
Suasana pagi yang begitu terlihat menyegarkan mata mendadak panas ketika Raisa berjalan melihat-lihat sekitar villa melalui teras. Dinginnya pagi terasa sangat enggan membuatnya bangun dari tempat tidurnya. Namun, mata tak juga mau melewatkan pemandangan di setiap waktu selama di negara ini. Hingga dari arah lain suara tawa terdengar dari sosok wanita yang tak lain adalah Viona. Wanita itu tengah tertawa sendiri menonton video anak kecil di ponselnya. Tak tahu saja jika di kamar saat ini sang suami memejamkan mata sembari menggerak-gerakkan tangan mencari keberadaan sang istri. Cuaca yang begitu dingin membuat Axel gelisah ingin mencari kehangatan.
"Viona?" gumam Raisa yang melihat sekitar tak ada sosok Axel. Tiba-tiba saja senyuman tersungging di sudut bibirnya. Ada kesempatan yang tak boleh ia sia-siakan begitu saja. Sesegera mungkin Raisa bergegas menuju kamar Viona dimana seorang pria tampan tengah terlelap kembali dengan selimut yang menutup tubuhnya.
Mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk Raisa beraksi.Wanita itu bergerak memasuki kamar yang memang tidak terkunci sebab Viona telah keluar. Tangannya bergerak memegang tali spageti miliknya. Lingerie merah yang ia kenakan sejak malam tadi masih melekat di tubuhnya yang putih dan sintal itu.
Ada senyum kepuasan yang ia lihatkan saat aksi yang sebenarnya akan ia langsungkan.
"Bibi tolong bangunkan saja Kak Axel, saya mau kembali duduk di danau. Katakan ada pesan dari ibu untuk menelponnya." Suara Viona di luar kamar membuat Raisa terkejut setengah mati. Sebab tadi sepertinya suasana vila nampak sunyi bahkan pelayan pun masih sibuk di kamarnya.
__ADS_1
"Baik, Nyonya." suara pelayan yang bergegas melangah hendak masuk ke kamar pun membuat Raisa gugup setengah mati.
Jangan sampai pelayan itu membangunkan Axel lalu membuat pria itu marah melihat Raisa ada di kamarnya. Bagaimana pun pria tersebut tidak menunjukkan rasa sukanya pada Raisa selama ini. Ada kemungkinan besar ia akan marah pada Raisa karena telah lancang memasuki kamarnya.
"Aduh bagaimana ini? Aku bersembunyi dimana?" Raisa bertanya-tanya hingga akhirnya wanita itu pun bergegas keluar melalui balkon kamar yang ada di sampingnya.
Lama sang pelayan berdiri bingung harus dengan cara apa membangunkannya, hingga akhirnya Axel pun membuka matanya merasa ada yang memperhatikan dirinya sejak tadi. Tidak tahu saja jika yang sebelumnya adalah Raisa, bukan pelayan ini.
"Ada apa, Bi?" tanyanya kaget dan langsung bangkit dari tidurnya.
__ADS_1
"Eh itu, Tuan...tadi Nyonya meminta saya membangunkan anda meminta anda segera menghubungi Nyonya besar." pelayan itu berkata dengan gugup sembari menundukkan kepala.
Axel nampak menghela napas. "Yasudah saya mau mandi dulu." segera pelayan pun pergi meninggalkan kamar. Axel yang masih duduk di kasur menatap sekeliling merasa aneh. Apa hanya perasaannya saja jika sedari tadi ada seseorang yang masuk ke kamarnya? memilih acuh pria itu segera beranjak menuju kamar mandi. Dan kesempatan itu di gunakan Raisa keluar dari kamar.
"Nona?" tubuh Raisa terlonjak kaget melihat pelayan yang menatapnya dengan heran. Sebab wanita itu baru saja keluar dari dalam kamar sang majikan.
"Bibi? Bikin kaget saja. Sudah sana buatin saya sarapan yah, Bi. Saya mau mandi dulu." buru-buru wanita itu bergegas meninggalkan sang pelayan. Dimana ia merasa gugup sebenarnya.
Raisa berusaha terlihat setenang mungkin, jangan sampai perlakuannya membuat orang curiga sampai terdengar di telinga Axel mau pun Viona.
__ADS_1