
Beverly Hilton meninggal pada jam sepuluh kurang tiga puluh satu di malam hari, tuju hari setelah kecelakaan nya. tidak ada tanda-tanda dia akan bangun sejak kecelakaan: aktifitas otak nya nyaris tidak ada, dia tidak menunjuk kan tanda-tanda bisa bernafas tanpa alat bantu.
ibu nya mematikan alat bantu nya.
Maureen mendengar berita itu tepat sebelum kelas pertama nya di mulai di UNIVI : dia sudah masuk di ruangan sempit yang tak ber jendela ketika panggilan telepon itu datang.
Maureen meminta suster yang bertugas untuk mengabarinya dan sekarang dia terjebak, duduk di bangku dalam ruangan penuh murid ketika profesor nya mulai menerangkan dan menulis.
Beverly telah meninggal.
Maureen menatap kosong buku nya, tidak mendengar kan suara profesor itu. hal ini tidak masuk akal bagi nya, bahwa tadi nya dia ada di sana dan sekarang tidak.
tidak ada lagi eyeliner di tengah malam, tidak ada pekerjaan baru atau apartemen pertama, tidak ada suami atau anak-anak suatu hari, dan tidak sampai keluar dari kota ini.
dia hanya menghilang begitu saja, segala jejak terhapus dan meninggal kan sebongkah kenangan yang tertimbun tanah.
ada beberapa cekikikan kecil, lalu Maureen mendongak mengembali kan letak ke fokus an Nya yang sempat terganggu.
'' tidak ada manusia yang membuang-buang waktu '' itu suara profesor '' mereka hanya menggunakan untuk hal-hal yang tidak perlu ''
Maureen meyakini itu, betapa benar nya perkataan itu. bukan kah yang selama ini maureen lakukan hanya menghabis kan waktu untuk kepentingan orang lain, membahagia kan ibu dan membantu orang yang membutuh kan.
'' saya akan akhiri pertemuan hari ini '' kata-kata penutup yang profesor ucap kan, membangkit kan semua murid untuk pergi keluar kelas.
maureen melihat seseorang yang di kenal nya berjalan melewati '' Stein '' teriak nya.
laki-laki dengan Hoodie liris hitam putih itu membalik kan tubuh '' maureen ''
'' bisa kah kau membantu ku, Tamara akan keluar sebentar lagi dia sedang ke toilet, berikan ini pada nya '' maureen menyerah kan beberapa buku kepada Stein.
'' aku buru-buru, maaf merepot kan mu''
'' tidak masalah '' ujar Stein, menatap maureen yang mulai menjauh dari pandangan nya.
***
Maureen hadir dalam pemakaman Beverly, seorang wanita paruh baya menangis, wajah nya oval dan itu pasti ibu Beverly, dengan seorang laki-laki yang sudah kemungkinan berkepala dua berdiri di samping nya.
sebuah peti hitam yang cantik perlahan di turun kan ke tanah, lalu jeritan wanita paruh baya itu terdengar memilukan. Maureen melihat dari jauh, dia tidak sedekat orang-orang di sana yang berdiri tepat mengelilingi peti.
__ADS_1
Beverly menghilang.
dan maureen sadar perlahan kerumunan menipis, menyisakan satu dua orang di sana.
masih menunduk dengan air mata dan mulut yang tak habis meracau.
Maureen menelan rasa takut nya, berjalan mengikuti orang-orang untuk keluar dari pemakaman, semua yang ada di sini orang asing, tidak ada yang mengenal Maureen.
