
Rebecca melihat sosok yang di kenal nya, pemilik tubuh tinggi dengan kaos putih yang bersembunyi di balik jas berwarna biru tua.
'' Krisna '' bisik Rebecca ketika lelaki itu berbalik badan. dia mendekat dan menyentuh pundak Krisna.
'' apa yang kau lakukan Kris... ow kamu mabuk'' Rebecca dapat menghirup aroma alkohol yang menyengat dari tubuh Krisna.
mata merah dan tubuh linglung nya seakan ingin tumbang karena tak mampu berdiri tegak '' siapa kau ''
'' aku Rebecca. Re-be-ka apa kamu masih bisa mengenali ku'' kata Rebecca yang berusaha menahan tubuh besar Krisna ketika ingin terhuyung ke depan.
Krisna tampak mengamati wajah Rebecca dalam, lalu mendecak kan lidah '' aku ingat, kamu pacar ku yang paling cantik ''
Rebecca hanya diam ketika Krisna mencium bibir nya singkat, dan lelaki itu lepas dari genggaman Rebecca. Berjalan tertatih dengan berpegang pada tembok untuk menyanggah tubuh nya.
'' apa yang kamu lihat '' Krisna tiba-tiba berteriak lantang pada salah satu orang yang tinggal di apartemen itu, dan itu membuat Rebecca cepat-cepat mendekat.
'' aku akan memukul mu''
Rebecca dengan cepat menahan tubuh Krisna yang ingin bergerak ke depan ''maaf, mohon maklumi pacar saya sedang mabuk berat, dia punya masalah ''
Krisna ingin memberontak dan menganggap orang di depan nya itu adalah musuh nya, dia juga berusaha keras untuk memukul dan mencari pelampiasan, yang tentu saja Rebecca tidak tinggal diam untuk menyaksikan Krisna memukuli seseorang. mata tajam itu seakan tersirat kebencian yang mendalam , tidak tahu untuk siapa.
'' jaga pacar mu dengan baik, jangan buat kekacauan '' peringat lelaki bertubuh gemuk dengan sebungkus pizza di tangan kanan nya.
'' iya, terima kasih ''
Rebecca dengan cepat menuntun tubuh Krisna memasuki apartemen nya, menidur kan Krisna di sofa ruang tengah lalu, dia ingat dia melupakan sesuatu di luar sana, tas belanja.
Dengan cepat Rebecca mengambil barang milik nya dan kembali memasuki apartemen, tepat ketika dirinya sedang menutup pintu sebuah tangan melingkar di pinggang nya, refleks Rebecca menjatuh kan barang belanja an di atas lantai, tubuh nya tegang karena kaget.
'' Krisna, apa yang kamu lakukan '' Rebecca ingin melepas tangan lelaki itu.
''Sstt, biasa kah kamu mengerti, aku merindukan mu baby '' suara Krisna berupa bisikan tepat di dekat telinga Rebecca.
tidak tahan dengan tingkah Krisna, Rebecca melepas paksa tangan Krisna dan menarik lelaki itu untuk kembali duduk.
__ADS_1
Krisna merasa kan sesuatu yang aneh terjadi dengan diri nya, seperti ada yang terbakar, semua terasa panas baik di tempat bagian inti. dia melepas Jaz panas yang membalut tubuh nya, lalu kaos putih yang membuat dada nya terekspos keseluruhan.
Krisna bangkit dan melangkah di tengah kesadaran yang di bawah rata-rata, dia sudah tidak kuasa menahan ini sendiri an dia benar-benar butuh -seseorang.
Rebecca terkejut ketika dia kembali mendapat pelukan dari arah belakang, meski dia tahu siapa pemilik tangan yang ada di pinggang nya.
'' re aku sungguh tak sanggup ''
'' Kris, aku sudah menyiapkan air dingin untuk mu, kau harus mandi sekarang, ini bisa menghilang kan mabuk, kamu mendengar ku kan ''
'' percaya lah ini nikmat '' Krisna menjatuh kan tubuh Rebecca ke dalam bak mandi yang masih mengaliri air dari kran, hampir penuh yang membuat lantai kamar mandi basah karena meluap.
Rebecca mengerang kesakitan, kepala nya membentur sesuatu yang keras begitu pun tangan nya, dia ingin bangun tapi sudah terlambat karena Krisna juga ikut masuk dan membiar kan air membasahi tubuh nya.
