Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
season 2. 51


__ADS_3

Queen tak perduli, ia akan mendapatkan apa yang ia punya. Aaron adalah miliknya, sudah tiga tahun lalu ia lah yang memuaskan Aaron. Meski saat ia pergi bekerja dan Aaron mencari wanita penghibur. Tapi ia lah yang sudah membuat Aaron puas dengan permainan ranjang nya. Memuaskan birahi Aaron Kenan Galaxy. Pria itu adalah milik nya, bukan milik putri Zoya.


Queen tak ingin perjuangan nya menunggu Aaron akhirnya sia sia. Tiga tahun ia dengan sabar, menanti Aaron menjadikan nya nyonya Kenan Galaxy. Dan itu semua telah di rebut oleh gadis belia putri Zoya.


Cih....


"Aku yakin, kau hanya menjadi pelampiasan nafsu Aaron."


Queen menyakinkan dirinya jika Aaron hanya penasaran dengan gadis belia itu. Lagi pula mana mungkin Aaron akan mau dengan gadis seperti nya, dan itu tidak mungkin.


*


"Om..."


Lagi Almira memanggil Aaron yang tak menoleh ke arah nya.


"Ya sayang, AC nya sudah Om dinginkan, tunggu sebentar lagi ya."


Masih tak menoleh ke arah Almira, Aaron menyimpan remote control nya kembali dan mengusap berkali kali kening nya.


Sedangkan Almira, ia mendekat pada suaminya. Tubuhnya semakin dingin dan ia mengambil remote AC lalu menekannya lagi seperti semula.


Aaron melengoskan wajah saat melihat Almira mendekati nya. Tubuhnya semakin panas dan gairah nya semakin tak terkendali.


Aaron berjengit kaget saat mendapati tangan kecil melingkar di pinggang nya. Dada Aaron semakin berdetak kencang, nafasnya memburu dan ia memejamkan matanya.


"Apa Om tak ingin memberikan hak untuk Al."


Mata Aaron terbuka lebar, apa maksudnya hak untuk nya.


"Al ingin jadi istri yang sesungguhnya untuk Om, jangan cari wanita di luar sana, ada Al yang siap untuk Om."


Aaron berbalik menatap wajah cantik istri nya. Ia tak tau apa yang Almira katakan, masih belum percaya dan takut menduga-duga jika Almira ingin menyerahkan dirinya padanya.

__ADS_1


Almira menatap mata suaminya yang berkabut. Tangan kecilnya yang bergetar membuka kancing kemeja putih milik Aaron.


Ia bisa merasakan dada Aaron yang berdebar, Almira sendiri juga tak kalah berdebar, menetralkan rasa takut nya jika apa yang akan terjadi saat ini adalah kemauannya. Dan ia siap lahir batin untuk suaminya mulai saat ini.


"Al,...."


Aaron menatap wajah Almira tak berkedip. Dan Almira sendiri mengalungkan tangannya pada leher Aaron. Menundukkan wajah suaminya agar ia bisa menjangkau bibir nya.


Cup.....


"Miliki Almira sepenuhnya, Om,"


Entah apa yang Aaron rasakan saat mendengar dengan jelas jika Almira siap menerima dirinya sepenuhnya dan menyerahkan dirinya untuk nya.


"Al yakin, Om,_"


Cup..... Almira mencium bibir tebal Aaron kembali dan menyesapnya. Terlihat sangat kaku dan terkesan tak tau bagaimana berciuman. Selama ini hanya Aaron yang mencium bibir nya. Aaron sendiri yang mendapatkan ciuman istrinya membalasnya tak kalah. Ia menyesap bibir Almira, menggigit kecil bibir itu agar terbuka. Sementara tangan nya yang besar melingkar kan pada pinggang kecil Almira. Begitupun dengan tangan yang lainnya, menekan tengkuk Almira guna memperdalam ciuman nya.


Hasrat yang membuncah dan gairah yang lama terpendam akhirnya akan terwujud. Aaron menyesap bibir Almira dengan tergesa gesa. Ia lupa jika Almira adalah istri kecilnya.


