Heart For My Sister

Heart For My Sister
Terungkap


__ADS_3

"Apa kurang jelas ucapanku? Kau bukanlah cucuku! Kau bukan anak dari Nada. Pergilah dan jangan meyusahkan kami. Sudah cukup kau merenggut cucuku, Viona!" semua yang duduk di ruangan keluarga itu seketika menoleh ke arah pintu rumah utama milik Danish dan Nada.


Yara yang ternyata bertengkar hebat dengan sang suami membuatnya memenangkan kekuasaan untuk bisa kembali memasuki rumah Nada. Bahkan wanita itu dengan beraninya mengancam sang suami untuk meninggalkannya ketika bertengkar, berakhirlah Eko menyerah. Ia membiarkan semuanya terjadi saat ini tanpa bisa menghalangi lagi.


Nada menjatuhkan air mata melihat bagaimana kerasnya sang ibu yang kekeuh mengungkap kebenaran tentang Viona. Namun, justru Viona tersenyum mendengarnya. Ia merasa apa yang di katakan wanita tua itu adalah sebuah kebohongan.


"Nenek bicara apa, Bu? Itu tidak benar kan? Jelas-jelas aku anak ibu dan ayah?" ujar Viona dengan rasa tak percaya.


Nada hanya diam tak berani bersuara, sebab ia yakin semakin dirinya berbicara maka sang ibu semakin banyak mengungkap semuanya. Cukup bagi Nada untuk Viona tahu kebenaran ini jangan kebenaran lainnya lagi. Hingga wanita tua itu terlihat berdecih saat Viona terenyum padanya.

__ADS_1


"Kau percaya diri sekali, Viona. Darahmu memang mengalir darah menantuku. Tapi tidak dengan darah keluargaku. Kau bukanlah siapa-siapa melainkan kau adalah anak dari wanita murahan yang sangat menjijikkan sekali. Wanita berbisa yang memiliki seribu cara untuk menghancurkan pernikahan anakku, Nada. Dan sekarang kau justru membunuh cucuku, Tiara!"


"Cukup, Ama!" Nada berteriak begitu lantang. Dadanya ikut merasakan sesak mendengar berbagai hinaan pedas wanita tua itu layangkan.


Viona yang mendengar masih merasa tak percaya dengan apa yang ia dengar. Air matanya jatuh bibirnya terbuka tanpa bisa bergerak terasa seperti kaku saat itu juga.


"Vio, dengarkan ibu Nak." Nada pun mendekati Viona dan memeluk lengannya.


"Bu, apa yang sebenarnya terjadi? Tolong jangan ada menutupi apa pun dariku." tuturnya membuat Nada tak kuasa untuk bercerita. Wanita itu hanya menggeleng ingin Viona tak bertanya apa pun yang akan semakin membuatnya terluka.

__ADS_1


"Vio, ayo kita keluar dari rumah ini." Axel menarik lengan sang istri namun segera Viona menepis tangan itu.


Keadaan di rumah Nada dan Danish saat ini mendadak terasa begitu tegang. Dengan tatapan penuh kebenciannya, Yara terus melanjutkan langkah mendekati Viona.


"Sekarang kau sudah tahu siapa dirimu dan berasal dari mana dirimu. Maka aku minta dengan sangat pergi dar kehidupan keluargaku dan juga anakku. Kau bukanlah anak dari Nada. Wanita yang harus mengorbankan anaknya untukmu, Viona." ucapan pelan namun penuh nada penakanan itu cukup mencabik-cabik hati Viona rasanya.


Air mata semakin deras mengalir di kedua mata Viona, tanganya yang menggendong Vino bergetar menahan sesak di dadanya. Segera Viona berlari ke luar rumah di susul oleh Axel. Sedangkan Nada hanya duduk menangis dan menggelengkan kepala. Sungguh tak percaya sang ibu sama sekali tak memiliki hati sedikit pun pada Viona sampai berbicara setega itu. Dimana semuanya bisa di bicarakan baik-baik tanpa kata-kata penghinaan.


Axel mendampingi sang istri pulang dengan mengemudikan mobil. Sepanjan jalan Viona hanya menangis tanpa berbicara apapun. Sedangkan di rumah Nada, barulah rasanya Yara merasa lega setelah mengunkap semua kebenaran.

__ADS_1


"Ama benar-benar keterlaluan!" Nada pergi ke kamar meninggalkan sang ibu yang menatapnya marah.


Danish pun menyusul sang istri masuk kamar. Di sini Yara berdiri seorang diri tanpa suami yang menemaninya. Sebab Eko tak sanggup melihat semuanya dan ia memilih untuk menunggu di dalam mobil saja. Semua sudah bisa ia bayangkan kajadian demi kejadian.


__ADS_2