
sudah hampir setengah jam Maureen dan Bright berciuman, dengan Maureen yang duduk di atas pangkuan Bright.
suara decapan yang begitu intim mengisi kamar Bright, Maureen menahan tengkuk lehernya agar semakin terasa nyaman, ketika lidah Bright mulai masuk dan merasa kan setiap inci mulut Maureen.
tangan Maureen bergerak ke bawah untuk meraih di antara sabuk Bright, pria itu tersentak dan melepas ciuman nya.
" sekarang" ucap nya terengah-engah.
Maureen tidak menjawab, melainkan menangkup kembali wajah tampan itu dan mencium nya lebih keras, Bright tidak bisa menolak karena dia juga merindukan saat-saat seperti ini.
Bright mengangkat tubuh Maureen dan meletakkan nya perlahan di ranjang, tanpa melepas tautan bibir mereka.
tangan Bright mulai gatal dan mencoba masuk ke dalam baju hangat Maureen, mengusap-usap dua gundukan kenyal yang merupakan aset berharga, menggoda nya dari luar.
Maureen semakin merasa kan sesuatu dalam diri nya keluar dan membesar, dia masih setia menyicipi bibir tebal Bright dan membantu pria itu membuka kaos nya.
nafas kedua nya Naik turun tak beraturan, dengan sigap nya Maureen melucuti celana Bright hingga tersisa dalaman nya, Bright meraih tangan Maureen saat gadis itu hendak meraih sehelai kain yang sekarang manjadi satu-satunya benda yang masih menempel di tubuh nya.
'' aku akan memanjakan mu, lebih dulu '' bisik Bright tepat di sebelah telinga Maureen, lalu mengulum daun telinga gadis itu agar memberi nya sebuah rangsangan.
Maureen hanya bisa pasrah ketika tangan besar bright membuka celana jeans nya dan masih ada satu lagi yang menempel, namun tak lama Bright juga membuang nya.
entah bagaimana model nya, Maureen tidak mengerti ketika Bright menarik selimut tebal dan menutupi bagian perut Maureen, namun ke bawah nya masih polos.
Maureen merasa kan tangan panas Bright menyentuh kulit paha nya, dan membuat posisi kakinya seperti tengah melahirkan anak, melebar dan tertekuk.
mata kedua nya bertemu, sebelum akhir nya wajah Bright berada di depan v di antara kedua kaki nya dan mulai menggoda sesuatu di bawah sana yang sudah mengeras.
Maureen bergelinjat saat lidah lembut Bright menyentuh titik pusat tubuh nya " Bright.... Aaggr..."
Maureen meremas seprei di sebelah sisi tubuh nya, saat sebuah pelepasan datang untuk pertama kali, selagi masih ada tenaga, Maureen melepas baju hangat itu.
__ADS_1
Bright naik perlahan menyusuri setiap kulit putih Maureen dengan tangan nakal yang masih setia mengusap-usap dan menusuk-nusuk nya dengan jari telunjuk dan tengah di tubuh lain Maureen.
suara lenguhan Maureen semakin menjadi saat Bright tiba di leher nya '' apa kamu benar-benar ingin menyiksa ku '' ancam nya bercanda.
Bright tersenyum '' bukan kah kamu menikmati nya, sayang'' mendekat untuk mencium kening Maureen.
Maureen tidak sadar, kapan Bright melepas benda segitiga itu, dia baru tahu kalau bagian bawah mereka sudah saling polos ketika Bright menggesek-gesek milik nya.
bright menyiapkan tangan kiri nya di bawah punggung Maureen dan berhenti di kiri pundak kekasihnya '' aku merindukan mu ''
Maureen menelan salivan nya ''lakukan sekarang Bright ''
Bright memeluk tubuh Maureen lebih dulu dan membiarkan bra Maureen masih melekat di sana, lalu dengan kekuatan yang terkumpul dia mulai mendorong milik nya agar tenggelam di tubuh Maureen.
'' Hhhh.... '' kepala Maureen tertarik ke belakang dengan mata terpejam, meresapi sensasi nikmat dan lezat yang tak tertahankan.
