Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
episode. 45


__ADS_3

"Mommy sudah tau siapa Zoya Dav. Mommy kecewa padamu,"


Mereka kembali mengobrol setelah kepergian Zoya dan putrinya. Sinta harus tau apa yang David inginkan.


"Maaf..."


David menunduk, ia tau dirinya sangat bersalah pada Zoya. Ia memandang wajah mommynya. Mencoba meminta maaf lewat tatapan matanya. Ia tau mommynya sangat kecewa padanya. Apalagi mommy nya juga adalah korban dari kebejatan suaminya, ayahnya sendiri.


" Jangan sampai kau mempermainkan Zoya Dav. Kau tau bagaimana bundamu. Jadi jangan sampai kau memperlakukan Zoya seperti kau memperlakukannya dulu....


Terus terang, Bunda kecewa padamu. Zoya adalah korban seperti bunda, lalu kenapa kau perlakukan dia seperti itu.? Bagaimana jika perlakuan mu dulu, membuat dia tak tahan dan mengambil jalan pintas. Apa kau tak kasihan melihat putrinya."


David terisak di pangkuan mommynya, ya ia tak pernah sekalipun berpikir sampai kesana. Dia juga tak tau jika Zoya mempunyai bayi waktu itu.


"Apa ini yang membuatmu menutup diri sayang.?"


David mengangguk mengiyakan ucapan ibunya.


"Apa kau benar benar mencintai Zoya? Apa hanya karna rasa bersalah mu padanya, hingga kau mengikatnya untuk menutupi rasa bersalah mu padanya?"


David menggeleng kan kepalanya, ia mencintai Zoya setelah kehilangan nya tiga tahun. Rasa itu semakin tumbuh setiap harinya. Mana mungkin ia menikahi Zoya karna ingin menutupi rasa bersalahnya. Kehilangan dia tiga tahun lamanya membuat dia gila dan ia tak bisa mengurus dirinya karna memikirkan wanita itu.


"Mommy kemari karna ingin mendengar secara langsung dari kamu Dav. Apa kau mencintai Zoya, apa hanya memanfaatkannya saja.....


Mommy bingung Dav, kau tak memberitahukan pernikahan kalian. Bagaimana dengan orang tua Kartika. Apa yang harus mommy katakan pada mereka.?"


Sinta bingung, di satu sisi ia bahagia David sudah menikah di satu sisi lagi ia tak ingin mengecewakan Kartika dan orang tuanya. Ya ia tak masalah David menikahi janda, asal putranya bahagia ia juga bahagia.


"David sangat mencintai Zoya mom, ku mohon,... Apapun yang terjadi David menginginkan Zoya. David tak ingin yang lainnya mom,"


Sinta mengangguk mengerti, ia tak pernah berpikir dengan kebodohan putranya dulu. Bagaimana dulu David yang menindas Zoya. Bagaimana dengan Zoya yang menahan rasa sakit hati di hianati sang suami dan tekanan dari David. Pantas saja ia pergi dari kota A ke kota B.


*


Zoya memandang kosong jauh ke depan. Ia memikirkan pembicaraan suami nya dan ibunya. Ibu David bilang dia sudah menerima perjodohan David dengan seorang wanita. Ya Zoya kembali lagi tadi mengambil kotak makannya. Tapi ia tak sengaja mendengar pembicaraan suami dan ibunya.


Tak lama kemudian ia pergi lagi. Sungguh ia tak sengaja mendengar pembicaraan suami dan ibunya tadi.


Di sampingnya,Lala memandang kasihan pada majikannya. Ia tau sedikit tentang wanita itu. Zoya adalah wanita janda yang menikah dengan tuan David. Sebagai seorang wanita pasti Zoya merasa pernikahan nya tak di setujui oleh orang tua tuan David. Tapi tak di sangka orang tua tuannya itu menyambutnya dengan baik sebagai menantu. Tapi entah kenapa ia merasa majikannya ini menyimpan banyak sekali misteri.

__ADS_1


"Nona.."


"Ya..."


" Kita sudah sampai,"


"Ah maaf aku terlalu banyak melamun."


Zoya melangkah menggendong putri nya yang tertidur pulas. Sampai di kamarnya ia membaringkan putrinya di ranjangnya. Mengelus kepalanya dengan sayang.


"Bagaimana jika bunda meminta David menikahi wanita itu,?"


Meski belum cinta, tapi sepertinya Zoya tak siap jika harus di madu.


