Hello Tuan Muda

Hello Tuan Muda
Bab 37


__ADS_3

'' terima kasih '' maureen berkata enggan, setelah memosisi kan tubuh nya dengan benar.


Oliver ter senyum lalu menjawab '' tidak perlu berterima kasih '' berbelok di jalan kecil menuju jalan raya, lalu memasuki tol.


'' dan apa yang telah kita pelajari hari ini '' tambah Nya.


'' Cukup '' ucap maureen, memaling kan wajah menatap lampu-lampu di samping jalan.


'' apa yang cukup ? ''


'' tidak malam ini, dengan komentar mu dan omong kosong belaka ''


keheningan sesaat, lalu.


'' apa ada sesuatu yang terjadi dan kenapa kamu bisa sampai di tempat itu '' tanya Oliver kembali, suara nya kecil.


Maureen melirik ke arah Oliver, tampang nya sungguh polos, tidak ada sarkasme yang terlihat, dan maureen sadar diri nya kembali bertingkah ber lebihan.


Maureen menelan ludah, merasa kan semua nya naik tak terbendung lagi '' seorang perempuan mati, aku mengikuti pemakaman Nya ''


'' teman '' tebak Oliver.


'' tidak, kami tidak sedekat itu. tapi aku mengenal nya, dia sedang berusaha pergi dari tempat ini. dia tidak pantas.... tidak pantas meninggal begitu saja. dia adalah orang baik, tidak pernah menyakiti siapa pun, Beverly pantas mendapat kan yang lebih baik dari ini ''


keheningan kembali, maureen menunggu beberapa saat lalu suara Oliver terdengar, tenang dan jelas di malam hari.


'' bukan kah kamu juga baik ''


Maureen berpikir, meresapi pertanyaan nya. bagaimana dia harus menjawab ini.


semua orang pikir aku ini baik. Sandra, Rebecca dan linor berpikir kalau aku gadis penurut, juga seperti hal nya ibu. sementara Tamara memberi ku gelar kalau aku adalah gadis yang lemah lembut dan sabar.


lalu bright dia akan berkata kalau aku gadis terbaik Nya: selalu bilang kepada ku betapa baik hati nya aku, betapa manis nya. dia berkata seakan-akan aku adalah hadiah yang dia menang kan dari sebuah permainan.


nyata nya semua pujian-pujian itu semakin membuat ku merasa bersalah, seakan mereka semua tidak bisa melihat amarah dan kepahitan yang muncul, terlalu sering belakang ini. Batin Maureen.


Maureen ingin mengakhiri semua nya, dia pikir mungkin Oliver punya jawaban yang tepat " tidak "


Maureen mengakui keputusan yang menggema di dada nya " tidak, aku bukan orang Baik "


sebelum nya dia sudah menyiap kan mental, menunggu untuk semacam reaksi atau protes penghinaan.

__ADS_1


Oliver kembali bersuara, tapi bukan protes yang Maureen pikir melain kan hal lain yang membuat maureen membeku.


" lalu kenapa kamu menetap, kenapa tidak pergi "


Maureen mengerjap, sadar akan perkataan Oliver " A-apa maksud mu? "


Oliver mendengkus " kenapa kamu ingin terus membohongi diri mu sendiri. dengar di sini tidak ada orang lain selain kita, kau pasti mengerti maksud ku"


mobil membelok memasuki sebuah jalan berkerikil, melambat untuk meringan kan beban mobil di jalan yang tidak rata,melingkar melewati pepohonan rindang. hingga akhir nya dia berhenti di tepi sebuah pohon besar.


Maureen tidak peduli lagi dengan rumah, di sana hanya lah salah satu bingkisan frustasi yang lain, yang suatu saat nanti juga akan tertinggal.


" jadi? " ternyata Oliver masih menunggu.


" aku ada tanggung jawab yang harus di lakukan "maureen menjawab, tersenyum ringan.


Oliver tersenyum miring, mengangkat sebelah alis nya " jangan berikan aku senyuman itu, aku bukan orang bodoh seperti mereka " kata nya, menarik sebuah tas coklat dari bawah kaki yang entah sejak kapan, maureen tidak menyadari itu.


