangis kencang.


Kedua adiknya pun iba melihat kakaknya yang mungkin saja melakukan kesalahan, hingga daddy nya marah. Tapi tidak dengan Zoya, ia menatap Almira.


"Ada apa Al, bilang sama bunda, kenapa daddy marah sama Al.?" Tanya nya pada Almira yang masih menangis.


"Al tidur dengan teman daddy di hotel." Mereka bertiga shock mendengarnya. Tak lama kemudian sebuah tamparan keras melayang di pipi kiri Almira.


Plakk..


"Bunda.."


Asraf dan Arhas tak terima jika bunda nya memukul kakak nya. Asraf langsung memeluk tubuh Almira yang bergetar, sementara Arhas menghalangi bundanya yang ingin memukul kakak nya kembali.


Almira menangis segukan di pelukan Asraf, sampai sejauh ini bundanya tak pernah memukul atau berbicara keras padanya. Tapi hari ini karna kesalahannya bundanya baru saja memukulnya.


Tes....


.


.

__ADS_1


__ADS_2