Setelah puas dengan bibir Almira, ia berpindah pada leher jenjang Almira. Memberi tanda merah, menyesapnya tak hanya satu tapi banyak. Sedangkan Almira sendiri melenguh, tubuhnya seperti tersengat aliran listrik. Kakinya bergetar dan lemas menahan sesuatu yang panas menjalar ke seluruh tubuh nya.


Aaron menatap mata Almira, ia tak bisa menghentikan ini. Almira sudah memancing nya dan hasrat nya semakin tak terkendali. Ia membaringkan Almira di ranjang miliknya. Matanya tak berkedip menatap wajah cantik yang selama ini memenuhi otak dan hati nya.


Aaron melepaskan kemeja miliknya yang sudah terlepas kancing nya, dan membuangnya asal. Sedangkan Almira sendiri jantung nya berdebar kencang, melihat tubuh Aaron yang hampir polos. Padahal ia sering melihat nya, tapi entah kenapa hari ini ia begitu malu saat Aaron melepaskan kain yang menempel di tubuhnya.


"Al Om tak bisa menghentikan ini sayang."


Aaron meloloskan kain tipis yang membalut tubuh Almira. Tangan besarnya bergetar saat menyentuh bongkahan daging kenyal milik Almira yang baru saja akan mengembang dan tumbuh. Almira memang tak memakai penyangga di kedua daging kenyal nya. Ujung coklat kemerahan dengan cokocip di tengah nya membuat Aaron langsung mendarat kan bibirnya di sana.


Ahhh...


Nafas Aaron memburu mendengar ******* Almira.

__ADS_1


Tangan besarnya bergetar turun ke bawah menjengkali tubuh kecil Almira. Almira sendiri tubuhnya bergetar hebat, ia menggelinjang kegelian saat tangan Aaron kesana kemari. Almira sendiri tak tau apa yang ia rasakan, yang jelas ia seperti terbang melayang dengan jutaan kupu-kupu mengelilingi nya.


Ia mendesah lirih merasakan tangan Aaron bergerilya kesana kemari.


"Om..."


Almira mendongak saat tangan Aaron mengusap miliknya yang masih terbungkus kain tipis.


Merasakan Almira yang sudah berkabut Aaron melepaskan kain terakhir milk istrinya dan membuang nya asal. Tangan nya melebarkan kedua kaki Almira, ia juga sudah ter tutup kabut yang menyelimuti nya. Hasrat nya pada istri kecilnya yang selama ini di pendam nya tersalurkan.


Bibir Aaron turun mengecup seluruh tubuh Almira tanpa terkecuali. Ia juga meninggalkan bekas tanda merah di perutnya yang rata. Kemudian turun kebawah dan semakin ke bawah.


"Om...."


Jerit Almira saat tubuhnya bergetar hebat, ada sesuatu yang menggelitik di tubuh bawahnya hingga tubuhnya menegang.


Aaron tersenyum penuh kemenangan saat melihat istri kecilnya sampai pada puncaknya. Ia mendongak dan melepaskan kain yang menutupi tubuh bagian bawahnya.


Bibirnya mengecup wajah Almira bertubi tubi. Sementara di bawah sana ia mencoba menyatukan milik mereka.


Stt...


Almira meringis merasakan panas dan perih di bawah sana. Tangan nya mencengkram erat lengan Aaron. Saat sesuatu yang asing, di sana mengoyak tubuhnya.


"Om mencintai mu Al,"


Aaron berbisik di telinga Almira, bibir nya sama sekali tak diam, ke sana kemari mengecup pipi telinga bahkan bibir Almira. Ia yakin Almira akan menjerit keras nanti .Dan tak lama ia menekan miliknya di bawah sana. Mencoba membobol milik Almira yang kecil dan sempit.


Buk...Buk...Buk...


Almira memukul punggung lebar Aaron dengan tangan kecilnya. Aaron tak perduli, ia tak bisa menghentikannya, dan mencoba lagi menekannya, tapi tak berhasil. Milik istrinya sangat kecil dan sempit. Ia melepaskan bibirnya dari bibir Almira, tangan nya bertumpu dan menghujam dalam satu kali milik Almira.


"Omm...."

__ADS_1


Gasss


Beri hadiah aq🤣


__ADS_2