
Oliver datang tanpa pertanyaan, tidak satu kata pun, hanya ada lirikan dari ujung mata nya ketika melihat Maureen kesulitan membuka pintu dan memasuki mobil nya.
'' ku mohon '' Maureen berusaha, tangan nya masih gemetar '' nyetir saja''
Oliver menjalan kan mobil nya, lampu mobil mereka memotong kegelapan malam dengan pasti. di sini aku aman, Maureen memberi tahu diri nya sendiri.
tapi belum pasti, tentu saja Oliver harus curiga, dengan penampilan nya, bercak-bercak darah yang masih jelas di lihat dan penampilan Maureen yang terbilang tidak baik-baik saja.
udara hangat menyembur dari dasbor, acara berbincang-bincang radio bergumam dengan suara kecil, cara duduk Oliver yang bersandar santai meski Maureen tidak tahu apa yang ada di pikiran sang misterius itu.
Maureen tahu itu adalah kebohongan.
Jecky ada di belakang sana, di suatu tempat. terluka. berdarah. dan murka.
Oliver berbelok, lalu ada cahaya yang berwarna terang menerobos gelam malam, berani. Maureen mengedip kan mata, melihat ke sekitar. mereka berada di Drive through, salah satu tempat peristirahatan di jalan tol.
Oliver berhenti di belakang mikrofon dan menoleh ke arah Maureen '' kau mau apa ?'' tanya nya.
Maureen menatap kembali, tak sadar. Maureen tidak bisa makan, meskipun ia mencoba nya. perut nya masih tak tenang, seluruh tubuh nya sakit karena tegang.
'' aku .... tidak mau apa pun'' suara Maureen gemetar, dan Maureen memeluk tubuh nya lebih keras, mencoba menjaga semua nya erat.
'' Oliver.... ''
'' iya '' Oliver berpaling, menatap '' ku traktir. pesanlah segila mungkin ''
'' ku mohon '' Maureen menyadari ada nada memelas dalam suara nya '' aku hanya ingin pulang ''
Oliver tidak peduli, dia seorang tidak mendengar ucapan Maureen dan mengabaikan permohonan gadis itu. menurun kan jendela dan mengeluarkan kepala nya.
'' ya, aku ingin satu burger deluxe, dua porsi kentang goreng..... dan satu milkshake. Coklat ''
Maureen menatap nya tak percaya. ia memanggil Oliver untuk menjemput nya di tengah antah-berantah, nyaris tak bisa bicara dan Oliver malah memesan makanan cepat saji seakan tidak ada yang salah.
'' ada baju hangat di belakang '' kata Oliver, melirik ke arah Maureen, lagi.
'' apa?'' Maureen tampak tak mengerti.
'' Kamu terlihat kacau '' ucap Oliver tenang '' pakai lah, baju hangat nya ''
Maureen melakukan seperti yang Oliver bilang, menarik baju hangat hitam yang kebesaran untuk menutupi tubuh nya yang berlumuran dengan darah.
__ADS_1
'' ini '' Oliver menawar kan, memegangi satu kantong kentang'' aku tahu kamu akan mencuri milik ku nanti''
wangi nya tercium oleh indra penciuman Maureen, minyak dan karbohidrat. dan Maureen muntah. Maureen dengan cepat membuka pintu mobil dan menjulur kan kepala nya keluar.
menunggu hingga lebih tenang sebelum pelan-pelan duduk tegak lagi. Oliver sedang memakan burger nya, menjilati saus dari jari-jari nya.
'' jadi'' Oliver memulai, menatap Maureen dengan mata biru nya yang terang '' apa yang perlu diketahui ?"
Maureen merinding. secepat ini, adegan di rumah Jecky tampak seperti sebuah mimpi, sebuah mimpi buruk yang menyeramkan.
lalu Maureen merasa kan jejak sentuhan nya, terbakar pada tubuh nya, dan Maureen langsung ada di sana lagi. Berteriak. Melawan.
Dan lebih marah dari yang pernah Maureen rasa kan sebelum nya.
" mobil ku tidak menyala lagi " Maureen akhir nya mengeluarkan suara nya, kecil di dalam kegelapan " Guruku, dia menawarkan untuk mengantar ku pulang "
ada kesunyian, selagi Oliver perlahan-lahan menghabis kan sisa kentang nya. Maureen ingin berteriak, ingin menggoncang kan tubuh Oliver, ingin bertanya apa kah dia mendengar kan, tapi sesuatu menghentikan Maureen.
