Hello Tuan Muda

Hello Tuan Muda
Bab 54


__ADS_3

" sekitar lima bulan yang sekarang" jawab Jecky.


" Tempat bagus" kata Maureen cepat " dan aman "


Jecky memasuk kan mobil nya ke depan rumah di ujung jalan " kebanyakan barang-barang ku masih ada di dalam dus, akan butuh beberapa waktu untuk membongkar semua nya" kata nya, mematikan mesin mobil.


" Tidak apa-apa, aku tidak keberatan menunggu " sahut Maureen, sambil mengeluar kan ponsel nya untuk menghabis kan waktu.


Jecky tertawa, menekan tombol kunci di mobil" kamu tidak bisa menunggu di luar sini, ayo masuk. Kuberi tahu, tempat nya masih belum selesai" dia menambah kan, menutup pintu di belakang nya.


Maureen berhenti sejenak, lalu mengambil tas nya dan keluar, mengikuti Jecky ke arah pintu.


" Apa kamu juga sama, membongkar barang-barang hanya sampai tempat nya bisa di tinggal i, lalu meninggal kan sisa nya tertumpuk di dalam lemari sampai kamu pindah lagi!" Jecky berkata setelah membuka pintu, melangkah masuk sedikit untuk menyala kan lampu.


Cahaya kuning membanjiri ruangan setengah jadi itu, Maureen sempat mengamati setempat lalu lewat lima detik dia membalas ucapan Jecky.


" Aku tak tahu" Maureen merasa sadar diri, setelah menyerap semua nya " aku belum pindah sebelum nya"


Rumah nya terasa kosong dan penuh dus, tembok nya masih putih polos; perabotan nya masih menumpuk di ruang tengah di depan lemari tinggi bercat coklat.


" Kamu akan pindah suatu hari nanti" ucap Jecky menenang kan, tatapan nya tulus dan lembut.


" Semoga saja begitu"


Maureen melaju beberapa langkah lagi, ke arah rak buku besar yang menutupi tembok. Ini adalah bagian paling hidup di tempat ini: penuh dengan buku-buku bersampul keras dan novel-novel usang, ada beberapa foto dan barang kenangan.


Maureen mendongak, mengamati salah satu foto berbingkai di deretan kedua yang berisi Jecky dan seorang perempuan pirang yang tersenyum, dia terlihat lebih muda. Lebih bahagia.


" Dia pacar mu?" Maureen bertanya hati-hati.


Jecky berbalik badan melangkah menuju sebuah laci di pojok kanan " iya, nama nya Eva. Dia sedang menjenguk teman-teman nya di San Diego. Semacam acara pernikahan" dia melangkah mendekat.


Membuka kunci pintu rak buku yang terlapisi kaca transparan dan memperlihatkan buku-buku lain dengan ketebalan minimal tiga sampai lima senti.


" Aku ingit buku nya aku letak kan di dalam sini... " Ujar Jecky, mengamati jajaran buku dengan alis mengerut.

__ADS_1


" Tidak apa-apa, kau bisa mencari nya nanti " kata Maureen cepat" aku tidak memerlukan nya sekarang "


" Tidak, tidak, aku bisa menemukan nya " dia sibuk memeriksa buku-buku itu dan Maureen berpaling kembali mengamati sekeliling.


Jecky telah bepergian ke mana-mana, Maureen bisa tahu dari brosur-brosur dan peta-peta yang terselip di antara buku-buku. Ada perasaan sedikit iri di hati Maureen.


Musik datang dari pengeras suara di pojok " kamu suka musik klasik"


Maureen terkejut, berpaling. Entah sudah berapa lama Jecky bersandar pada pintu dapur, menuangkan segala anggur.


" Apa?" Maureen tidak mendengar jelas.


" Musik ini. Aku selalu mendengar kan nya di hari-hari kosong ku" dia menjelas kan, mengamati " apa kamu sama?"


" Oh, aku tidak tahu." Maureen menjawab cepat " kamu tahu, aku berterima kasih karena kamu sudah mencari buku nya, tapi aku betul-betul harus pulang "


" Kamu punya untuk minum sedikit " Jecky berkata tenang, mengulur kan gelas nya kepada Maureen. Menawar kan.