'' sayang.... Hmem.... '' Bright semakin memperdalam, lalu mencium bibir Maureen ketika memulai untuk memaju mundur kan tempo nya.
suara Maureen tidak dapat terbendung lagi, mata Bright berbinar menyaksikan tubuh Maureen menggeliat dengan begitu indah nya dan menghipnotis, dan dengan tanpa sadar gerakan nya semakin cepat, kasar.
'' Bright aku, keluar '' tutur Maureen sambil tergagap, memegang kedua bahu pria nya.
namun aneh nya, ketika hampir pelepasan datang dan Maureen memejam kan mata, orang yang muncul dalam pikiran nya bukan lah Bright, melainkan Oliver.
'' Akhhh... '' Bright melenguh dengan nafas memburu dan ambruk di atas tubuh Maureen, merasa kan tubuh lengket kedua nya yang dibanjiri keringat.
'' terima kasih, sayang'' tutur Bright mencium pipi kanan Maureen, lalu berbaring di sebelah nya membiar kan penyatuan mereka masih utuh di sana.
Bright menarik selimut untuk menutupi tubuh nya dengan Maureen, lalu menarik kekasih yang sangat di cintai nya masuk ke dalam pelukan.
dalam pelukan Bright, Maureen masih berpikir, kenapa Oliver masih bisa dia ingat dalam keadaan yang sudah seperti ini, apa mungkin dia masih belum merasakan puas.
__ADS_1
Maureen mendongak untuk menatap wajah pria nya '' apa kamu lelah?'' tanya nya.
Bright mengernyit '' kenapa, apa gadis manis ku masih belum merasa puas,hmm ?''
Maureen mengangguk tanpa rasa malu sedikit pun '' bisakah kita bermain sampai aku bisa melupakan masalah ku?''
'' apa pun yang kamu mau, selama aku bisa, akan ku lakukan untuk mu''
Maureen tersenyum tipis, membiar kan Bright mencabut milik nya lalu menyuruh Maureen membelakangi tubuh nya '' eeghhhh.... ''
rasa lelah menghilang, mengembalikan hawa nafsu dengan gejolak asmara yang menggetarkan seluruh tubuh Maureen.
dengan terus menggoyang kan pinggul nya, Bright membuka bra hitam dan melempar nya sembarangan, memeluk tubuh Maureen dari belakang dengan tangan yang sudah *******-***** benda tumpul di dada Maureen.
Maureen memejam kan mata untuk fokus dengan apa yang di rasa kan tubuh nya, menikmati permainan mereka yang di lakukan dari belakang, tapi tak lepas tangan nakal Bright untuk memainkan bibir bawah Maureen.
Bright bangkit dan membawa tubuh kecil Maureen untuk menungging, mengubah cara mereka dalam bercinta, sama-sama memuaskan satu sama lain.
setelah di rasa cukup, Bright beralih duduk dan membawa Maureen ke dalam pangkuan nya, kaki jenjang Maureen memeluk tubuh Bright yang sekarang tergoncang hebat dengan lenguhan nikmat dari setiap pergerakan nya.
sudah satu jam mereka bermain, dan Bright benar-benar tidak bisa melanjutkan nya, begitu pun dengan Maureen, kedua insan itu ambruk dengan Maureen yang sekarang berada di atas tubuh Bright.
Maureen terlihat sangat lelah, tapi dia juga tidak mengerti. dalam setiap permainan tadi, dia tidak bisa memblokir Oliver dalam pikiran nya.
dalam setiap sentuhan lembut yang Bright beri juga menghadap kan Maureen, kalau yang menyetubuhi nya adalah Oliver bukan Bright.
ciuman Oliver sangat pas dan memuaskan, dan tidak bisa Maureen bohongi kalau selama mereka bermain, Maureen menikmati nya karena dia membayangkan Oliver yang yang sedang menghujam nya bertubi-tubi.
awal nya tidak seperti ini, apa mungkin setelah aku melakukan dengan Oliver aku bisa terlepas dari nya.
***
__ADS_1
Next
oke jangan lupa mampir lagi, terima kasih kakak....