Maureen bisa melihat dengan jelas, tujuh kaleng bir impor dan sebotol wiski " tidak keluar "


" tempat apa ini? " Maureen bertanya


Oliver mengangkat bahu nya" apakah itu penting ? lihat saja sendiri! "


Maureen keluar juga, mengikut untuk duduk di kap mobil, dari sini dia bisa melihat kalau lokasi nya sekarang berada di atas bukit, memanjakan mata dengan melihat keramaian rumah penduduk dari jarak jauh.


Oliver menatap Maureen geli, lalu menyerahkan botol wiski nya.


'' aku tidak minum '' tolak Maureen.


'' kamu tidak atau kamu belum. anggaran adalah tantangan, kamu tahu kata-kata itu ''


Maureen meneguk nya sedikit, hampir tersedak tapi memaksa cairan membara itu turun '' ini gila, kenapa kamu suka minuman seperti ini''


'' tunggu saja '' kata Oliver.


dan sesaat kemudian, Maureen merasa kan kehangatan menyelinap masuk ke dalam pembuluh darah nya, membakar dari dalam.


tertarik, maureen meneguk nya sekali lagi, dia melirik ke samping saat tidak ada suara yang terdengar.


Oliver bersandar dengan siku nya, mata nya tajam menatap ke depan, tenggelam. mengamati rumah-rumah penduduk yang memiliki cahaya tersendiri.

__ADS_1


dia memaling kan kepala nya ke arah Maureen, sadar kalau dirinya sedang di amati. Maureen memaling kan wajah cepat dan meminum lagi.


'' Maureen, Maureen.... '' Oliver terus melantun kan nya dan gadis itu terasa geli mendengar suara santai nya.


Maureen benci kenapa dia bisa sangat gelisah di dekat Oliver, dia tidak tahu apa yang sedang di pikirkan dan di rasa kan nya, dia terlalu misterius dan genius, seperti yang bright bilang.


'' henti kan itu '' kata maureen, tegang.


'' apa ? '' suara Oliver terdengar tidak bersalah.


'' kamu tahu apa yang ku bicara kan '' Maureen menatap ke sekeliling, hitam tiada ujung lalu ke depan, kembali menikmati pemandangan indah dari rumah-rumah penduduk.


seluruh dunia ada di luar sana dan Maureen masih di sini '' kenapa kamu mendekati ku'' tanya nya.


'' kamu sudah tahu hubungan ku dengan bright, dan apa tujuan mu melakukan itu semua ? ''


Oliver meraih botol nya dan meminum '' bukan kah yang mengenal mu lebih dulu adalah aku ''


'' tapi tak sedekat itu '' Maureen membantah ''kamu bahkan hanya mengenal ku sekilas''


'' aku tahu semua tentang mu, sayang '' suara Oliver terang di malam itu '' dan aku tahu kamu lebih baik ini. dari semua orang lain di kota ini''


'' aku tidak bilang kota ini buruk, kota ini sangat menawan, dengan cara nya sendiri. tapi aku tidak mengira ini adalah tempat mu''


Maureen menelan salivan, kulit nya merinding karena sadar diri, ada kesunyian sesaat, lalu suara Oliver kembali terdengar.


'' kamu tidak seharus nya di sini''


denyut nadi Maureen berubah cepat, entah kenapa. tapi dia sangat ingin mempercayai nya, bahwa Maureen memiliki sesuatu yang unik di dalam, yang lebih berarti dari Florence.


air mata menyengat di tenggorokan, maureen sebisa mungkin menahan agar tidak lepas, dia turun dari kap mobil '' aku sebaik nya pulang '' gumam nya, tanpa melihat ke mata Oliver.


Oliver tidak keberatan.


***


NEXT


MOhon dukungan nya dengan like, komen, dukungan dan bintang buat yang ikhlas aja, ngak maksa. saling membantu ya kakak. lop you.


jangan lupa follow tiktok : @shopaychill

__ADS_1


Ig : yarasary_


terima kasih.


__ADS_2