Hello Tuan Muda

Hello Tuan Muda
Bab 27


__ADS_3

Maureen membuka pintu rumah nya, dan mempersilah kan Sandra untuk masuk lebih dulu lalu menutup pintu kembali.


'' teman sekelompok ku gila''


Maureen mendongak ketika Sandra memulai percakapan, terduduk lesu di kursi sofa di depan tv, dia menjatuhkan beberapa lembaran-lembaran kertas dan tas ransel di atas meja.


'' mereka mengirim kan kopian profil aplikasi nya '' dia melanjutkan, memutar bola mata gelap nya.


''dia menulis kan banyak hal aneh termasuk kebiasaan tidur. dan dia juga vegetarian ''


'' wow '' Maureen mengambil kan soda untuk nya ''mungkin dia ber pura-pura dan berharap agar mendapat izin keluar dari kelompok mu''


'' aku harap begitu '' Sandra mengeluh, bersandar lebih rendah lagi ke sofa.


'' aku ingin semua berjalan lancar dan menyelesaikan tugas ini secepat mungkin. tapi ada satu yang salah, dia bisa menyulitkan lebih parah dari profesor yang ada ''


Maureen menuangkan dan memberi kan pada Sandra '' setidak nya masih ada teman yang bisa di andal kan''


Sandra sangat gigih dengan usaha nya, melihat kesungguhan gadis itu dari yang memulai pencarian tema, hingga pertemuan sekelompok teman yang di adakan di rumah nya, menyalin semua data-data yang Maureen tahu belum terhapus ketika Sandra meminjam laptop waktu itu.


'' jadi, bagaimana penguntit mu'' Sandra mengubah topik. Maureen mengerut kan alis ''kamu ingit, cowok yang bersama mu satu bulan lalu ''


Maureen mengingat kembali, bukan kah waktu yang Sandra jelas kan adalah di mana bright mengalami luka dan tinggal di rumah nya.


'' di mana? ''


Sandra melipat kedua tangan di depan dada ''jalan menuju danau, berlari di pagi-pagi buta''


mungkin sudah saat nya Maureen bicara, karena tidak peduli bagaimana pun cerita nya, pasti Sandra akan menolak percaya dan menganggap Maureen sedang bermimpi di pagi hari.


'' karena itu aku selalu bilang, kalau kamu dan chero memiliki suatu hubungan '' Sandra memiring kan kepala, meneliti.


'' kau salah '' Maureen bernafas cepat ''cowok yang bersama ku bukan chero, dia bright ''


Maureen melengos menghindari Tatapan intimidasi dari Sandra, bukan kalah terkejut nya seorang Sandra sebagai pendengar langsung menegak kan tubuh dan membuka mata nya lebar.


''A-apa, siapa yang kamu sebut tadi, kamu tidak sedang bermimpi bukan ''


'' sudah ku duga kau tak akan mempercayai nya '' Maureen meneguk soda, membiar kan cairan dingin itu membasahi tenggorokan nya.

__ADS_1


'' ayolah Maureen, kau membuat lelucon yang sangat besar '' Sandra menambah kan, memikir kan kembali perkataan Maureen yang memiliki keyakinan berbeda.


'' tapi aku juga sempat bingung ''


Maureen menoleh, melihat Sandra '' kenapa ? ''


'' tuan bright di kabar kan menghilang setelah mobil nya menabrak pohon, dan membuat kebakaran besar di malam hari, apa mungkin... '' Sandra melirik Maureen dari ujung mata nya.


'' dalam beberapa hari itu dia tinggal di sini ''


Maureen berdehem untuk jawaban.


'' jadi. itu semua benar '' seru Sandra berbinar, masih tidak menyangka dengan kabar yang sekarang dia dengar.


'' lalu, Apa saja yang kalian lakukan, kamu tidak mungkin menyia-nyiakan kesempatan berharga itu kan'' Sandra kembali mengeluar kan suara, tersenyum konyol.


