
Bright tiba di rumah dan langsung menghubungi Maureen. mereka akan berjumpa malam ini, tapi Oliver menemukan Maureen lebih dulu, seperti yang Maureen tahu dia akan lakukan.
Maureen sedang berlari di sekitar danau, tempat ia berpisah dengan Bright setelah pria itu lama tinggal di rumah nya.
nafas Maureen berkabut di udara pagi, ketika Oliver mulai berlari di sebelah Maureen, mengikuti langkah kaki nya.
Maureen tidak bicara untuk satu mil lagi hingga merasa kan nafas di paru-paru nya dan melambat. membungkuk kan badan nya di tempat terbuka.
" apakah Natal mu menyenangkan?" Oliver bertanya, sambil merenggang kan tubuh nya.
Maureen menegak kan tubuh " tidak" jawab nya, mempelajari.
malam itu telah merubah sesuatu di antara mereka berdua. Maureen tidak mabuk lagi, kehabisan nafas dan tidak seimbang. ia masih bisa merasa kan ketertarikan karena penasaran, keinginan untuk melihat ke dalam mata Oliver.
tapi ada kesadaran juga, tajam dan waspada.
Maureen tahu rahasia Oliver, dan Oliver tahu rahasia nya juga.
" ada yang menanyakan sesuatu?" Oliver mulai berjalan, dan Maureen mengikuti melewati hutan-hutan.
jalan nya membeku, tapi tidak ada salju selama berminggu-minggu " tentang guru kesayangan mu" lanjut nya, lambat-lambat.
" pertanyaan macam apa?" Maureen menjawab cepat, melihat ke sekitar " itu kan kecelakaan "
Oliver berbalik, wajah nya tampak serius " tidak ada siapa pun di sini Maureen. kamu tidak perlu berpura-pura dengan ku"
mata Oliver bertemu dengan milik Maureen, gelap dan penuh kemenangan. kebenaran nya ada di sana, jelas seperti matahari terbit.
Dia melakukan nya, dia telah membunuh Jecky.
sebuah sensasi menggetar kan bergerak melewati diri Maureen " itu adalah sebuah kejahatan teragis bermil-mil jauh nya, dan tidak ada hubungan nya dengan kita"
__ADS_1
Oliver tersenyum geli " seseorang belajar dengan cepat!"
Maureen menahan tatapan nya, teguh" aku punya seorang guru yang ahli "
Oliver tertawa, berjalan sedikit sebelum berbicara lagi" kamu tahu, selama perjalanan ku. aku berpikir, ada kemungkinan kamu akan berlari ke sheriff mu begitu aku berbalik "
suara nya ringan, tapi Maureen menyadari ada sedikit ketegangan dalam nada nya.
" apa yang akan kamu lakukan?" Maureen bertanya waspada" jika seseorang betul-betul datang dan bertanya soal itu."
dia tidak menjawab, memikirkan nya" aku bisa lari, tapi itu arti nya kamu bersalah. lebih baik untuk menetap dan menjalani hidup seperti biasa. lihat apa kah seseorang bisa mendapat kan bukti dari ku... "
" aku berhati-hati, aku tidak meninggal kan jejak sedikit pun " Oliver menambah kan
" kecuali aku" Maureen menyadari sambil merinding.
Oliver menoleh ke arah nya" kecuali kamu"
Tidak lagi.
sekarang Maureen menatap mata Oliver, membayang kan saat-saat terakhir Jecky lagi.
" tanya kan pada ku" Oliver mendekat kan wajah nya " tidak kah kamu ingin tahu?"
Maureen menggigit bibir nya. Oliver mengetahui nya dalam sekejap pertanyaan yang Maureen tahan. dia tahu, dia selalu tahu.
apa yang bisa lebih baik dari pada kematian-kematian yang Maureen bayang kan untuk Jecky, adegan-adegan mengerti kan yang di mainkan di kepala nya hari itu?
" aku tidak bersusah payah" Oliver menambah kan, mencium di antara leher dan pundak Maureen. wanita itu gemetar
" kamu sendiri sudah melakukan cukup banyak kerusakan" dia berbisik " pria malang itu hampir tak bisa jalan."
__ADS_1
bibir Oliver berhenti dekat dengan bibir Maureen. Maureen tak sempat menarik nafas, nyaris tak bergerak, merasa terkejut sedikit dari sentuhan nya.
" tapi kamu sedikit kurang waspada" dia berbisik pada mulut Maureen " kamu meninggal kan sebuah syal di mobil nya "
Maureen tersentak mundur, darah nya melaju cepat karena panik. Maureen melihat polisi dan lampu sirene, pengacara-pengacara dan sebuah sel penjara. dan pertanyaan sangat banyak.
" tenang " Oliver tertawa, tampak terhibur" aku menyadari nya. tempat nya sudah bersih. aku tidak membuat kesalahan "
Maureen bertanya-tanya untuk pertama kali nya, apakah dia sudah pernah melakukan ini sebelum nya. tapi, lalu Oliver mencium nya keras dan lambat .
dan Maureen menyadari, ia tak peduli. ia merasa kan adrenalin berlarian di tubuh nya, menegang kan.
" kita berhasil lolos" Maureen berbisik, merasa kan kegirangan rahasia.
Oliver menatap nya dengan ekspresi yang tidak dapat Maureen baca.
" apa?" tanya Maureen.
Oliver menggeleng kan kepala nya pelan " aku hanya..... aku tak tahu. aku tidak menyangka kamu seperti ini."
" kamu kira aku akan merasa bersalah dan menangis?" Maureen menantang nya terang-terangan " kamu memberi tahu ku untuk tidak berpura-pura lagi "
" iya, ya?" Oliver mengamati " Dan ini lah kamu yang sebenar nya. senang akhir nya bisa berjumpa dengan mu."
Oliver mengambil tangan Maureen dan menunduk kan kepala nya. menyentuh kan bibir nya ke punggung tangan Maureen.
lalu mendongak dan menatap Maureen, cerah dan penuh kemenangan" kita akan sangat bersenang-senang."
aku tersenyum membalas tatapan nya" aku sudah cukup senang bisa mengenal mu, guru "
Next
__ADS_1
Maaf lama Ndak jumpa, lagi buntu soal nya pikir aku. jadi telan lama nge up nya. lama Banget lagi. maaf ya.....