
setelah perburuan itu, Maureen hanya bisa memikirkan Oliver. mereka tidak menghabiskan waktu bersama karena dia punya Rebecca dan Maureen punya Bright, tapi entah mengapa, itu tidak berpengaruh.
adrenalin nya sungguh memabukkan, campuran rasa bersalah dan antisipasi, meskipun di antara mereka berdua saling memeluk orang yang berbeda.
hal ini seperti mimpi yang menghanyutkan, dan Maureen tak pernah puas.
Maureen selalu menunggu, tak sabar menginginkan nya. setiap kali pintu depan setasiun terayun terbuka, Maureen berharap melihat Oliver di sana. melangkah masuk untuk berjumpa dengan diri nya di sana dan mengingat kan Maureen dengan apa yang telah mereka lakukan di dalam hutan, berdua dengan nya.
'' Hei sayang ''
jantung Maureen mencelos, suara itu membuat khayalan nya hancur berantakan. tapi ternyata itu bright, lelaki yang selama hampir dua bulan ini tidak dia temukan.
Bright tersenyum saat berjalan mendekat dan mencium pipi Maureen, kulit nya dingin dan telinga nya memerah karena kedinginan, Maureen sadar dan mengerjap.
'' Hei '' ucap Maureen, bingung ''aku tidak tahu kamu akan datang, kamu tidak memberi kabar dengan kepulangan mu? aku memeriksa ponsel ku, tapi~''
'' kenapa sangat canggung, apa aku membuat mu tidak nyaman akhir-akhir ini ? '' Bright bertanya.
'' aku sengaja tidak memberi tahu mu, untuk memberimu kejutan. tapi kelihatannya aku tidak di harapkan !!'' dia menambahkan, mengangkat bahu nya.
'' tidak, ini sungguh mengagetkan ku'' Maureen berkata ceria.
Bright meraih tangan Maureen, dan menempel kan di bibir'' aku minta maaf kalau aku selama ini sangat sibuk dengan pekerjaan, aku janji akan menebus nya pada mu''
'' tidak apa-apa, kamu tidak perlu melakukan nya '' Maureen memprotes.
'' aku harus '' Bright bersikukuh '' Oliver bahkan bilang, aku telah menelantarkan mu''
Maureen membeku. Oliver ?
'' dia bilang begitu ?'' Maureen bertanya hati-hati.
'' ya, memberi tahu ku panjang lebar tentang kalian yang pergi berburu. bilang aku seharusnya lebih menghargai mu'' Bright tersenyum.
'' tapi kamu juga tidak memberi tahu ku, kalau kamu pergi keluar dengan nya'' dia menambahkan, sedikit kecewa.
Maureen menelan ludah '' aku hanya berfikir itu tidak penting, aku tidak mau mengganggu waktu kerja mu. bahkan untuk kita berhubungan saja, sangat sedikit. apa masih sempat aku membahas hal lain yang tidak penting''
'' maaf, aku tidak bermaksud menyalahkan mu. hanya saja, aku tidak mau kamu terpengaruh oleh nya '' Bright semakin menarik tangan Maureen.
sebuah senyuman menawan tercipta di wajah tampan nya '' aku merindukan mu ''
Maureen mengeras kan rahang, mencoba sebisa mungkin menampil kan senyuman ceria '' aku merindukan mu '' dia membalas dengan kata yang sama.
__ADS_1
Bright mendekat untuk sebuah pelukan, menyalurkan rasa rindu nya yang selama beberapa ini dia tahan. Maureen membalas pelukan, pikiran nya berpacu.
Oliver mengirim Bright kesini, untuk apa ? apa dia mencoba mengingat kan Maureen kalau dia sudah menghianati Bright dan membuat nya gelisah ?
Maureen sudah berusaha keras untuk menjauh kan diri dari Bright sepanjang Minggu, melakukan persiapan untuk putus dengan penuh rasa bersalah.
tapi sekarang Maureen bertanya-tanya, apakah Oliver betul-betul ingin menjalin hubungan dengan nya ? dengan Rebecca yang masih lengket di sana ? atau mungkin dia hanya menyukai ketegangan dan pendekatan Maureen. sebuah permainan lainnya.
Dan jika itu benar, artinya sekarang adalah giliran Maureen.
'' jadi, kamu mau ikut makan siang '' Bright bertanya.
