
'' aku punya teman, dia bilang dia butuh seorang penjaga meja depan di kepolisian''
Maureen mendengar kan dengan baik, memikir kan nya matang-matang lalu kembali mendongak menatap Stein.
'' tapi aku tidak punya keahlian apa pun''
'' tenang lah ini tidak berat hanya menerima panggilan, menata berkas dan yah... itu mudah, gaji nya juga lumayan ''
Stein mencoba menjelas kan detail nya dan seketika senyum nya mengembang ketika Maureen mengiya kan tawaran nya.
'' kau sungguh mau'' tanya Stein meyakin kan.
'' sungguh, terima kasih. entah lah, aku bingung bagaimana mengucap kan nya dengan mu'' Maureen tampak merona.
Maureen sangat senang, bisa mendapat kan pekerjaan secepat ini. dia tidak menyangka kalau pertemuan nya dengan Stein yang tidak sengaja, memuncul Kan harapan yang selalu dia tunggu.
Stein ter senyum '' santai, kita teman kan ''
Maureen mengangguk '' iya, teman ''
'' tapi, seperti nya kita butuh perayaan, untuk keberhasilan mu''
''ini masih terlalu awal '' ucap Maureen '' aku belum tentu akan di terima, harapan nya masih menggantung ''
''ck.. kau masih ragu '' Stein mengeluh.
'' baiklah, perayaan mu tunggu gaji pertama mu keluar. tapi sekarang kita harus makan, aku yang bayar ''
'' tidak ada penolakan, oke '' Stein merampas waktu saat melihat Maureen ingin membantah.
'' oke oke. aku kalah''
Maureen merasa kan dunia tak sekejam yang dia kira, terbukti Stein salah satu nya. dia lelaki tampan dari keluarga sederhana yang menarik banyak perhatian wanita, karena senyum nya yang hangat dan gaya bicara nya yang tidak membosan kan.
semua terasa begitu nyata, saat Maureen berada di sebelah sisi Stein dan bercengkerama sambil sesekali tertawa saat topik yang mereka bicara kan terkesan lucu.
'' sesuai perjanjian, kau boleh pesan apa pun semua mu''
Maureen tertawa sinis '' oke, tapi jangan mengeluh kalau aku menghabis kan isi dompet mu''
'' tidak takut '' Stein mencibir tak peduli dan hal itu kembali mengundang tawa Maureen.
'' oh iya, tunggu saja'' Maureen mengangkat sebelah alis nya.
'' aku suka nona yang berbau mafia''
'' kapan makan nya mulai, kamu terus mengajak ku bicara''
Stein tertawa geli, lalu bangkit dan berjalan ke arah konter untuk memesan makanan. Maureen sadar banyak orang yang memperhati kan diri nya, dan itu membuat nya merasa risih dan tidak enak.
__ADS_1
'' MAUREEN ''
suara lantang itu hampir membuat jantung Maureen melompat keluar rusuk, dia beralih memaling kan wajah menatap ke dua teman nya yang dengan santai mengambil posisi di sebelah sisi tubuh nya.
'' dari mana? aku sempat mencari mu di kelas tadi'' kata Sandra.
Maureen menghela nafas '' aku hanya pergi ke perpus sebentar.... ''
'' Maureen '' suara Stein kembali terdengar.
Sandra dan Rebecca menggeser mata nya menatap seseorang yang sekarang duduk satu meja dengan Nya.
'' kau siapa ? '' Sandra mengangkat alis nya sebelah.
Stein tersenyum simpul menangapi respon sahabat Maureen, tangan nya ia ulur kan ke arah Sandra yang sekarang masih menatap nya heran.
'' Stein, teman Maureen ''
Sandra menerima jabatan tangan itu '' sandra''
'' Rebecca '' jawab Rebecca ketika berjabat tangan dengan Stein.
'' aku baru tahu kau punya teman pria ''
'' tentu saja '' Stein menjawab mewakili Mauren '' karena memang kami baru berteman satu jam yang lalu ''
'' kalian bisa bergabung kalau mau'' kata Stein, memecah keheningan.