Bright pasti ribut sekarang : memaksa supaya melapor Kan kepada kepolisian, bertanya apakah Maureen perlu pergi ke rumah sakit, melindungi dan khawatir.
kembali ke tempat tadi untuk menceritakan, mengalami setiap momen yang mengerikan dan mencoba sebisa nya menenangkan diri.
Tidak
Maureen menghembus kan nafas, lega. meski ia belum sepenuh nya terbilang aman, tapi setidak nya untuk saat ini dia aman bersama Oliver.
Maureen menemukan diri nya meraih kentang yang tadi sempat Oliver beri, ia mengunyah nya pelan-pelan, merasa kan garam. mengambil satu lagi, sampai tak sadar ia telah menghabiskan seluruh paket nya dan tenggorokan nya kering.
Oliver memberi kan milkshake nya, tanpa satu kata pun.
'' terima kasih '' gumam Maureen, merasa kan kemanisan yang dingin, merasakan nya turun di tenggorokan.
ini rasa nya terlalu normal, semua ini, tapi semua itu memberi kan Maureen harapan.
mungkin Maureen pikir dia bisa berpura-pura semua ini tidak terjadi, mungkin tidak akan ada yang membuat nya membicarakan soal ini lagi.
Oliver menyelesai kan makan nya, dan dengan rapi melipat bungkus nya ke kantong, menyodorkan pada Maureen dengan pandangan menunggu. Maureen memasuk kan sampah nya.
Oliver keluar dari mobil, berjalan ke tempat sampah di dekat gedung utama. Maureen mengamati nya di antara lampu neon yang pudar : tidak buru-buru, berjalan santai, wajah nya berbayang di kegelapan.
Dia masuk kembali.
__ADS_1
" siap untuk pergi ?"
Maureen mengangguk perlahan. dia tidak gemetar lagi, denyut jantung nya telah melambat, otot-otot nya sakit karena pergulatan, tubuh nya lemas setelah adrenalin pergi.
sekarang aku hanya ingin tidur, batin Maureen.
Oliver menyetir ke jalan kembali, melewati kota hingga mereka sampai ke daerah perumahan.
Aman.
Oliver berhenti di depan rumah Maureen, gadis itu memeluk tas nya erat di dada.
'' terima kasih '' ucap Maureen perlahan, sudah meraih gagang pintu.
tangan Oliver melesat, menangkap pergelangan tangan Maureen. Maureen tersentak. Oliver menarik pelan dan Maureen tak punya pilihan kecuali berbalik.
mata Oliver mengamati, gelap di tengah malam '' apakah ada orang yang melihat mu masuk mobil bersama nya ?''
Maureen berpikir '' aku .... aku tidak tahu. tempat parkir nya kosong, tapi kami ada di kampus, bisa saja ada orang di sekitar sana"
Oliver mengangguk, dan Maureen bisa melihat otak nya bekerja, memikirkan semua nya ''bagaimana dengan rumah nya ?''
Maureen menggeleng kan kepala nya '' Di sana gelap.... aku tidak melihat siapa-siapa ''
'' jadi dia membawa mu langsung ke rumah. jika ada orang yang bertanya, dia mengantar mu pulang dengan aman. Tidak ada yang terjadi ''
Maureen berhenti sejenak, ingin sekali dia bertanya apa yang akan dia lakukan. tapi Maureen sadar, ia lebih aman jika tidak tahu.
'' jangan beri tahu Bright '' Maureen malah berkata begitu.
bibir Oliver melengkung berbentuk senyuman '' ini akan menjadi rahasia kecil kita berdua ''
Maureen turun dari mobil, berjalan perlahan menuju pintu depan ku, tapi sesuatu menghentikan nya dan membuat nya membalik kan badan.
Oliver membuka jendela nya, mereka bertatap mata, gelap di antara malam.
'' ada yang akan kamu lakukan ?'' Maureen bertanya lirih, suara nya bergetar.
Oliver tersenyum '' Apa menurut mu ?''
Next
__ADS_1
cukup untuk hari ini, terima kasih kakak cantek...