Maureen menggeleng kan kepala'' aku tidak bisa '' lega karena itu bukan hanya alasan '' Weber meminta ku untuk memeriksa laporan nya dan aku punya catatan komputer itu untuk di perbarui. jadi aku harus diam disini ''
'' tapi itu masih di lakukan setelah jam istirahat selesai '' Bright menampil kan sebuah ekspresi memohon.
'' ayolah.... kita cari tempat yang dekat saja, tidak akan ada yang keberatan'' tambah Nya.
''aku bilang tidak'' Maureen menarik tangan nya kembali '' aku minta maaf, tapi aku tidak bisa pergi begitu saja. aku memerlukan pekerjaan ini, ingat? aku bukan anak orang kaya''
senyum bright menghilang '' itu tidak adil. maksud ku, aku tidak bisa pergi bolos kapan pun aku mau, dan aku ke sini hanya untuk melakukan sesuatu untuk mu. itu saja'' dia tampak bingung.
Maureen bergeming ''baiklah, kamu sungguh baik, tapi aku betul-betul tidak bisa pergi ''
Oliver.
telinga Maureen seakan ringan mendengar nama nya ''tentu '' dia menyetujui tanpa menunggu lama '' ku pikir aku bisa datang nanti''
bright tersenyum lebar '' menakjubkan, aku berjanji akan melayani mu sepenuh hati, menyuapi mu dan memijat kaki mu. terdengar sempurna''
'' Bright... '' Maureen memprotes.
'' aku serius'' Bright tertawa'' aku benar-benar merindukan mu, rasa bersalah ini, terlalu banyak untuk mu''
dia mendekat dan mencium Maureen di bibir, sekilas '' sampai jumpa nanti malam'' sebelum akhir nya Bright berjalan keluar dari setasiun kepolisian.
aku tidak tahu apa yang akan terjadi berikutnya, tuhan, ini menegangkan.
***
Maureen memasang mesin penerima telepon dan mengambil berkas-berkas untuk kepala kepolisian Weber, jam kerja akhirnya selesai. dia berjalan menuju kantor milik Weber.
Maureen mengetuk pintu ringan, lalu mendorong pintu nya terbuka " hai "
__ADS_1
Weber sedang sedang menelpon di ujung sana, tapi dia memberi tanda untuk Maureen menunggu.
"terima kasih, sudah melakukan ini. aku tahu ini bukan termasuk pekerjaan mu" Weber berkata setelah menutup telepon dan membiarkan Maureen masuk.
" tidak apa-apa " Maureen menyerah kan dokumen " aku akan pergi sekarang "
" selamat malam "
Maureen berjalan kembali ke meja nya untuk mengambil jas dan tas, kebingungan masih berdiam di pikiran nya. apa dia benar-benar akan datang ? menyetujui ajakan Bright dengan Oliver yang berada di sana !.
'' hei, Maureen, apakah kamu punya surat tilang yang ku perlukan !'' Aston menghentikan Maureen sebelum gadis itu berhasil keluar.
Maureen berbalik, menatap nya. dia sudah kembali dari skors akibat hukuman kecelakaan Beverly waktu itu, tampak seperti dirinya yang biasa.
tapi Beverly, Beverly kehilangan semua nya karena dia.
'' aku sudah selesai kerja hari ini '' Maureen menjawab, dingin.
'' aku tahu'' Aston menjawab, memelas '' tapi aku harus bertugas, Weber ingin aku mengawasi di jalan tol malam ini ''
'' tiketnya ada di ruang bukti, laci ke dua dari ujung kanan '' ujar Maureen, sambil bergerak menjauh.
'' kumohon ?'' Aston mengeluh '' aku tidak pernah bisa menemukan apa-apa di sana, kamu seorang malaikat ''
Maureen menyadari Aston tidak akan berhenti hingga apa yang di inginkan nya terpenuhi '' baiklah''
Maureen berbelok ke ruang bukti, mengeluarkan kunci dan masuk. Meraih sesuatu yang di cari nya tanpa kesulitan, berjalan keluar dan melemparkan buku tilang nya kepada Aston ketika dia lewat.
'' tunggu aku masih perlu ~"
"terlambat " jawab Maureen. dia tidak ingin menghabiskan satu momen lagi di stasiun, tidak dengan Oliver yang menunggu nya.
Oliver dan Bright.
***
Next
...Terima kasih sudah membaca, jangan lupa terus beri saya dukungan untuk fokus menerus kan tulisan ini.......
...kehadiran kalian sangat berharga bagi saya... ...
...jangan lupa tinggalkan jejak.... ...
__ADS_1
... ...