'' tapi kami belum memesan makanan '' Rebecca berucap mewakili Sandra.
'' tidak masalah, kami memesan banyak makanan '' Stein menatap Maureen, meminta per setujuan.
gadis cantik itu mengangguk, menatap kedua teman nya '' Stein mentraktir ku makan''
'' keren, aku sudah sangat lapar memang'' ucap Rebecca berbinar, menatap beberapa menu makanan yang baru saja di antar kan di atas meja mereka.
Stein kembali memperlihat kan senyum nya ''selamat makan ''
***
suara tv menggema dalam ruangan, bright sedang menonton acara skandal berita yang dari sekian banyak nya masih menampil kan kabar kehilangan nya.
lelaki bertubuh tinggi itu bangkit dari duduk nya dan hendak mengambil minum an di dalam kulkas, langkah nya terhenti ketika mendengar suara di luar pintu.
ada yang datang ?
bright melihat dengan jelas dari kaca jendela, di luar sana. ada Maureen, dengan satu wanita dan satu lagi pria.
bright rasa ada yang aneh dengan Maureen, dengan tatapan tak teralih kan bright melangkah ke arah pintu saat Maureen sudah membuka nya.
__ADS_1
dengan cepat bright menangkap tubuh Maureen yang terhuyung ke depan, bau alkohol. perlahan Maureen membuka mata dengan kesadaran di bawah rata-rata.
'' kenapa kau sangat tampan '' Maureen meracau, menarik-narik pipi bright.
bright melepas tangan Maureen'' kamu mabuk''
'' tidak, tidak. aku sadar, aku sangat sadar kalau kamu adalah pria Ter tampaaaaan sedunia ''
bright masih berusaha menahan tubuh Maureen yang terus menerus ingin tumbang.
'' aku akan mengantarmu ke kamar, kau butuh istirahat '' keluh bright.
'' tidaaak, aku masih mau melihat mu'' Maureen mendongak kan kepala, menatap wajah bright dengan senyuman yang ceria.
'' Maureen, diam''
tidak ada suara, dan Maureen lebih patuh dari sebelum nya. bright menidur kan tubuh Maureen perlahan di atas kasur, melepas sepatu sneaker yang masih melekat di kaki jenjang nya.
Maureen menggeliat tak nyaman, mengibas- ngibas kan tangan nya di depan wajah ber kali-kali, bright mengerti gadis itu pasti merasa panas karena efek dari alkohol.
dengan hati-hati bright mengangkat tangan kanan Maureen, melepas jaket tebal yang berwarna army. bright bisa merasa kan tubuh Maureen banyak mengeluar kan keringat saat tangan kekar nya mengangkat punggung Maureen.
'' Maureen, lepas ''
bright sempat kaget saat kedua tangan Maureen tiba-tiba menarik Krah baju nya, mata kelam Maureen berkilau, entah kenapa bright merasa tertarik untuk terus menatap nya.
'' aku menyukai mu, bisa kah kau tidur dengan ku sekaliii saja'' Maureen mengedip kan mata nya beberapa kali.
bright sadar akan ucapan Maureen, dengan cepat dia melepas tangan Maureen dan menutup tubuh gadis itu dengan selimut, lalu melangkah keluar kamar.
dengan langkah cepat bright menuju kulkas dan meneguk air dingin sebanyak-banyak nya, bright mengambil nafas panjang, menggeleng kan kepala nya untuk melupakan pikiran yang baru saja memenuhi otak kecil nya.
bright lelaki normal, jarak se intim itu jelas membuat ke jantan an nya bangkit tak terkendali.
dan lagi
salah kan Mauren, kenapa bisa dia terlihat sangat menggoda dan lebih cantik ketika mabuk, mata hitam nya berkilau memancar kan sebuah kesempurna an.
'' Maureen, aku baru tahu kau lebih gila dari yang ku pikir''
Nexs
MOhon dukungan nya dengan like, komen,vote dan bintang buat yang ikhlas aja, ngak maksa. saling membantu ya kakak.
jangan lupa follow tiktok : @shopaychill
Ig : yarasary_
terima kasih.
__ADS_1