"Apa wanita itu kekasih David?"


Zoya memeluk tubuh mungil putrinya, ia memikirkan bagaimana nasib pernikahan nya lagi. Apalagi ia dan David hanya menikah siri. Pernikahan yang kuat saja bisa berpaling dari dirinya. Lalu bagaimana jika hanya menikah di bawah tangan.


*


David pulang kerumahnya bersama mommynya. Ia tak membiarkan mommynya pulang saat ini. David menyusul Zoya pulang kerumah, setelah Rey mengatakan jika Zoya tadi kembali lagi ingin mengambil kotak makannya. Ia takut Zoya salah paham dengannya. Pasti Zoya mendengar pembicaraan ia dan mommynya. Itu sebabnya ia pulang menyusul Zoya. Lagi pula, David akan memberitahukan bahwa besok ia harus kembali lagi ke kota A. Perusahaan di sana sudah dua bulan ia tinggalkan. Semoga saja Zoya mau kembali lagi ke sana bersama dengan dirinya.


"Bukan mom, rumah Zoya. David memberikan mas kawin perusahaan di sini dan juga ini adalah rumah pemberian David."


Sinta mengangguk mengerti, ia tak pusing dengan apa yang David berikan pada Zoya. Asal putranya bahagia, ia tak jadi masalah. Apalagi usia David sudah memasuki tiga puluh lima tahun. Sampai kapan ia akan memiliki cucu. Bukan ia ingin menyingkirkan Almira, tapi alangkah senangnya jika ia mempunyai cucu yang darah dagingnya sendiri.


"Bicarakan dengan baik pada Zoya, Dav,"


David mengangguk mengerti, ia lalu naik ke atas di mana kamarnya berada.


Clek...


David melihat Zoya yang tidur memeluk putrinya. Ia melepas sepatunya dan naik ke atas ranjang empuk milik putrinya. Lalu merengkuh tubuh Zoya dari belakang. Wanita ini yang membuatnya gila selama tiga tahun, mana mungkin ia bisa melepaskan dan kehilangan Zoya lagi.


"Mas,.."


"Maaf.."


Zoya berbalik menghadap kearah suaminya. Ia tak mengerti dengan ucapan David. Apa David akan meninggalkan nya dan menikah dengan wanita yang di jodohkan dengan nya.

__ADS_1


"Aku mencintaimu zoy, aku tak ingin wanita lainnya selain dirimu!"


"Tapi ibu bilang."


"Maafkan mommy, dia menerimanya karna belum tau kita menikah. Mommy sendiri yang akan mengatakan pada mereka. Aku sama sekali tak mengenal Kartika. Wanita yang ku kenal hanya Zoya."


Zoya mencebikkan bibirnya, bagaimana mungkin David justru meledeknya. Tak taukah dia, apa yang ia pikirkan saat ini.


"Ibu dimana?"


"Ada di bawah sayang.."


Hah


"Kenapa tidak bilang."


David menarik tangan Zoya agar tak meninggalkan nya.


"Shut... Jangan bergerak sayang, nanti ada yang bangun."


Tentu saja Zoya langsung diam. Ia tak mau putrinya terbangun, dia baru saja tidur. Sedangkan maksud David bukanlah putrinya.


"Besok kita akan kembali lagi ke kota A, bersama mommy."


Zoya diam, entah dia harus menjawab apa?. David mengeratkan pelukannya pada istrinya. David harus menyakinkan Zoya agar mau pulang kesana bersamanya. Apalagi mommynya akan menggelar pesta pernikahan nya. Tentu saja David bahagia, mommynya sendiri yang akan menggelar pesta pernikahan nya bersama Zoya.


"Percayalah padaku,"


Tak lama ia mengangguk mengiyakan, biar bagaimanapun David adalah suaminya. Mau kemanapun dia, sebagai seorang istri pasti akan mengikuti langkah suaminya. Semoga saja ucapan David benar adanya.


"Bagaimana dengan bibi?"


"Kau ingin mengajaknya"


"Bukan, tapi kita belum bicara padanya.?"


"Ya ayo kita bicara, bibi dan paman ada di sini."


Zoya hanya mengikuti langkah David. Semoga saja David bisa menjadi sandaran dirinya. Ia tak ingin rapuh kembali seperti dulu. Ya Zoya ingin David tetap menjadi ayah untuk putrinya.

__ADS_1


__ADS_2