
air dingin mengalir membasahi permukaan tangan bright, lelaki dengan setelah Jas hitam yang menggiur kan penglihatan wanita itu kini mencuci wajah nya, membiar kan rambut di ujung kepala nya ikut terbasuh.
bright mendongak, menatap pantulan wajah nya di cermin, mengusap rambut panjang nya yang membuat beberapa tetes air berjatuhan kemana-mana.
'' Tampan, bro '' Jeims tak henti menatap bright dengan kagum, yang kini menggeser mata nya.
'' sudah dari sana nya '' jawab bright, kedua nya tertawa, Jeims mengerah kan sisir kecil yang memang di butuh kan bright.
'' kau ingat Krisna '' ucap Jeims masih memperhati kan bright yang sibuk menata rambut, sudah bibir nya tertarik sekilas.
'' jangan membahas nya lagi, aku tidak ingin mendengar nama nya, kau tahu '' tanggap bright, melempar kembali sisir nya ke arah Jeims dan beralih menyemprot kan minyak rambut.
Jeims hanya menggeleng kecil '' oke, aku bisa bantu kalau kau butuh seseorang, aku punya banyak kenalan wanita untuk membersih kan nama baik mu, mereka juga cukup terlatih, paket ekspresi. kamu mau''
'' tidak di butuh kan, aku sudah ada wanita ku sendiri '' ucapan Bright membuat Jeims tertarik.
'' benarkah, kenapa kamu merahasia kan Nya '' Jeims mengikuti bright yang mulai melangkah ke luar toilet, beberapa pengawal yang menunggu di depan toilet langsung mengikut di belakang.
'' aku masih ragu, aku takut dia akan menolak''
'' Albright Nelson Remirro ditolak, mustahil. aku jadi ingin tahu siapa dia, seperti nya menarik ''
bright menatap Jeims tajam '' santai bro, aku tak akan merampas yang sudah menjadi milik teman ku, aku tipe orang yang setia kawan, kau ingat itu''
'' semoga saja seperti itu, aku takut kau menjilat ucapan mu sendiri ''
'' hei, apa aku terlihat orang yang seperti itu '' bright menanggapi ucapan Jeims dengan anggukan, dan memikir kan jawab an yang lebih pedas.
'' mungkin ''
'' apa? '' Jeims tertawa tak percaya '' kau meragukan ku, ingat aku sudah punya lebih dari sepuluh wanita yang ber farian rasa, itu sudah cukup ''
bright mengehenti kan perdebatan nya, dia tahu Jeims tidak akan pernah selesai kalau bukan diri nya yang menang.
'' jaga tingkah mu, sebentar lagi kita akan keluar dari lorong ini ''
Jeims mengerti maksud bright, di luar sana banyak orang yang sudah menanti kedatangan mereka, para reporter.
'' kau memang yang paling mengerti ''
__ADS_1
suara kamera terus-menerus berbunyi tak henti, mulai dari bright dan Jeims keluar sampai pintu keluar perusahaan, tatapan kedua pria itu serius dan dingin tak ada senyum yang mengembang sedikit pun, tetapi hal itu tak menghilang kan kadar ketampanan nya melainkan semakin membuat mereka terlihat elegan.
seseorang di luar sana sudah siap membuka kan pintu untuk mempersilah kan majikan nya masuk, Jeims masuk dari pintu sebelah kanan dan bright masuk dari pintu sebelah kiri.
'' kita sudah masuk mobil, tapi masih ada fens yang mengincar di belakang, sungguh populer diri ini'' Jeims membangga kan diri nya sendiri dengan melihat ke belakang dari kaca sepion mobil.
'' jangan pede dulu, mereka hanya mencari uang bukan benar-benar peduli dengan kita '' bright menanggapi dengan mata yang masih setia menatap layar ponsel nya.
Jeims tertawa '' tapi, gadis itu manis '' kata nya tak sadar dengan ekspresi bright yang berubah.
bright mengikuti arah pandang Jeims, dia bisa melihat dengan jelas seseorang yang berdiri di belakang sana sebelum mobil yang di tumpangi membelok ke arah kanan.