Maureen menarik nafas panjang, kaki nya terasa sakit berjalan mondar mandir dengan tangan melambai ke arah jalan, dia tidak habis pikir kalau mencari taksi di pedalaman seperti ini sangat lah sulit.
gadis cantik itu memilih duduk dan menikmati cemilan kecil yang tersimpan di tas kecil nya, mengamati kendaraan yang berlalu dengan mata tajam nya.
tidak ada tanda-tanda taksi yang lewat, semua rata-rata mobil pribadi dan truk besar yang mengangkut barang atau benda lain. Maureen berjanji dengan diri nya sendiri, enam puluh menit lagi, iya pasti ada angkutan umum yang lewat.
waktu terus berjalan, angka-angka itu berkurang dan tidak ada apapun yang maureen dapat kan, sampai menjadi nol masih tidak ada juga yang bisa membawa Maureen pulang.
'' sial ''
umpat nya, meraih jauh ke dalam tas dan mendapat kan ponsel nya.menekan nomor redial untuk satu-satu nya nomor telepon yang maureen panggil akhir-akhir ini.
'' Hallo ''
'' aku terdampar di jalanan, bisa kah kamu menjemput ku ''
'' tentu saja, sayang ''
Maureen menegak kan tubuh nya, ini bukan suara bright di sisi lain panggilan itu.
'' Oliver ? '' Maureen bertanya lambat-lambat.
'' betul sekali '' nafas nya yang terhibur terdengar, jelas dan tenang.
'' kamu tampak nya berapa dalam masalah ''
Maureen menarik nafas. '' di mana bright, kenapa ponsel nya bisa bersama mu ''
'' tenang macan, kami baru saja selesai membicara kan sesuatu.apa bright sudah memberi tahu mu kalau aku adalah...''
'' iya '' maureen mengeras kan rahang nya ''di mana dia sekarang ''
__ADS_1
'' dia seperti nya akan lembur dengan papa, mereka barusan membahas proyek pembangunan jauh di selatan. apakah dia tidak menelfon mu? oh, Iya dia meninggal kan telepon nya '' jelas Oliver.
''baiklah, maaf aku sudah mengganggu mu ''
Oliver mendengkus dan maureen bisa mendengar itu '' dengar, aku akan menjemput mu. di mana tadi kamu bilang ''
'' tidak, terima kasih '' maureen menjawab cepat.
'' serius '' Oliver tertawa.
'' apa yang akan kamu lakukan sekarang, berjalan pulang ? oh ayolah, jangan seperti ini. aku sudah berbaik an dengan kakak ku, dia pasti tidak akan memaaf kan ku, jika aku membiar kan pacar nya sendiri an dalam kegelapan ''
Maureen ragu-ragu, dia tidak ingin melihat nya, atau lebih parah lagi, hutang Budi pada nya. tidak setelah setiap perkataan nya membuat maureen merinding, senyuman keji nya dan tatapan ingin tahu yang tak pernah terganti.
tapi maureen tidak punya pilihan lagi '' baiklah '' suara nya keluar, ragu-ragu.
Maureen memberi nya alamat dan menutup panggilan, memeluk tubuh nya sendiri dan mengambil posisi duduk di kursi yang tersedia di sebelah jalan, sambil menunggu kedatangan nya.
tidak ada yang bisa maureen perbuatan, jadi dia memilih membaca-baca berita dari ponsel nya dan melihat video-video jenaka yang tidak ada perubahan, sampai sebuah cahaya menembus dan mengalih kan pandangan nya.
mobil sport mewah dengan warna gelap melaju perlahan dan berhenti di depan maureen. jendela nya turun, dan terlihat wajah Oliver di sana.
'' kemari lah Maureen'' Oliver memanggil, membujuk '' pangeran keberuntungan mu sudah datang''
Maureen meraih tas nya dan berjalan cepat ke kursi penumpang, berharap tidak akan ada yang Oliver keluar kan dari tingkah cemooh nya.
ini akan berlalu cepat !
***
NEXT
MOhon dukungan nya dengan like, komen, dukungan dan bintang buat yang ikhlas aja, ngak maksa. saling membantu ya kakak. lop you.
jangan lupa follow tiktok : @shopaychill
Ig : yarasary_
terima kasih.
__ADS_1