'' kamu mau apa, menyingkir, aku... '' suara Rebecca mati di tenggorokan saat Krisna dengan kasar meraup bibir nya, kasar dan terkendali. Rebecca merasa kan sesuatu yang aneh menyentuh perut nya, rasa takut nya muncul ketika menyadari -tubuh Krisna tak tertutup sehelai kain pun sekarang.
'' a-aku mohon Kris jangan, biar kan aku pergi ''
Rebecca tidak bisa menahan tangan Krisna yang memiliki tenaga lebih besar dari nya, untuk saat ini dia hanya bisa pasrah dan menyerah, orang di depan nya bukan lah Krisna dia..
'' Krisna aku mohon, Jangan, please lepas Akhh... KRISNA ''
***
'' ini, isi semua data nya,dan juga jangan lupa tanda tangan di bawah pojok kanan '' ucap seorang petugas laki-laki yang menyerah kan selembar kertas ke arah Maureen.
dengan hormat Maureen menerima dan tersenyum ramah, sebelum akhir nya dia menunduk kan kepala dan menulis seperti apa yang tadi petugas bilang.
dalam diam Maureen bisa mendengar seorang wanita tua sedang berdebat dengan kepala kepolisian, yang Maureen tahu nama nya- serrif Webber.
'' tidak ada barang bukti, bukan berarti kalau itu mengata kan dia bukan pelaku nya, saya melihat nya sendiri. terakhir kali sebelum meninggal dia berjalan dengan anak ku, dan tidak ada kabar lalu, seseorang mengantar kan jenazah putri ku dengan tubuh yang penuh luka dan lebam. aku yakin dia pelaku nya''
wanita tua itu tak henti menuntut keadilan, air mata mengalir deras, Maureen tahu meski dia hanya melihat punggung nya,karena suara wanita itu terdengar parau dan terisak, tak terima.
'' kami sudah berusaha sekeras mungkin, tapi kami juga tidak bisa melakukan apa pun, karena pelaku tak meninggal jejak sedikit saja. beri kami waktu, kami akan berusaha lagi'' kepala kepolisian Webber menjawab penuh keprihatinan.
__ADS_1
'' apa yang terjadi dengan wanita tua di sana ''
Maureen bertanya pada petugas di hadapan nya.
lelaki dengan seragam kepolisian itu menurun kan iPhone nya dari depan wajah, menatap ke arah yang di tunjuk kan Mauren.
'' dia seorang guru TK, anak nya meninggal dan baru mendapat kabar setelah dua hari dari hari kematian. dia sangat tidak rela, setiap hari datang ke kantor polisi untuk meminta keadilan. membosan kan, bukan!''
Maureen merasa kasihan tapi dia tidak bisa membantu.
tanpa membuang waktu lagi, Maureen menyerah kan selembar kertas yang sudah terisi penuh tentang data diri yang tertulis tegas dengan tinta berwarna hitam.
'' oke, kamu sudah bisa bekerja besok ''
Maureen menjabat tangan petugas kepolisian itu, yang tak lain adalah Aston, polisi muda '' terima kasih, pak''
'' panggil saja Aston, kita masih seumuran hanya selisih sedikit saja'' kata Aston.
Maureen Ter senyum simpul '' baiklah, terima kasih Aston ''
'' sama-sama Maureen '' Aston tahu setelah membaca nama Maureen di data nya.
Maureen melenggang, meninggal kan kantor polisi. tepat di sebelah kiri jalan dengan jarak yang tidak terlalu jauh, Maureen bisa melihat dengan jelas seseorang yang baru masuk ke dalam mobil.
mata nya melotot sempurna, dengan langkah sedikit berlari Maureen berdoa untuk di beri kesempatan, tapi semua nya terhenti ketika mobil putih itu mulai berjalan dengan kecepatan yang tak sepadan dengan langkah kaki manusia.
apa aku salah lihat ?
***
Nexs
MOhon dukungan nya dengan like, komen, dukungan dan bintang buat yang ikhlas aja, ngak maksa. saling membantu ya kakak. lop you.
jangan lupa follow tiktok : @shopaychill
__ADS_1
Ig : yarasary_
terima kasih.