Jeims beralih menatap bright yang sekarang menunjuk kan gerakan gelisah, dia merasa kan sesuatu yang aneh dengan orang di sebelah nya.
'' kenapa, kamu mengenal gadis itu ?'' tanya Jeims karena bright mulai berting kah setelah netra nya bertemu dengan gadis yang Jeims tunjuk.
'' aku tidak tahu'' Jawab bright kembali normal tapi masih sedikit berfikir untuk sesaat, dan itu tak luput dari pandangan Jeims.
Maureen, apa itu dia? tapi kenapa dia bisa ada di daerah ini ? tidak mungkin pasti aku salah melihat seseorang !
***
'' Maureen '' suara ibu Sandra terdengar memecah kan lamunan Maureen '' kamu kenapa sayang, apa ada masalah ?''
Maureen menggeleng dengan senyum manis biasa nya, dia sedang makan malam dengan keluarga Sandra di rumah kyloura, ayah Sandra tidak ada, beliau sedang menyelesai kan pekerjaan nya dan tidak mau di ganggu.
''aku hanya ada tugas kuliah yang belum siap. kau besok ada kelas, Sandra? '' Maureen bertanya untuk mengganti topik, memasuk kan sesuap nasi ke dalam mulut nya.
'' besok hari apa? ''
''Sabtu ''
'' ada tapi kelas pagi, apa kamu sama'' Sandra menjawab setelah meneguk habis satu gelas air putih.
'' ada, tapi beda waktu, aku kelas malam''
'' butuh aku temani, aku senggang besok malam'' Sandra menawarkan diri.
'' tidak, aku sudah memberi tahu Tamara untuk menjemput ku, dan dia setuju ''
__ADS_1
Maureen menyelesaikan makan nya, lalu bangkit Dan ikut membersih kan, mencuci piring-piring kotor dengan ritme yang terlatih, sementara Sandra, gadis itu tidak peduli dan masih memakan kismis dengan mata yang tak teralih kan dari iPhone nya.
'' dia tidak pernah berubah '' ibu Sandra mengeluh '' dasar anak nakal ''
Maureen hanya tersenyum '' perlahan saja Tante, dia butuh waktu ''
'' sudah lah, aku juga tidak apa-apa''
''ibu aku tahu, aku sudah berusaha berubah hanya saja bukan saat ini '' Sandra menengahi .
Maureen tertawa mendengar suara Sandra yang manja seperti anak kecil, dia bisa memahami kalau Sandra masih belum juga mandiri dan suka bergelayut manja.
meski kadang-kadang Sandra marah dan tak bisa di ajak bicara, Maureen sudah tahu semua nya.
suara dering telepon mengalihkan atensi semua orang, Maureen melangkah mendekati meja ketika ponsel yang ber dering adalah milik nya.
Maureen sedikit menjauh dari mereka, mendekat kan iPhone nya pada telinga setelah telepon Ter sambung.
'' Hallo, ini i siapa '' Maureen ber tanya karena memang tidak ada nama di nomor yang sekarang menghubungi nya.
''hei, bisa kah kau menjawab ku''
tidak ada jawaban dari seberang '' oke, aku akan mati kan sekarang, dasar orang aneh ''
Maureen mengurung kan niat nya setelah mendengar suara tertawa dari seberang, mata nya mengerjap bingung dengan ulah nya sendiri.
''kenapa tidak marah, lanjut kan aku suka mendengar Nya ''
habis sudah, Maureen benar-benar malu sekarang, dia masih bisa mendengar laki-laki di sana kembali tertawa.
mampus !
Nexs
MOhon dukungan nya dengan like, komen, dukungan dan bintang buat yang ikhlas aja, ngak maksa. saling membantu ya kakak. lop you.
jangan lupa follow tiktok : @shopaychill
Ig : yarasary_
__ADS_1
terima kasih.