'' tidak banyak yang kami lakukan '' Maureen mengoreksi, menatap layar ponsel nya ''kamu pasti ingat dia cowok yang seperti apa?, meski dia tahu aku mengangumi, itu tidak akan berpengaruh untuk nya''


'' tapi kau gadis aktif Maureen, kau gadis manis, kenapa tidak mencoba mencuri perhatian dari nya ''


putus asa muncul menguasai pikiran Maureen, darah mengalir deras di nadi Nya, Sandra sama dengan Tamara dengan orang-orang lain. mereka hanya akan memberi penilaian sesuai logika mereka yang memperkenal kan arti kebenaran, bagi diri mereka sendiri.


'' apa? '' Sandra mengerut kan alis '' sesuatu yang lebih! maksud mu "


Maureen mengedik kan bahu " itu bukan hal yang lebih baik di pikirkan, aku harus fokus untuk masa depan ku"


" itu saja? " ujar Sandra ingin tahu.


" cukup rumit, menurut ku. tapi masih banyak yang bisa ku lakukan selain yang tadi kita bicara kan, bukan kah begitu " Maureen menambah kan, ceria.


Sandra melihat Maureen untuk beberapa saat, lalu menggeleng kan kepala nya.


"jujur saja, Maureen. kadang-kadang, aku tidak memahami mu sama sekali ''


Maureen tidak menjawab, Maureen tahu, dia seharus nya menelpon Sandra dengan gosip-gosip tiada henti, membicara kan tentang setiap gerak gerik bright, bagaimana laki-laki itu tersenyum dengan senyuman yang sangat jarang terlihat di media sosial.


tapi kenyataan nya, Maureen tidak merasa seheboh itu, tidak sekarang setelah awan hormon dari perasaan itu menghilang.


bright orang yang baik, itu adalah distraksi yang Maureen terima, tapi memalsukan kegirangan hanya akan membuat Maureen merasa seperti berakting sebagai gadis remaja yang mabuk cinta, ketika kenyataan nya jauh lebih rumit dari itu.

__ADS_1


suara dentingan notifikasi mengalih kan perhatian Sandra '' aku harus pergi '' ucap nya bangkit dari posisi.


'' Carroll mengabari ku masalah guru bimbingan, kami akan mengadakan pertemuan kelompok setelah ini'' ujar Sandra, mengambil alih barang-barang nya di atas meja.


'' sungguh, aku benci harus bertemu dengan anak gila itu lagi '' Sandra menambah kan, bosan.


Maureen tertawa kecil '' aku tidak bisa menolong mu, cari cara lain agar kau mampu bertahan''


'' sudah lah, jangan menggodaku. aku pergi dulu, bye'' Sandra mulai melangkah menuju pintu.


tepat di ambang pintu, Sandra berbalik badan dan menatap Maureen dengan telunjuk di arah kan kepada nya.


'' kau punya hutang cerita pada ku, ingat ! '' ujar nya, lalu sebuah senyuman mengembang dan Sandra menghilang di balik pintu.


'' hati-hati '' teriak Maureen yang masih mampu di dengar oleh orang di depan rumah.


senyuman Maureen menghilang seiring datang nya kesunyian di lingkungan nya, kembali menyatu kan jiwa dengan rumah kecil yang dingin, terselimuti kabut tebal yang gelap.


Maureen meraih jauh di dalam tas ransel nya yang tadi sempat dia simpan di kamar, menarik salah satu aplikasi yang ada di ponsel, dua hari lagi waktu nya ibu menelfon.


mendengar kan kembali ucapan-ucapan yang sama dari setiap inti pembicaraan, Maureen berfikir kalau ibu menarget kan diri nya sejak awal, karena setiap saat Maureen ingin menolaknya, ibu akan mengungkit masalah pertumbuhan nya di panti selama kadar waktu kurang lebih tujuh belas tahun.


Maureen ragu-ragu sebentar, berjalan mondar mandir tidak tenang sambil sesekali melihat nomor seseorang yang sudah tersimpan di ponsel nya.


dan akhir nya dia menelfon. Tamara.


Aku akan pergi ? untuk diri ku sendiri !


***


NEXT


MOhon dukungan nya dengan like, komen, dukungan dan bintang buat yang ikhlas aja, ngak maksa. saling membantu ya kakak. lop you.


jangan lupa follow tiktok : @shopaychill


Ig : yarasary_


terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2