" Tidak terima kasih" Maureen menggeleng kan kepala. Menolak tegas.


" Tidak apa-apa " Maureen melangkah ke arah pintu" teman ku mungkin sedang menunggu ku datang. Dia akan khawatir jika aku terlambat, kamu tahu mobil yang ku tinggalkan adalah milik nya "


" Teman tapi nyaman maksud mu " Jecky tersenyum menggoda, dia ingin bercanda. Lalu meneguk sedikit anggur nya, masih mengamati Maureen dengan senyuman.


"Tidak, nama nya Sandra, rumah kami dekat dan dia juga bersekolah dengan ku. Hanya saja kami berbeda kelas" jantung Maureen berdetak lebih kencang, adrenalin menggetar kan nadi nya.


Mereka hanya berdua di rumah.


" Lalu bagaimana Kamu akan pulang "


" Aku akan menelepon pacar ku saja dan meminta nya datang menjemput ku " kata Maureen, mengangkat tas nya di dekat pintu yang tadi sempat dia simpan.


Maureen kesulitan dengan tali nya, mencoba untuk mencari ponsel, mencoba lebih keras lagi untuk tampak tenang " kamu tak perlu repot-repot untuk ku"


" Tidak masalah" Jecky meletakkan gelas nya dan bergerak mendekati Maureen, hanya beberapa inci jauh nya " tinggal lah, minum, dari aku akan mengantarmu pulang"

__ADS_1


" Tidak, sekali lagi aku berterima kasih. Tapi aku harus pergi sekarang" Maureen berhasil mengeluarkan ponsel nya.


Jecky mengambil ponsel itu dari tangan Maureen, sebelum gadis itu berhasil menekan tombol nya " apa ini, benda antik dari tahun sembilan puluhan" dia tertawa.


Jecky Mengamati pelindung ponsel Maureen. Melempar-lemparkan nya dari satu tangan ke tangan yang lain, menggoda " apakah kamu harus mengetik pesan dengan kode"


Maureen membeku, jantung nya berdetak lebih kencang " bisakah aku mendapat kan ponsel ku kembali?"


Maureen mencoba untuk tidak panik, tidak ada yang salah, Jecky hanya bermain-main, pikir Maureen. " Jecky"


Maureen mencoba meraih nya, tapi pria itu membungkuk, menghindar " ku mohon tuan Jecky, hentikan"


" Aku sudah bilang pada mu, kita sedang di luar kelas, kamu bisa henti kan omong kosong murid guru itu" Jecky mengayun kan ponsel nya di depan wajah Maureen, lalu menarik nya kembali ketika Maureen mencoba meraih nya.


Maureen menelan rasa takut nya, tertawa lemah " ayolah, itu tidak adil. Kembali kan"


Jecky memiring kan kepala nya, mata nya berkeliaran ke seluruh tubuh Maureen. Pandangan nya terpaku pada gadis itu, lapar, dengan cara yang membuat darah Maureen terasa membeku.


Lalu senyuman keji tercetak di sana, licik dan penuh intimidasi " paksa aku"


Next


bocoran episode selanjutnya nih gaezz...


" ayolah, kamu tidak perlu bermain gadis baik lagi dengan ku" Jecky mulai menggerayai dan dada Maureen, nafas nya berat dan bersemangat.


'' aku tahu kamu sudah mengingin kan ini sejak awal. dengan cara mendekati ku di sekolah "


Jecky menuruni kepala nya untuk mencium leher jenjang nan indah milik Maureen. Maureen muak, ia hampir muntah.


" Tidak '' Maureen mencoba untuk mendorong tubuh Jecky lagi, tapi dia terperangkap di depan pintu. tidak punya ruang untuk bergerak, tidak punya ruang untuk bernafas.


putus asa, apa semua akan berakhir seperti ini!!


****

__ADS_1


wah bakal seru Kayak nya nih, yuk kepoin lanjutan nya, jangan lupa kalau ada typo komentar aja, ntar aku berbaiki.....


__ADS_2